Jasa Rizieq dan Foto Anies di Sangkar Burung

Jasa Rizieq dan Foto Anies di Sangkar Burung

Massa yang tergabung dalam Forum Umat Islam Revolusioner (FUIR) itu menilai, Anies Baswedan-Sandiaga Uno mengabaikan pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab. (Massa membakar sangkar burung dan foto Anies Baswedan - CNN Indonesia)

FOKUS, dawainusa.com Di depan Gedung DPRD DKI Jakarta, Senin (19/3), ratusan massa berkumpul.  Sambil membakar sangkar burung, mereka meneriaki nama Anies Baswedan. Terlihat pula foto Gubernur DKI Jakarta itu terpampang di sana dan hangus terbakar.

“Anies hanya menggunakan umat untuk kepentingan politiknya. Ketika berhasil, agenda umat dibiarkan, Anies hanya diam,” kata koordinator lapangan Dhani Lesy.

Massa yang tergabung dalam Forum Umat Islam Revolusioner (FUIR) itu menilai, Anies Baswedan – Sandiaga Uno mengabaikan pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab. Padahal di mata FUIR, kemenangan Anies-Sandi dalam konstelasi Pilkada 2017 lalu tidak pernah terlepas dari peran besar kelompok Islam.

Sorotan terkait sikap Anies memang pernah dilontarkan Ketua Progress 98 sekaligus pendiri Presidium Alumni 212 Faizal Assegaf. Faizal menilai, Anies telah mengkhianati ulama dan elemen Alumni 212. Dalil Faizal hampir sama dengan FUIR, enggan membantu Rizieq pulang ke Indonesia.

Baca juga: Partai Berkarya, Rebut Loyalis Orde Baru Tanpa Ideologi

Bahkan Faizal menyindir Anies sebagai kacang lupa kulit, peribahasa yang secara umum bermakna seseorang yang melupakan asal usulnya. Meskipun dibantah politisi Gerindra M Taufik, saat ini menurut Faizal, Imam Besar FPI itu dijadikan objek politik yang berpotensi “digoreng” lewat isu SARA.

Sebelumnya beredar kabar, Rizieq menginginkan Anies Baswedan menjemput dirinya dari Arab Saudi untuk pulang ke Indonesia. Anies ditunjuk lantaran dinilai memliki kedekatan secara persoanal dengan Rizieq. Dengan kedekatannya itu, Rizieq berharap Anies dapat menjamin keamanan dirinya dari jeratan hukum kasus konten pornogra.

Seperti diberitakan rmol.com pada Februari lalu, alih-alih menyatakan simpati untuk Rizieq, Anies malah menyerahkan sepenuhnya rencana kepulangan sang Habib ke aparat hukum. “Tanya aparat saja ya,” kata Anies sambil berlalu.

FUIR sendiri menunjukkan beberapa indikasi terkait sikap Anies yang melupakan jasa Rizieq Shihab, sang tersangka kasus pornografi itu. Pertama, nihilnya pembelaan Anies-Sandi terhadap Rizieq yang terkena kasus dan mengungsi ke Arab Saudi.

Kedua, tidak ada inisiatif dari Anies untuk melakukan penjemputan saat rencana kepulangan Rizieq mengemuka. Padahal, ia mengklaim, umat muslim sudah berbondong-bondong berupaya menyambut kedatangannya.

Ketiga, ujar dia, Anies tak bersikap apapun ketika mantan Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mengajukan peninjauan kembali (PK) kasus dugaan penistaan agamanya.

Tak hanya itu, Anies-Sandi juga dituding membiarkan judi dan prostitusi berkembang di Jakarta. “Anies hanya pandai beretorika tapi tak melakukan apa-apa untuk menegakkan agama. Judi, prostitusi di mana-mana, Anies hanya diam,” tegas Dhani.

Karena itu, FUIR mengajak umat Islam se-Jakarta untuk melakukan aksi damai “Gugat Anies”, karena Anies telah nyata-nyata meninggalkan para ulama dan umat.

Pada Februari lalu, wartakotalive pernah menanyakan Anies soal batalnya kepulangan Rizieq Shihab ke tanah air. Namun Anies terus berjalan sambil tersenyum, tanpa menjawab pertanyaan. Boleh jadi, sikap Anies yang enggan berkomentar itulah yang bikin mereka geram.

Aksi Liar dan Ingin Memecah Belah Umat Islam

Rupanya, aksi turun ke jalan yang digelar FUIR mempunyai muatan politis. Persaudaraan alumni 212 menduga aksi FUIR mempunyai target untuk memecah belah umat Islam dengan mencatut nama Rizieq Shihab.

“Itu aksi liar mengatasnamakan membela Habib Rizieq dan itu diduga kerjanya penguasa ynbg ingin memecah belah Persatuan Umat Islam,” kata Juru Bicara Persaudaraan 212 Novel Bamukmin kepada CNN Indonesia.com, Selasa (20/3).

Tuduhan FUIR yang menyebut Anies-Sandi melupakan jasa Rizieq Shihab pun dibantah Novel. Di mata Novel, Anies-Sandi adalah sosok yang tidak pernah melupakan jasa Rizieq.

Baca juga: Didemo FPI, Apa Salah Tempo?

Tak hanya itu, soal latar belakang FUIR sendiri, Novel mengaku tidak pernah tahu. Dia menyebut FUIR bukanlah bagian dari Alumni 212. Pengacara Rizieq, Egi Sudjana juga menegaskan hal serupa. Dia mengatakan tidak mengetahui organisasi FUIR yang berdemo membela Rizieq.

“Saya enggak tahu siapa mereka,” katanya.

Sementara itu, melalui akun resminya @DPP_LPI mengklarifikasi bahwa demo yang dilakukan FUIR tak ada hubungannya dengan FPI atau LPI (Laskar Pembela Islam). FPI juga menegaskan bahwa FUIR tidak berkaitan dengan Alumni 212.

Saat ini FPI masih mengkaji tentang siapa sebenarnya Forum Umat Islam Revolusioner. Melalui akun resminya FPI juga menanyakan motifnya, apakah FUIR ini murni ‘demo’ ataukah memuat kepentingan politis di baliknya?

Lantas, jika aksi FUIR ditunggangi kepentingan politik tertentu, siapakah ‘orang besar’ di balik aksi tersebut?*

COMMENTS