Ketua PAN: Masyarakat Harus Paham Karakter Amien Rais yang Kritis

Ketua PAN: Masyarakat Harus Paham Karakter Amien Rais yang Kritis

Zulkifli Hasan meminta masyarakat agar memahami karakter Amien Rais yang kritis terhadap pemerintah dan menilai pernyataan Amien Rais sebagai bentuk kepedulian terhadap bangsa. (Foto: Ketum PAN Zulkifli Hasan dan Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais - KabarNews).

JAKARTA, dawainusa.com Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan meminta masyarakat agar memahami karakter Amien Rais yang kritis terhadap pemerintah. Ia menjelaskan, kritikan yang disampaikan Amien Rais kepada pemerintah ialah wujud dari kepeduliannya terhadap segala persoalan kebangsaan.

“Pak Amien memang sikapnya seperti itu,” ujar Zulkifli di Universitas Esa Unggul, Jakarta, Selasa (21/3) menanggapi perseteruan Amien Rais dengan Menko Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan terkait ‘pengibulan’ dalam acara pembagian sertifikat tanah oleh Presiden Jokowi.

Menurut Zulhas, sapaan akrab Zulkifli, Ketua Dewan Kehormatan PAN itu memang sejak awal selalu bersikap kritis terhadap pemerintahan Jokowi. Ia mengatakan, karakter kritis tersebut sudah ada sejak rezim Orde Baru dan telah memiliki kontribusi besar bagi lanskap politik di Indonesia.

Baca juga: Dituding Amien Rais Berbohong Soal Sertifikat Tanah, Ini Jawaban Istana

Selain itu, Zulhas juga mengungkapkan, Amien Rais merupakan salah satu tokoh langka di Indonesia sama seperti Abdurrahman Wahid atau Gusdur dan Megawati Soekarnoputri. Mereka semua telah berperan besar bagi kemajuan bangsa ini.

“Nah, Pak Amien ini tokoh reformasi. Kalau tidak ada Pak Amien, kawan-kawan, dan mahasiswa kan tidak ada sekarang, mana ada Pemilu langsung atau Pilkada langsung,” tutur Ketua MPR tersebut.

Dengan mempertimbangkan hal tersebut, ia berharap agar Presiden Jokowi dan Menteri Luhut tidak merespon lebih jauh terkait pernyataan Amien Rais tentang pembagian sertifikat tanah yang dilakukan Jokowi.

Adapun sebelumnya, Amien rais sempat menuding Presiden Jokowi telah membohongi masyarakat melalui pembagian sertifikat tanah.

Hal itu disampaikannya ketika ia menjadi pembicara dalam sebuah diskusi di Bandung, Minggu (18/3). Saat itu, ia mengatakan, program pembagian sertifikat tanah Jokowi tersebut merupakan ‘pengibulan’.

Bukan Kritis, Amien Rais Dianggap Asal Bunyi

Tudingan Amien Rais tersebut kemudian ditanggapi oleh Menteri Luhut. Ia meminta agar Amien Rais jangan asal bunyi atau ‘asbun’ (asal bunyi) soal program pembagian sertifikat tanah tersebut. Luhut pun membantah bahwa program pembagian sertifikat tanah itu ialah pengibulan.

“Salahnya (pembagian sertifikat) di mana? Asbun aja itu. Saya pikir enggak boleh asal ngomong, apalagi senior. Dia (Amien) kan berapa (umurnya)? 70 tahun. Saya kan 71 tahun juga,” kata Luhut saat menyampaikan sambutan dalam Seminar Nasional ‘Kebijakan dan Koordinasi Bidang Maritim untuk Kesejahteraan Nelayan’ di Auditorium BPK, Jakarta, Senin (19/3).

Baca juga: Komentar Pedas Fadli Zon ke Luhut Soal Dosa Tokoh Senior

“Ngapain ngibulin? Dari dulu udah dibagi kok sertifikat itu. Tapi prosesnya lama, panjang, dan sedikit. Sekarang lebih cepat dan banyak. Banyak yang bisa kita buat kalau mau, kita mengarah ke negeri yang baik. Jadi kalau ada kritik, ya kritik itu ya membangunlah,” lanjutnya.

Selain itu, Luhut juga menilai, perkataan Amien Rais itu seolah-olah menunjukkan dirinya sebagai ‘orang suci’ yang tidak memiliki dosa. Padahal, klaim Luhut, dirinya sangat tahu persis tentang rekam jejak Ketua Dewan Kehormatan PAN itu serta dosa-dosa masa lalunya.

Berkomentar Tidak Jelas

Polemik itu sendiri juga telah ditanggapi oleh pihak istana. Juru Bicara Presiden Johan Budi mengatakan, tuduhan tersebut sama sekali tidak mendasar dan karena itu tidak layak untuk didengar apalagi ditanggapi secara serius.

“Kalau ambil langkah serius saya kira tidak. Kan dia (Amien Rais) selalu komentar-komentar yang kadang menurut saya tidak jelas,” ujar Johan di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (20/3).

Mantan Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) itu menjelaskan, program pembagian sertifikat tanah merupakan kebijakan pemerintahan Jokowi-JK yang sudah berjalan hampir empat tahun.

“Saya tidak paham yang dimaksud Amien Rais ngibulin itu yang mana? Ini program nyata. Jadi mungkin perlu ditanya balik ke Amien Rais definisi ngibul itu apa,” tegas Johan.

Baca juga: SBY Klaim Banyak Programnya Dilanjutkan Jokowi dengan Nama Berbeda

Program tersebut, demikian Johan, dilakukan Jokowi karena selama ini pemerintah selalu mendapatkan laporan terkait banyaknya sengketa tanah di berbagai daerah di Indonesia. Masalah tersebut terjadi lantaran banyak tanah yang tidak memiliki sertifikat.

Karena itu, sejak awal, Presiden Jokowi langsung turun ke setiap daerah untuk melihat pembagian sertifikat dan bahkan hal ini sudah menjadi acara wajib dari Jokowi ketika berkunjung ke daerah.

Lebih lanjut, Johan menerangkan, Jokowi juga sudah mematok target jangka panjang 126 juta sertifikat harus sudah diterbitkan pada 2023. Sementara, pada tahun ini, ia menargetkan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertahanan Nasional (ATR/BPN) menerbitkan 7 juta sertifikat tanah.

Adapun terkait tudingan tersebut, kata Johan, Presiden Jokowi tidak akan menanggapinya secara serius serta tidak akan melaporkannya kepada polisi.*

COMMENTS