Kapolri Akan Begal Kapolresnya Jika Hal Ini yang Terjadi

Kapolri Akan Begal Kapolresnya Jika Hal Ini yang Terjadi

Kapolri Jenderal Tito Karnavian menginstruksikan seluruh kepala polres di Provinsi Lampung untuk memberantas begal yang meresahkan warga dan para pemudik yang melintasi wilayah Lampung. (Foto: Kapolri Tito - Jurnalpolitik.id)

BANDAR LAMPUNG, dawainusa.com – Kapolri Jenderal Tito Karnavian menginstruksikan seluruh kepala polres di Provinsi Lampung untuk memberantas begal yang meresahkan warga dan para pemudik yang melintasi wilayah Lampung.

Tito mengatakan, jika pringatan tersebut tidak diindahkan, dirinya tak sungkan untuk mengambil tindakan terhadap Kapolres sebagai pihak yang bertanggung jawab atas peristiwa begal yang terjadi di wilayah hukumnya.

“Saya minta seluruh kapolres dapat mengatasi kasus pembegalan ini, kalau tidak bisa atasi begal, maka kapolresnya yang saya begal. Paham kan maksud saya?” ujar Tito Seperti yang dikutip Tribunnews.com, Senin (11/6).

Baca juga: Hanafi dan Goenawan Mohamad dalam Kolaborasi 57×76

Tito meminta para kapolres dan jajarannya membuat tim khusus untuk mewujudkan hal tersebut. “Kapolres semua harus buat tim khusus, tangkapin dulu mereka, kalau tidak tempel mereka, kalau masih belum bisa juga, silakan minta bantuan kapolda untuk menurunkan anggotanya yang bersenjata guna atasi begal ini,” tambahnya.

Menurut Tito, keduanya, baik kapolres maupun kapolda harus menindak tegas pelaku begal. Hal itu dilakukan untuk membuat rasa aman kepada pemudik yang menggunakan motor yang akan melintasi pada malam hari di jalur Lampung-Sumatera Selatan.

Bahkan Tito menghimbau untuk menembak mati kalau pelaku tertangkap. “Dan kalau nanti kalau ketangkap, tembak-tembakin saja, sudah saya perintahkan itu. Ini sudah ada yang tertangkap tertemabak mati,” kata Tito.

Selain meminta bantuan kapolda, lanjut Tito, kapolres juga bisa minta bantuan kepada komandan korem (danrem) setempat. “Kelompok begal-begal bisa saja ditangkap dengan cara lembut. Kalau masih melawan, tindak tegas,” tuturnya.

Memberantas Begal Bukan Hanya Tugas Kepolisian

Tito pada kesempatan yang sama mengatakan, memberantas begal bukan hanya tugas aparat kepolisian. Tito mengatakan, peran aktif dari pemerintah juga dibutuhkan.

“Pada prinsipnya pelaku kriminalitas itu, kami yang menangkap dan kemudian diproses secara hukum, tapi masih ada akar lainnya yaitu perlu peran pemerintah untuk mengatasi ini,” ujar Tito.

Baca juga: Empat Kabupaten di NTT Alami Bencana Kekeringan

Pemerintah, lanjut dia, harus membuka lowongan pekerjaan di setiap daerah di Provinsi Lampung. “Kemungkinan kelompok begal ini merasa dipinggirkan, jadi sangat penting peran pemerintah untuk membuka lowongan pekerjaan untuk masyarakatnya,” katanya lagi.

Adapun sebelumnya, aksi begal terjadi menjelang lebaran 2018 di Lampung dengan korban pemudik dari Bekasi yang hendak mudik di Lampung. Aksi begal dialami pemudik yang melintas di Jalan Lintas Tengah Sumatera wilayah Kabupaten Lampung Selatan.

Korban Pembegalan adalah Syahroni (31), warga Pekon Kejayaan Kabupaten Tanggamus. Kaerna kejadian itu, Ia merelakan Speda Motornya lenyap. Selain kehilangan kendaraan roda duanya, korban harus dirawat Rumah Sakit Umum Daerah Abdul (RSUADM) akibat luka bacokan di bagian Kepala.

Zulfahmi (45), kakak kandung korban, menjelaskan adiknya saat itu hendak mudik dari Bekasi, Jawa Barat ke kampung halamannya di Talang Padang.

“Dia berboncengan dengan rekannya yang juga satu kampung. Memang adik saya ini berangkat dari Bekasi sudah siang, jadi memasuki daerah Lampung pada dini hari,” ujarnya.

Saat melintas di Desa Tarahan, tepatnya turunan Tarahan, dari belakang ada sekelompok orang tidak dikenal berjumlah tiga orang mengendarai dua sepeda motor, langsung memepet korban dan menendangnya.

“Akibatnya, adik saya dan rekannya langsung jatuh. Tanpa basa-basi, salah satu pelaku membacok adik saya menggunakan pedang, mengenai kepalanya, sedangkan rekannya tidak mengalami apa-apa,” ungkapnya.

Setelah melakukan pembacokan itu, ketiga pelaku angsung melarikan diri dan membawa motor milik adiknya tersebut ke arah Pelabuhan Panjang, Kota Bandar Lampung.

Pembegalan, Sebelumnya Terjadi di Bekasi, Jawa Barat

Sebelumnya peristiwa serupa terjadi di Bekasi, Jawa Barat belum lama ini. Irfan dan Rafiki menjadi korban pembegalan di Jembatan Layang Sumareccon Bekasi. Saat itu, Irfan dan Rafiki yang tengah berfoto-foto ditodong oleh pelaku berinisial AS dan IY dengan menggunakan ceurit sambil meminta telepon genggam milik Irfan dan Rafiki.

Namun, keduanya melawan begal dan terjadi perkelahian. Irfan berhasil merebut celurit dan melukai AS. AS mengalami luka-luka dan tewas dalam perjalanan menuju rumah sakit. Setelah itu, Irfan dan Rafiki melaporkan kejadian tersebut ke Kepolisian Metro Bekasi Kota.

Baca juga: Boni Hargens Sebut Amien Rais Hanya Akan Jadi ‘Penari Latar’ di Pilpres

Menerima laporan tersebut, Kepolisian Resor Metro Bekasi Kota mengaku bangga dan memberikan penghargaan kepada Mohamad Irfan Bahri (MIB) dan Ahmad Rafiki (AR), dua pemuda yang berani melawan aksi pembegalan di Jembatan Layang Sumareccon Bekasi, Rabu (23/5) lalu.

Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Indarto mengatakan, penghargaan tersebut diberikan atas keberanian dan kemampuan keduanya dalam melawan kejahatan.

Ia menjelaskan, keberanian keduanya dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat Bekasi dan anggota kepolisian untuk berani melawan tindak kejahatan. Dengan penghargaan tersebut, kata Indarto, Irfan dan Rafiki diangkat menjadi warga kehormatan Polres Metro Bekasi Kota.

Ia akan mengundang keduanya dalam berbagai kegiatan yang dilakukan Polres Metro Bekasi Kota. “Yang jelas, nanti di saat-saat kami ada kegiatan dan kebetulan mereka berada di sini, kami akan undang. Karena, sekali lagi, mereka berdua itu memberikan inspirasi bagi Kota Bekasi,” katanya.*

COMMENTS