Keluh Warga Soal Kondisi Jalan di Macang Pacar yang Memprihatinkan

Keluh Warga Soal Kondisi Jalan di Macang Pacar yang Memprihatinkan

Kondisi jalan yang semakin memprihatinkan ini belum mendapat perhatian dari pemerintah setempat (Foto: Salah satu potret kerusakan infrastruktur di Kampung Humpung, Desa Loha Kecamatan Macang Pacar - dawainusa)

LABUAN BAJO, dawainusa.com – Kondisi infrastruktur jalan di beberapa tempat di Kecamatan Macang Pacar, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT) kian memprihatinkan.

Nikolaus, salah seorang warga Desa Nanga Kantor mengatakan, kondisi jalan di kampungnya sampai saat ini tidak pernah diperhatikan oleh pemerintah setempat. Akibatnya, segala macam aktivitas perekonomian di daerah tersebut menjadi terganggu.

Kondisi jalan yang rusak ini juga, jelas dia, mengakibatkan sulitnya akses bagi warga setempat apabila hendak pergi ke pusat kota baik ke Labuan Bajo, ibu kota Manggarai Barat maupun jika hendak pergi ke kota Ruteng, ibu kota Manggarai.

Baca juga: Cerita Rina Dius, Warga Bangka Ajang yang Dicekik Kadesnya Sendiri

Dikatakan Niko, untuk menjual barang hasil pertanian dan juga ketika membeli barang konsumsi di pusat-pusat perkotaan, terpaksa mereka harus berjalan kaki sepanjang 3 kilo meter. Hal itu terjadi karena mobil angkutan umum hanya bisa sampai di kampung tetangga lantaran jalan yang rusak ini.

Karena itu, Nikolaus meminta kepada semua anggota DPRD dari kecamatan itu agar segera memperhatikan masalah ini. Dengan demikian, seluruh aktivitas warga setempat secara khusus yang terkait dengan bidang perekonomian dapat berjalan dengan lancar.

“Ini mohon dijadikan sebagai bahan perhatian oleh semua anggota DPR Manggarai Barat yang berasal dari wilayah ini. Kita sudah setengah mati dengan kondisi jalan di wilayah kita yang rusak,” kata Nikolaus disela-sela Reses Anggota DPRD Kabupaten Manggarai Barat, Sabtu (26/05).

Jalan Rusak, Kondisi APBD Terbatas

Menanggapi keluhan warganya soal kondisi infrastruktur jalan tersebut, Anggota DPRD Mabar dari fraksi PDI-Perjuangan Lasarus Pen mengaku, DPRD Mabar bersama Pemkab selama ini sudah menggodok serius persoalan tersebut.

“Infrastruktur dasar, seperti jalan raya, memang menjadi perhatian serius kita saat ini, terlebih di wilayah yang jalannya dikenal belum memadai termasuk di wilayah kita ini. Dan kami akan terus memperjuangkan ini ditingkat dewan,” jelas Pen disela-sela resesnya bersama warga.

Baca juga: Hoaks di Kota Ruteng, Anggota DPRD Desak Bupati Tindak Tegas Pelaku

Meski demikian, kata dia, pembangunan yang dilakukan tidak sekaligus dijalankan secara serempak karena APBD Kabupaten Manggarai Barat saat ini jumlahnya masih terbatas.

“Pembangunan infrastruktur dasar kita tidak bisa dilakukan serempak, dana APBD kita jumlahnya terbatas,” katanya.*(EY).

COMMENTS