Jatah Bansos Rastra 2018 Untuk Manggarai Timur Belum Diambil

Jatah Bansos Rastra 2018 Untuk Manggarai Timur Belum Diambil

Jatah beras yang seharusnya disalurkan ke daerah Manggarai Timur untuk 2018 sampai saat ini masih tersimpan di gudang (Foto: Ilustrasi - ist)

RUTENG, dawainusa.com – Bantuan Sosial Beras Sejahtera (Bansos Rastra) dari pemerintah pusat untuk Kabupaten Manggarai Timur Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) hingga saat ini belum tersalurkan. Hal tersebut terjadi karena adanya kendala pada kesesuaian data Rumah Tangga Sasaran Penerima Manfaat (RTSPM) di daerah itu.

“Pemda matim belum buat pengajuan, karena ini gratis pemkab mungkin harus hati-hati biar sesuai data dan tepat sasaran,” kata Kepala Perum Bulog Sub Divisi Regional Ruteng Zuhri Hanafi saat ditemui Dawai Nusa di Ruteng, Rabu (23/5).

Hanafi menerangkan, jatah beras yang seharusnya disalurkan ke daerah Manggarai Timur untuk 2018 sampai saat ini masih tersimpan di gudang. Apabila tidak segera diambil, jelas dia, hal ini akan berdampak buruk pada kualitas beras tersebut.

Baca juga: Sawah dan Kopi Digusur, Warga Bangka Ajang Datangi DPRD Manggarai

“Sampai saat ini berasnya masih tersimpan digudang. Makin lama disimpan akan berdampak pada kualitas dan mutu beras,” ujar Hanafi.

Sementara itu, Pemkab Matim sendiri, jelas Hanafi, sampai saat ini masih melakukan verifikasi data terkait nama atau Rumah Tangga Sasaran yang akan menerima bantuan tersebut.

“Dari awal alasanya pemkab matim masih verifikasi data, bulan maret lalu kita sudab adakan sosialisasi. Disana nama-nama RTSPM mungkin belum ada,” jelas Hanafi.

Adapun dari data yang dihimpun Dawai Nusa, terhitung, Rumah Tangga Sasaran (RTPSM) di Manggarai Timur sebanyak 25. 875 kepala keluarga dengan kuota beras sebanyak 258 ton per bulan atau 3.150 ton setiap tahunnya.

Penyaluran Bansos Rastra Butuh Kontrol Bersama

Selain menerangkan demikian, Hanafi juga mengingatkan tentang pentingnya kontrol terhadap penyaluran Bansos Rastra tersebut. Sebab, kalau tidak demikian, praktik korupsi terhadap hal tersebut akan sangat rawan terjadi.

Terkait Bansos Rastra untuk 2018 ini, Hanafi mengatakan, hal itu akan diterima secara gratis, yakni tidak ada lagi beban biaya kepada masyarakat.

Baca juga: Manggarai Timur, Kabupaten Peduli HAM yang Pernah Diragukan

Saat ini, jelas Hanafi, masyarakat menerima berasnya tanpa ada pungutan termasuk biaya transportasi karena semuanya ditalangi oleh negara.

“Mulai tahun ini sudah tidak ada pungutan lagi untuk rumah tangga penerima sasaran, tahun lalu masyarakat masih dibebankan dengan biaya Rp.1600/kilogram dengan kuota 15kg per penerima sasaran, sekarang turun menjadi 10kg per penerima sasaran tapi bebas biaya,” kata Hanafi.

“Karena ini gratis,harus benar dikawal ketat supaya bebas dari pungutan liar terhadap penerima sasaran,” tutur Hanafi.*(EY).

COMMENTS