Ingin Cabuli Ponakannya, Pelaku Ditendang Korban Hingga Kabur

Ingin Cabuli Ponakannya, Pelaku Ditendang Korban Hingga Kabur

Pihak kepolisian dari Polres Seram bagian Timur (SBT), Maluku, berhasil meringkus HR, warga kecamatan Bula Barat yang mencoba memperkosa SR, seorang siswi yang masih duduk di bangku SMA. (Ilustrasi - ist)

MALUKU, dawainusa.com – Pihak kepolisian dari Polres Seram bagian Timur (SBT), Maluku, berhasil meringkus HR, warga Kecamatan Bula Barat yang mencoba memperkosa SR, seorang siswi yang masih duduk di bangku SMA. SR tak lain adalah keponakan dari pelaku sendiri.

Beruntung, saat kejadian tersebut korban mampu menyelamatkan diri. Pelaku yang dengan nafsu bejatnya ingin memperkosa SR berhasil kabur setelah mendapat perlawanan dari korban dengan menendangnya.

Adapun kasus ini terungkap saat SR berada di lingkungan sekolah. Guru korban melihat SR selalu murung dan menangis setiap kali mengikuti mata pelajaran di kelasnya.

“Gurunya yang melihat korban menangis lalu menanyakan permasalahan yang dialami korban. Saat itu juga korban menceritakan semua masalah yang dihadapinya itu,” kata Kasat Reskrim Polres SBT, Iptu La Beli, seperti dikutip tribunnews.com, Minggu (22/4).

Kronologi Kejadian

Iptu La Beli menjelaskan, upaya pemerkosaan itu dilakukan pelaku saat korban tertidur di kamar bagian belakang rumah milik pelaku.

“Kejadian itu terjadi pada Selasa pekan kemarin sekitar pukul 11.45 WIT, saat itu korban sedang tidur di Kamar bagian belakang,” kata La Beli.

Saat itu korban sempat meronta dan berteriak minta tolong namun pelaku menghajar korban. Menghadapi perlakuan yang demikian, korban saat itu pun tak ambil pusing. Ia mencoba menendang HR, hingga pelaku berhasil kabur dan melarikan diri.

La Beli mengatakan, guru korban pasca mengetahui kejadian itu langsung  membawa muridnya tersebut ke Kantor Polres SBT untuk dimintai keterangan sembari mengadu perbuatan bejat pelaku. Saat itu juga kata La Beli, Polisi menangkap pelaku dan menjebloskannya ke sel tahanan.

“Pelaku sudah kami tetapkan sebagai tersangka. Sejumlah saksi juga telah kita minta keterangannya,” ujar La Beli.

Atas perbuatan bejat tersebut, tersangka dijerat dengan pasal 81 undang-undang nomor 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.

Kejadian Serupa

Kejadian serupa juga pernah terjadi di Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) Sulawesi Selatan. Peristiwa itu dilakukan oleh TN (30) Hari-hari TN (30) yang biasanya bekerja sebagai petani karet kini harus dia habiskan di dalam sel tahanan, setelah ditangkap Satreskrim Polres Musirawas.

Dia ditahan atas kasus pemerkosaaan terhadap NA (17). Peristiwa itu dilakukan TN terhadap NA pada Minggu (4/3/2018) lalu, di sebuah kebun yang berada di Desa Sukamulya, Kecamatan Nibung, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatera Selatan.

Kasus tersebut terungkap, setelah pihak keluarga NA membuat laporan ke Polres Musirawas lantaran TN memperkosa siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) tersebut.

TN Sempat buron lebih kurang dua pekan. Namun, TN akhirnya ditangkap petugas ketika sedang berada di kediamannya tanpa perlawanan. Kapolres Musiwaras AKBP Bayu Dewantoro mengatakan, saat ini pelaku sedang diperiksa penyidik terkait kejadian tersebut.

Diungkapkan Wahyu, korban NA sempat memberikan perlawanan ketika hendak diperkosa tersangka. “Dari pemeriksaan, karena kalah tenaga dan di bawah ancaman, akhirnya pelaku melancarkan aksinya dan memperkosa korban,” kata Bayu, Sabtu (21/4/2018).

Perbuatan TN pun, menurut Bayu, diancam dengan pasal 81 ayat 1 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 perubahan tentang perlindungan anak. “Ancaman 15 tahun penjara, korban sudah kita periksa,” ucap Kapolres.*

COMMENTS