Ini Tiga Pidato Prabowo Subianto yang Dianggap Kontroversial

Ini Tiga Pidato Prabowo Subianto yang Dianggap Kontroversial

Pendiri sekaligus Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto tercatat telah tiga kali menggegerkan telinga publik dengan pidato kontroversialnya. (Foto: Prabowo Subianto - Ist).

JAKARTA, dawainusa.com Nama Prabowo Subianto masuk dalam deretan politisi papan atas tanah air belakangan ini. Ia bahkan sudah dikenal masyarakat di seluruh pelosok negeri.

Posisi Jenderal bintang tiga itu yang juga sekaligus sebagai pendiri dan Ketua Umum Partai Gerindra membuat namanya bergaung di mana-mana.

Apalagi ia pernah bertarung dalam dua pesta paling besar di negeri ini, yakni pemilihan umum presiden dan wakil presiden tahun (Pilpres) 2009 dan 2014.

Baca juga: Tawa Sang Presiden, Sindir Pidato Prabowo?

Di dua pesta akbar itu, mantan perwira TNI Angkatan Darat ini gagal. Pada Pilpres 2009, ia maju sebagai Cawapres mendampingi Megawati Soekarnoputri dan tahun 2014 ia maju sebagai Capres didampingi Hatta Rajasa.

Meski gagal di dua pesta akbar tersebut, nama Prabowo Subianto belum mati. Setidaknya oleh pendukung-pendukung setianya, ia masih dicintai. Ia masih diinginkan untuk kembali berlaga dalam Pilpres 2019 mendatang, walaupun dirinya belum juga mendeklarasikan diri.

Adapun dalam kiprahnya di panggung politik, dawainusa.com mencatat, Prabowo Subianto telah tiga kali menggegerkan telinga publik dengan pidato kontroversialnya. Berikut tiga pidato kontroversial Prabowo Subianto.

Prabowo Subianto Sebut Indonesia Bubar 2030

Pidato paling anyar dan masih hangat dibicarakan saat ini dari sosok seorang Prabowo Subianto adalah pidatonya yang menyebut Indonesia akan bubar pada tahun 2030. Pidato politiknya ini diunggah dalam akun facebook partai Gerindra, Senin (19/3) lalu.

Dalam video berdurasi 1 menit 31 detik itu, Prabowo mengenakan baju putih dan dengan tegas mengatakan Indonesia akan bubar pada 2030.

Ia juga memberikan argumen, antara lain soal kedaulatan negara. Menurut dia, dari 80 persen tanah seluruh negara, hanya 1 persen yang dikuasai rakyat Indonesia.

Baca juga: Dikritik Soal Pidato Politiknya, Prabowo Akhirnya Angkat Bicara

Berikut pidato politik Prabowo tentang Indonesia Bubar 2030 seperti diberitakan Detik.com.

Saudara-saudara! 
Kita masih upacara, kita masih menyanyikan lagu kebangsaan, kita masih pakai lambang-lambang negara, gambar-gambar pendiri bangsa masih ada di sini, tetapi di negara lain mereka sudah bikin kajian-kajian, di mana Republik Indonesia sudah dinyatakan tidak ada lagi tahun 2030.

Bung!
Mereka ramalkan kita ini bubar.

Elite kita ini merasa bahwa 80 persen tanah seluruh negara dikuasai 1 persen rakyat kita, nggak apa-apa.
Bahwa hampir seluruh aset dikuasai 1 persen, nggak apa-apa. Bahwa sebagian besar kekayaan kita diambil ke luar negeri tidak tinggal di Indonesia, tidak apa-apa.

Ini yang merusak bangsa kita, saudara-saudara sekalian!

Semakin pintar, semakin tinggi kedudukan, semakin curang! Semakin culas! Semakin maling!
Tidak enak kita bicara, tapi sudah tidak ada waktu untuk kita pura-pura lagi.

Jadi Cagub Harus Siapkan Rp300 Miliar

Sebelumnya Prabowo Subianto juga menyampaikan pidato yang tidak kalah kontroversial. Dalam acara halal bihalal dan silaturahmi nasional di Pondok Pesantren Al–Ishlah, Bondowoso, pada 23 Juli 2017 lalu, ia mengatakan bahwa soal modal adalah aspek pertama yang selalu ia tanyakan pada siapa pun yang ingin maju lewat Gerindra.

“Kalau ada yang mau nyalon gubernur, datang ke saya, apa pertanyaan pertama yang saya kasih ke dia? Ente punya uang enggak. Saya tidak tanya Anda lulusan mana, prestasinya apa, pernah nulis buku apa? yang saya tanya ente punya uang berapa?” kata Prabowo seperti diberitakan Tirto.

Baca juga: Soal Pidato Prabowo, Pengamat: Daripada Kritik Lebih Baik Beri Solusi

Prabowo kemudian mengatakan bahwa untuk maju jadi gubernur, modal yang dibutuhkan mencapai ratusan miliar. “Kalau untuk jadi gubernur minimal Rp300 miliar. Itu paket hemat. Untung kita di Jakarta kemarin ya adalah Sandi [Sandiaga Uno] punya duit dikit lah. Tapi ada berapa orang kayak sandi?” katanya.

Beri Tips untuk Merampok

Menjelang Pilpres pada 9 Juli 2014, Prabowo Subianto menyampaikan pidato kontroversial pertamanya. Dalam pidato yang diunggah dalam video berdurasi 2 menit melalui akun jejaring sosial YouTube ini pun menjelaskan bagaimana Prabowo memberi cara untuk merampok tetangga yang sedang kesusahan.

Baca juga: Ini Hasil Survei Elektabilitas Jokowi dan Prabowo di Jatim 

“Bapak ibu kita kalau mengajarkan kita, Nak belajar yang baik, jadi orang yang baik, kalau besar jadi orang baik membantu orang, membantu tetangga. Kalau strategi tidak begitu, kalau perlu kau rampok tetanggamu yang sedang kesusahan,” ungkap Prabowo dalam video tersebut.*

COMMENTS