Kartu Pembuka Harmoni, Solusi Masalah Pengangguran di NTT

Kartu Pembuka Harmoni, Solusi Masalah Pengangguran di NTT

Kartu Pembuka Harmoni ini diyakini dapat mengatasi masalah pengangguran di NTT (Foto: Benny K Harman & Benny Litelnoni - ist)

KUPANG, dawainusa.com – Pasangan Calon Gubernur dan Calon Wakil Gubernur Benny K Harman dan Benny Litelnoni (Harmoni) yang akan bertarung dalam Pilgub NTT pada 27 Juni nanti berencana akan meluncurkan Kartu Pembuka Harmoni (Kartu Pembutuh Kerja) sebagai solusi bagi masalah penggangguran di daerah berbasis kepulauan tersebut.

Berdasarkan penjelasan Benny K Harman, peluncuran Kartu Pembuka Harmoni ini merupakan bagian dari upaya untuk mewujudkan janji paslon Harmoni bahwa mereka akan menyediakan  100 ribu lapangan pekerjaan untuk masyarakat NTT.

Ia yakin bahwa dengan adanya Kartu Pembuka Harmoni ini, segala masalah terkait pengangguran dan pekerjaan di NTT dapat segera diatasi sehingga kehidupan masyarakat di daerah itu akan menjadi lebih baik dan sejahtera.

“Setelah kami meluncurkan Kartu Petani Sejahtera (KPS) yang berguna untuk kepentingan petani dan peternak di wilayah pedesaan NTT, wilayah perkotaan membutuhkan cara khusus yang solutif untuk meningkatkan perekonomian masyarakat. Pekerjaan adalah solusi untuk memenuhi kebutuhan hidup, tentunya kerja yang layak dan bermartabat,” ungkap Benny K Harman di hadapan relawan di Rumah Harmoni, Kupang, Minggu (10/06).

Baca juga: Ketika Harmoni Bergerak Bersama Petani, Peternak dan Nelayan NTT

Untuk kebutuhan kartu ini, pasangan Harmoni juga akan mendata seluruh warga NTT yang masuk dalam usia produktif. Pendataan ini dilakukan untuk mengetahui jumlah warga dengan usia kerja di daerah itu.

Setelah melakukan pendataan, mereka kemudian akan diberikan pelatihan khusus sehingga semuanya memiliki pengetahuan dan kemampuan untuk kebutuhan di dunia kerja nanti. Selain diberi pelatihan, pasangan Harmoni juga akan mendukung mereka dengan memberikan bantuan modal usaha.

“Kami akan mendata seluruh warga NTT dalam usia produktif dan juga yang sudah berkeluarga meski masih berusia di bawah 17 tahun, untuk mengarahkan mereka pada minat-minat kerja tertentu,” ujar Benny K Harman.

“Dari sana kami akan bantu mereka mendapatkan pengetahuan dan keahlian atas minat-minat tersebut melalui pelatihan-pelatihan di Balai Tenaga Kerja (BLK). Setelah keahlian dimiliki, bagi mereka yang ingin berwirausaha, kami akan berikan bantuan modal dan pendampingan,” lanjut Benny K Harman.

Selain Kartu Pembuka Harmoni, Juga Ada Kerja Sama dengan Perusahaan

Selain menyediakan Kartu Pembuka Harmoni ini, paket Harmoni juga nantinya akan membangun kerja sama dengan semua perusahaan yang beroperasi di wilayah NTT. Kerja sama ini dibuat agar semua perusahaan tersebut merekrut tenaga kerja terlatih yang terdaftar dalam keanggotaan Kartu Pembuka Harmoni tersebut.

Pasangan Harmoni juga berencana akan menggali semua peluang usaha di NTT. Sebab, daerah NTT ini sebenarnya memiliki banyak peluang usaha yang sampai saat ini belum digarap dengan baik dan maksimal.

Baca juga: Kartu Petani Sejahtera, Konsistensi BKH Bangun Pertanian NTT

“Banyak peluang usaha di NTT yang belum digarap dengan baik. Peluang-peluang usaha tersebut akan dirumuskan oleh pemerintah agar nantinya masyarakat yang masih belum memiliki pekerjaan, dapat memanfaatkannya,” ungkap Benny K Harman.

Adapun dalam kesempatan itu, Benny K Harman juga mengapresiasi kinerja dari pemerintahan Gubernur NTT Franz Lebu Raya dan Alexander A Litelnoni yang telah mampu menurunkan angka kemiskinan di daerah tersebut.

Data Kemiskinan di NTT

Penurunan angka kemiskinan itu terbukti dari data yang dicatat oleh Badan Pusat Statistik (BPS) 2017. Dalam data tersebut tercatat per Maret 2017, jumlah penduduk miskin di NTT sebanyak 115.079 ribu orang (21,85%).

Pada September 2017, angka itu berkurang menjadi 113.474 ribu orang (21,38%) atau menurun sekitar 1.605 0rang. Namun, dari sumber data yang sama, terjadi peningkatan angka kemiskinan di perkotaan. Dari sebelumnya jumlah penduduk miskin perkotaan berjumlah 117.400 naik bertambah 1.640 jiwa menjadi 118.040 jiwa.

Baca juga: Solusi Paslon Harmoni Soal Korupsi di Birokrasi NTT

Akan tetapi, dengan merujuk pada data dan peluang ini, Benny K Harman sendiri optimis bahwa  apabila mereka mendapat restu dari masyarakat NTT untuk memimpin mereka, nantinya masalah pengangguran ini akan dapat teratasi.

Ia juga menghimbau kepada seluruh warga NTT yang berkeinginan agar program ini terlaksana untuk segera mengisi formulir Kartu Petani Sejahtera (KPS) dan Kartu Pembuka Harmoni ini.*

COMMENTS