Ketika Harmoni Bergerak Bersama Petani, Peternak dan Nelayan NTT

Ketika Harmoni Bergerak Bersama Petani, Peternak dan Nelayan NTT

Benny K. Harman sendiri mengatakan, kemiskinan yang terus memposisikan NTT pada urutan ketiga provinsi termiskin setelah Papua dan Papua Barat itu, merupakan cikal bakal dari minimnya perhatian terhadap sektor pertanian, kelautan, dan peternakan. (Foto: Benny K. Harman bersama para petani di Manggarai - ist)

FOKUS, dawainusa.com Beberapa waktu lalu, dalam sebuah acara bertajuk ‘Kupas Kandidat’ yang diselenggarakan TVRI, pasangan calon Gubernur Wakil Gubernur NTT Benny Kabur Harman – Benny Alexander Litelnoni kembali menyoroti persoalan petani, peternak, dan nelayan NTT yang umumnya hidup di bawah garis kemiskinan.

Sebetulnya, bukan baru kali ini paslon yang akrab dikenal dengan ‘Paslon Harmoni’ itu menempatkan petani, peternak, dan nelayan sebagai kata kunci dalam mengatasi persoalan kemiskinan di NTT. Jauh-jauh hari sebelumnya, duo Benny telah merancang prioritas pemberdayaan para petani, peternak, dan nelayan melalui program-program kerja yang telah diedarkan ke tengah masyarakat.

Harus diakui, dari dua tayangan debat terbuka kemarin, tak banyak paslon yang secara serius menyoroti persoalan kemiskinan di NTT dalam konteks pemberdayaan masyarakat petani. Ada yang lebih cendrung memprioritaskan pembenahan infrastruktur dalam kurun waktu tiga tahun, Ada pula yang menyentil soal pembangunan pariwisata, meskipun belum membeberkan konsep secara terperinci.

Baca juga: Kartu Petani Sejahtera, Konsistensi BKH Bangun Pertanian NTT

Benny K. Harman pada kesempatan tersebut menyodorkan beberapa argumentasi dalam konteks pemberdayaan petani di NTT. Sebanyak 85 persen masyarakat NTT adalah petani, nelayan, dan peternak. Mayoritas mereka pun berada di desa. Dengan demikian, tak ada jalan lain untuk meretas kemiskinan di NTT kalau tidak dengan memperbaiki nasib mereka, dengan kata lain memajukan pertanian NTT.

Dalil Benny K. Harman tertuang dalam desain program Kartu Petani Sejahtera (KPS). Catatan Dawai Nusa sebelumnya yang berjudul Kartu Petani Sejahtera, Konsistensi BKH Bangun Pertanian NTT hendak mengaskan bahwa keberadaan KPS yang telah dikenal luas oleh masyarakat NTT menunjukan konsistensi Paket Harmoni dalam mengangkat harkat dan martabat para petani NTT.

Benny K. Harman sendiri mengatakan, kemiskinan yang terus memposisikan NTT pada urutan ketiga provinsi termiskin setelah Papua dan Papua Barat itu, merupakan cikal bakal dari minimnya perhatian terhadap sektor pertanian. Karena itu, perjuangan mengakhiri kemiskinan di NTT berarti perjuangan memperbaiki  nasib petani dengan tata kelola pertanian yang tepat.

“Karena itu perjuangan meretas kemiskinan NTT adalah perjuangan memperbaiki nasib petani. Kita tempuh dengan KPS,” ungkap jebolan doktor hukum Universitas Indonesia itu.

Tentang KPS yang Dikenal Luas

KPS memang sangat dikenal di kalangan masyarakat NTT khususnya para petani. Di beberapa titik kampanye seperti Sumba barat Daya (SBD), Manggarai Barat, dan Manggarai, BKH telah berhasil me-launching KPS sebagai salah satu strategi meningkatkan kesejahteraan para petani.

Dalam sebuah wawancara dengan perwakilan dari beberapa desa di Kecamatan Kota Komba Kabupaten Manggarai Timur, Dawai Nusa pernah menanyakan soal program para paslon yang oleh masyarakat setempat dianggap paling menyentuh. Pengakuan mereka tak lari jauh dari keberadaan kartu petani sejahtera yang gencar diedarkan Paket Harmoni.

Baca juga: Debat Pilgub NTT: Jatuh Cinta Pada Tayangan Pertama

Bagi para petani di desa, setiap program yang dimunculkan para paslon sejatinya harus menyentuh persoalan-persoalan kongkrit yang mereka alami, bukan sekedar untuk didengar bombastis. Apalagi, mayoritas masyarakat desa adalah petani. Karena itu di mata mereka, hadirnya KPS sangat membantu masyarakat khususnya para petani.

“Pokoknya kami BKH. Walaupun kami belum pernah lihat dia secara langsung, tapi kami tertarik dengan program kartu petani sejahtera,” kata mereka.

Pengakuan para petani kecil di desa sulit dibantah. Sebab, merekalah yang sungguh mengetahui dan mengalami persoalan kongkrit yang dihadapi di bidang pertanian. Dengan adanya kartu petani sejahtera, menjadi angin segar bagi para petani sekaligus menumbuhkan optimisme khususnya dalam meningkatkan kesejahteraan mereka.

Kenapa KPS?

Bagi Benny K. Harman, motivasi terbesar menjadi gubernur bukanlah ambisi, melainkan panggilan hati. Telah banyak dirinya berbakti  untuk negeri, hingga jabatan terakhir menjadi anggota DPR RI selama tiga periode berturut-turut. Banyak keresahan terkait pembangunan di NTT yang ingin ia entaskan, khususnya di sektor pertanian.

Dia merincikan tujuan dan manfaat KPS, yakni dengan KPS pemerintah menyediakan bantuan modal usaha paling banyak Rp 10 juta untuk keluarga miskin. Selain itu, ada juga bantuan pupuk dan bibit agar produktivitas panen  meningkat.

Baca juga: Debat Pilgub NTT, Bukan Hanya Sekedar Tanya Jawab

“Adanya KPS ini agar ada keadilan harga, pemerintah bersama BUMD akan membeli produk petani sesuai harga yang  layak. Petani diberi kesempatan seluas-luasnya untuk mengikuti pelatihan keterampilan bekerja melalui pengadaan Balai Latihan Kerja (BLK),” katanya.

Hal lain yang menarik adalah strategi optimalisasi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) sebagai salah satu aset penting yang dimiliki pemerintah daerah dalam mengolah sumber daya alam masyarakat. Beberapa waktu lalu, Wakil Presiden Jusuf Kalla menyoroti soal peranan BUMD dalam mengelola potensi yang ada di daerah. Kalla sangat yakin, jika BUMD dikelola dengan baik, maka kesejahteraan masyarakat bisa dinaikan dan kemiskinan bisa diturunkan.

Beberapa persoalan seputar BUMD di NTT akhir-akhir ini menunjukkan belum adanya keseriusan pemerintah daerah untuk secara profesional mengelola BUMD yang ada. Benny K. Harman berhasil membaca hal tersebut sebagai peluang penting dalam memaksimalkan target perwujudan kesejahteraan masyarakat NTT.

Selain itu, tujuan lain dari KPS adalah adanya asuransi gagal panen. Program ini untuk membantu petani yang tanamanya diserang hama, bencana longsor, banjir bandang, puting beliung, dan lain-lain. Benny K. Harman juga tak lupa memprioritaskan anak-anak petani untuk memperoleh pendidikan yang memadai dengan menyediakan beasiswa.*

COMMENTS