Kata Terakhir Adelina, TKW Asal NTT yang Meninggal di Malaysia

Kata Terakhir Adelina, TKW Asal NTT yang Meninggal di Malaysia

Keluarga Adelina berharap majikan yang menganiaya Adelina dihukum berat oleh pihak otoritas di Malaysia. Mereka juga meminta kepada polisi di Indonesia agar segera menangkap calo yang merekrut Adelina untuk bekerja di Malaysia. (Foto: Jenazah Adelina tiba di NTT - Kompas.com)

KUPANG, dawainusa.com Adelina Lisao hampir tidak mengucapkan sepatah kata pun, bahkan ketika dirinya hendak diselamatkan. Kondisinya lemah, terduduk lesu di teras rumah majikannya ditemani seekor anjing Rottweiler. Sudah sebulan Adelina dipaksa tidur di teras rumah majikannya dengan anjing itu.

Ketika dihampiri oleh beberapa orang yang berusaha menyelamatkannya pada Sabtu lalu (10/2), Adelina Lisao hanya mengangguk. Rupanya ia terlalu lemah untuk bicara. Lantaran kondisinya yang begitu lemah, ia dilarikan ke rumah sakit. Namun, sehari kemudian perempuan 21 tahun itu meninggal dunia.

Sayangnya, polisi belum sempat menarik keterangan dari Adelina karena TKW asal NTT itu mengalami trauma berat dan ketakutan. Adelina Lisaomengembuskan nafas terakhir di Malaysia tanpa memberikan kesaksian atas kekejian yang menimpanya.

Baca juga: Kompensasi Gaji Adelina, TKW Asal NTT yang Meninggal di Malaysia

Adelina Lisao Ingin Pulang

Menurut sumber kumparan di Penang, Malaysia, sebelum Adelina menghembuskan nafas terakhir, Tenaga Kerja Indonesia (TKI), asal Desa Abi, Kecamatan Oenino, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), NTT ini hanya mengatakan satu kata ketika ditanya polisi, yaitu: “balik…”. Diduga itu adalah salah satu kata terakhir yang diucapkan Adelina.

“Polisi bertanya kepada dia, ‘apa yang kamu inginkan?’ Adelina menjawab ‘balik..’ hanya itu,” kata sumber tersebut yang tidak ingin disebut namanya, Selasa (13/2).

Baca juga: Sebulan Tidur di Luar Rumah Bersama Anjing, TKI Asal NTT Ini Meninggal

Media Malaysia awalnya mengutip polisi yang mengatakan bahwa Adelina berasal dari Medan. Namun dalam penelusuran Konjen RI di Penang, Adelina adalah warga NTT.

KJRI mengatakan, Adelina masuk Malaysia dan menjadi pekerja ilegal di negara itu. Tiga majikannya telah ditahan polisi. Kasus ini ditangani sebagai pembunuhan dengan ancaman hukuman mati bagi para pelakunya.

Pengakuan Warga yang Menyelamatkan Adelina Lisao

Sebelumnya dikabarkan, kondisi Adelina yang menggenaskan berhasil diketahui berkat aduan warga kepada Stevan Sim, anggota Dewan Bukit Mertajam, Penang, Malaysia. Pada sabtu (10/2), Steven lansung mengirim para asistennya ke rumah yang disuga memperlakukan tenaga kerja domestic Indonesia dengan tidak manusiawi itu. Salah satu yang dikirim adalah Por Ceng Hang dengan dua asisten lainnya.

Mendapati laporan soal kondisi pekerja migran yang buruk, Cheng juga menelpon LSM pelindung buruh migran Malaysia, Tenaganita.

Tiba dirumah itu, Ceng mendapati Adelina Lisao dalam kondisi yang menggenaskan. Foto-foto yang beredar diberbagai media adalah buah tangan Ceng.

Baca juga: Dulang Ringgit di Malaysia, TKW Ini Bawa Pulang Lumpuh

Dalam foto itu, ia duduk bersandar ke tembok dengan keadaan yang lemah lunglai. Didekatnya, ada seekor anjing Rottweiler yang terus menggonggong galak ke arah Ceng. Ceng menduga Adelina mengalami malnutrisi parah sehingga dia tidak mampu berbicara ketika ditanya.

“Saat kami bertanya sesuatu, dia tidak merespon. Kemudian saya bertanya apakah dia orang Indonesia, dia hanya mengangguk,” kata Ceng.

Kedua majikannya, wanita berusia 36 dan 60 tahun bersama seorang pria berusia 39 tahun mencoba menghadang Ceng dan kawan-kawannya. “mereka ingin agar kami tidak ikut campur”, kata Ceng.

Saat Ceng lengah, wanita itu membawa kabur Adelina, lalu mereka kemudian menelpon wanita itu untuk mendapatkannya. “Kami khawatir pada keselamatan Adelina, jadi kami melapor kepolisi. Polisi kemudian datang dan membawa Adelina ke rumah sakit,” ujar Cheng.

Dalam autopsi, ia diketahui mengalami anemia yang menyebabkan kegagalan multi-organ. Luka-luka ditubuhnya disebut karena gigitan anjing.  “Saya berharap keadilan bisa ditegakkan,” tegas Cheng.

Sabtu (17/2) siang tadi, sekitar pukul 14.00 Wita, jenazahnya tiba di Bandara El Tari Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT). Juru bicara keluarga, Ambrosius Ku, mengatakan, kedua orangtua Adelina saat ini berada di rumah duka untuk menunggu kedatangan buah hati mereka.

“Kami semua keluarga sedih karena Adelina pulang ke kampung halamannya dalam keadaan seperti ini,” tuturnya.

Ambrosius pun berharap, majikan yang menganiaya Adelina Lisao dihukum berat oleh pihak otoritas di Malaysia. Ambrosius juga meminta kepada polisi di Indonesia agar segera menangkap calo yang merekrut Adelina untuk bekerja di Malaysia.*

COMMENTS