Jalan Panjang Dapatkan SIG Kopi Arabika Flores Manggarai

Jalan Panjang Dapatkan SIG Kopi Arabika Flores Manggarai

Adanya sertifikat ini diharapkan dapat menjadi kabar baik bagi seluruh masyarakat secara khusus bagi para petani kopi di Kabupaten Manggarai Barat, Kabupaten Manggarai, dan Kabupaten Manggarai Timur (Foto: Ilustrasi - ist)

RUTENG, dawainusa.com – Sertifikat Indikasi Geografis (SIG) untuk Kopi Arabika Flores Manggarai (KAFM) dari Kementrian Hukum dan HAM Republik Indonesia resmi dikantongi.

Berdasarkan keterangan Ketua Masyarakat Perlindungan Indikasi Geografis Kopi Arabika Flores Manggarai (MPIG KAFM) Yoseph Janu di Ruteng, Kamis (30/5), SIG KAFM ini nantinya akan berfungsi sebagai modal untuk mengangkat pamor Kopi Arabika Manggarai di pasar, baik nasional maupun internasional.

Karena itu,  kata Janu, adanya sertifikat ini diharapkan dapat menjadi kabar baik bagi seluruh masyarakat secara khusus bagi para petani kopi di Kabupaten Manggarai Barat, Kabupaten Manggarai, dan Kabupaten Manggarai Timur.

Baca juga: Mewujudkan Manggarai Sebagai Surga Kopi Dunia

SIG KAFM ini sendiri, demikian Janu, dilakukan karena terinspirasi oleh adanya SIG Kopi Arabika Ngada pada 2012. Berangkat dari itu, pada 2015 asosiasi petani Kopi di Manggarai mulai bergegas untuk mempersiapkan berbagai berkas yang ditetapkan oleh Dirjen Hak Kekayaan Intelektual Kementrian Hukum dan HAM RI.

Selain itu, SIG ini juga dibuat sebagai salah satu solusi bagi persoalan kopi di Manggarai yang selama ini memiliki harga pasar yang sama sekali tidak menjanjikan. Salah satu alasan mengapa harga kopi di Manggarai selama ini sangat rendah, kata Janu, ialah karena rendahnya kualitas kopi yang dikelolah dan dijual oleh para petani ke pasar.

“Bicara kopi kita bicara pasar, pasar membutuhkan barang berkualitas, kualitas ada kaitannya dengan harga, itulah kenapa harga kopi kita puluhan tahun tetap begitu-begitu saja,” kata Janu yang juga pernah menjadi bagian dari Asosiasi Petani Kopi Manggarai (ASNIKOM) kepada Dawai Nusa di Ruteng, Kamis (30/5).

“Kita ajukan dokumen sejak 2015, kita harus penuhi syarat-syarat nya karena untuk dapat SIG ini tidak gampang,” lanjut Janu.

Butuh Proses Panjang untuk Dapatkan SIG KAFM

Adapun dibentuknya SIG KAFM, demikian Janu, dilakukan dengan melewati berbagai proses yang cukup panjang dan rumit. Rangkaian proses yang dilalui sangat banyak dan semuanya mesti memenuhi standar yang telah ditetapkan.

Terkait syarat-syarat yang wajib dilampirkan dalam dokumen pengajuan itu, terang Janu, diantaranya ialah soal keberadaan Kelompok Tani Kopi, topografi, kondisi iklim dan curah hujan, suhu dan kelembaban serta syarat lainnya.

“Syarat yang dibebankan cukup banyak, kita ambil dan kemudian berangkat ke Jakarta bersama orang-orang dinas yang mewakili Pemkab,” tutur Janu.

Baca juga: Mengangkat Potensi Kopi di Desa Wawowae – Ngada

Setelah semua itu selesai, lanjut Janu, dokumen yang tadi telah diserahkan kepada pihak Kemenkumham selanjutnya diverifikasi kebenarannya. Untuk menyelesaikan hal ini, mereka membutuhkan waktu selam tiga tahun.

“Dari 2015 sampai 2017 kita harus menunggu hasil verifikasi. Beberapa persyaratan lain juga harus kita penuhi belakangan,” jelas Janu.

Seperti diketahui, pada 2015 lalu  Asosiasi Ekportir dan Pengusaha Kopi Indonesia menobatkan Kopi Manggarai Timur sebagai salah satu kopi terbaik di seluruh Indonesia. Janu mengatakan, prestasi ini menjadi salah satu inspirasi bagi mereka untuk mengajukan syarat dokumen SIG tersebut.

Akan tetapi, Janu mengatakan, setelah diteliti melalui pengambilan sampel dari 16 tempat di Manggarai Raya, cita rasa kopi yang baik ternyata tidak hanya ada di Manggarai Timur, melainkan juga ada di Manggarai dan Manggarai Barat.

Karena itu, mereka sepakat bahwa ketiga kabupaten tersebut harus dipilih sebagai daerah penghasil kopi berkualitas dan layak untuk dipasarkan.

“Awalnya hanya pengajuan untuk Kopi Arabika Manggarai Timur, saat kita menguji sampel dari Manggarai dan Manggarai Barat ternyata cita rasanya sama,” ujarnya.

Tingkatkan Produktivitas

SIG ini tentu menjadi tantangan bagi para petani di Manggarai Raya. Karena itu, dalam Workshop Bertajuk “Dengan SIG, Kopi Arabika Flores Manggarai (KAFM) Majulah Petani Kopi Manggarai”, Bupati Manggarai Deno Kamelus menegaskan bahwa para petani mesti terus meningkatkan produktivitas mereka dalam mengelolaj kopi yang ada.

Deno mengatakan, setiap petani kopi mesti mampu memaksimalkan potensi kopi yang ada baik dari segi kualitas maupun kualitasnya sehingga dapat memenuhi permintaan pasar baik lokal, nasional, maupun internasional.

Baca juga: Toto Kopi, Kisah Sang Barista di Balik Aroma Kopi yang Istimewa

“SIG ini juga meransang kita untuk meningkatkan produktivitas, sehingga kita akan upayakan intensifikasi dan ekstensifikasi lahan,” kata Deno.

Senada dengan Deno, Janu juga berharap perlu adanya keterlibatan semua pihak untuk menjaga produktivitas Kopi Arabika Manggarai ini. Selain menjaga produktivitas, Janu juga mengatakan agar kualitas kopi Arabika Manggarai kedepannya harus sesuai dengan syarat-syarat yang telah diajukan dalam dokumen pengajuan SIG.

“Kedepan, kita harapkan semua pihak bekerja keras mempertahankan produksi dan kualitas kopi kita, pamor kopi di pasar sudah bagus, yang kita kirim kedepan harus sesuai dengan syarat seperti yang tercantum dalam dokumen pengajuan SIG itu,” ujar Janu.*(Elvis Yunani).

COMMENTS