Kartu Petani Sejahtera, Konsistensi BKH Bangun Pertanian NTT

Kartu Petani Sejahtera, Konsistensi BKH Bangun Pertanian NTT

Melalui program Kartu Petani Sejahtera (KPS), pasangan Harmoni benar-benar konsisten dan tahu betul NTT harus mulai dibangun dari mana? (Foto: BKH saat lounching KPS di Sumba - ist)

KUPANG, dawainusa.com Tinggal menghitung hari, pemilihan gubernur dan wakil gubernur NTT akan dilangsungkan. Sejak awal, semua pasangan calon memiliki cita-cita yang sama; NTT tidak bisa ditawar-tawar, harus segera keluar dari sejumlah masalah sosial yang mendera selama bertahun-tahun.

Untuk tujuan tersebut, telah jauh-jauh hari pula setiap pasangan calon mendesain sejumlah program yang dinilai mampu menjawab kebutuhan masyarkat NTT hari ini. Namun, perlu diingat membangun NTT tidak selesai dengan mewacanakan program.

Konsistensi dan program prioritas harus mendapat perhatian penuh setiap pasangan calon. Dengan begitu usaha membangun NTT akan lebih terarah sehingga mencapai sasaran pembangunan. Dalam konteks ini, partisipasi masyarakat sebagai subjek utama pembangunan jangan pernah diabaikan. Masyarakat melalui pembangunan harus terus diberdaya.

Baca juga: RUU Terorisme Disahkan DPR, Berikut Poin-Poin Pentingnya

Benny Kabur Harman (BKH), pasangan calon Gubernur NTT yang berpasangan dengan Beni Alexander Litelnoni telah memberi sinyal posistif soal ini. Melalui program Kartu Petani Sejahtera (KPS), pasangan dengan tagline Harmoni ini benar-benar konsisten dan tahu betul NTT harus mulai dibangun dari mana?

Konsisten, karena perjuagan Harmoni membangun pertanian NTT tidak selesai dengan retorika di panggung politik. Dengan KPS, Harmoni sedari awal memperlihatkan keberpihakan pada petani-petani NTT.

Tentang Kartu Petani Sejahtera

BKH sendiri mengatakan, Sebanyak 85 persen masyarakat NTT adalah petani, nelayan, dan peternak. Karena itu baginya, tak ada jalan lain untuk meretas kemiskinan di NTT kalau tidak dengan memperbaiki nasib mereka.

“Karena  itu perjuangan meretas kemiskinan NTT adalah perjuangan memperbaiki nasib Petani. Kita tepuk tangan dengan KPS,” kata BKH saat launcing KPS, di Desa Waipatando, Kecamatan Wewewa Tengah, Kabupaten Sumba Barat Daya beberapa waktu lalu.

Baca juga: Kaya Potensi Pariwisata, DPRD NTT Minta Dukungan Pemerintah Pusat

Dia merincikan tujuan dan manfaat KPS, yakni dengan KPS Pemerintah menyediakan bantuan modal usaha paling banyak RP 10 juta untuk keluarga miskin. Kemudian ada juga bantuan pupuk dan bibit agar produktivitas panen meningkat.

“Adanya KPS ini agar ada keadilan harga, pemerintah dan BUMD akan membeli produk petani sesuai harga yang layak. Petani diberi kesempatan seluas-luasnya untuk mengikuti pelatihan keterampilan bekerja melalui pengadaan balai  latihan kerja (BLK),” katanya.

Tujuan lain, lanjut BKH, ada juga asuransi gagal panen. Program ini untuk membantu petani yang tnamannya diserang hama, bencana lonsor, banjir bandang, puting beliung dan lain-lain. “Ada juga tujuan lain yakni menyediakan beasiswa khusus bagi anak-anak Petani yang berprestasi sehingga bisa melanjutkan sekolah,” lanjutnya.

Kartu Petani Sejahtera, dengan sejumlah program di atas, lagi-lagi memperlihatkan kekonsistenan paket Harmoni mengedepankan pendampingan petani yang berkesinambungan.

Pendampingan petani bagi paket Harmoni bukan sebuah pekerjaan yang sekali jadi, kemudian setelahnya lepas tangan, membiarkan para petani berjuang seorang diri. KPS dengan begitu memudahkan petani-petani NTT memetik dan menuai setiap hasil pertanian untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga.

Harapan Baru Bagi masyarakat NTT

Di tengah kehidupan para petani yang serba sulit, Kartu Petani Sejahtera menjadi harapan baru bagi masyarakat NTT yang sebagian penduduknya berprofesi sebagai petani. Banyak warga merasa senang dan menyambut baik KPS Harmoni.

Lali Wunda, warga Sumba Barat Daya mengungkapkan isi hatinya soal KPS Harmoni. “Pak kami senang dengan kartu ini. Selama ini kami mau omong, tapi tidak tahu mau omong lewat siapa,” ungkapnya.

Baca juga: Soal Larangan Mantan Napi Korupsi Jadi Caleg, KPU Diapresiasi ICW

Warga lain, Lelu lero mengatakan adanya KPS membawa harapan baru bagi petani NTT khusunya dari praktek jeratan ijon. “Jika pemerintah yang beli komoditi kami dengan harga yang layak, kami pasti sejahtera pak,”ungkapnya dengan penuh semangat.

Sementara itu, Lukas Bulu Beleka menyampaikan pesan agar KPS harus digunakan tepat sasar dan digunakan untuk  kepentingan yang lain. “Satu pesan kami semoga nanti kartu ini jangan salah sasar. Kalau petani miskin yang dapat NTT bisa sejahtera,” katanya.*

COMMENTS