Hoaks di Kota Ruteng, Anggota DPRD Desak Bupati Tindak Tegas Pelaku

Hoaks di Kota Ruteng, Anggota DPRD Desak Bupati Tindak Tegas Pelaku

Di Ngada, Tim dari #Tripsalam Indonesia nyaris menjadi sasaran amuk massa karena rombongan itu dicurigai sebagai teroris (Foto: Ilustrasi - ist)

RUTENG, dawainusa.com – Penyebaran hoaks terkait aksi teror yang menyasar Kota Ruteng, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT) sempat meresahkan publik di daerah itu. Betapa tidak, kabar yang tersiar cepat melalui akun facebook dan pesan WhatsApp itu berdampak luas pada keamanan publik dan merambah hingga ke kabupaten tetangga yaitu Kabupaten Ngada.

Di Ngada, Tim dari #Tripsalam Indonesia nyaris menjadi sasaran amuk massa karena rombongan itu dicurigai sebagai teroris. Salah satu anggota #TripSalamIndonesia itu adalah musisi nasional Erik Krisyanto atau lebih dikenal dengan Erix Soekamti.

Baca juga: Berita Hoaks Soal Terorisme di Ruteng, Polisi: Pelaku Resahkan Warga

Dalam akun instagramnya, Erix mengaku sempat dihadang oleh sekelompok warga bersenjata tombak dan parang. Para warga tersebut sudah siaga satu menyusul ada kabar burung di Medsos yang mengatakan bahwa ada 7 orang terduga teroris sudah lolos masuk di Ruteng.

“Jujur kami dari tim #TripsalamIndonesia dari penyebaran hoax yang mengatakan teroris lolos memasuki kota ruteng berjumlah 7 orang untuk meledakan gereja,” kisah Erix  yang tak lain adalah Vokalis Band Endank Soekamti yang berbasis di Jogja.

Karena berita hoaks itu, dia mengaku dirinya bersama tim #TripSalamIndonesia sempat diamankan warga tersebut. “Tanggal 18 mei kemarin tim #tripsalamindonesia diamankan warga yang sedang siaga 1 dengan isu tersebut. Beruntung masyarakat sangat bisa mendengarkan penjelaskan kami. Dibantu juga oleh kepala Desa Dariwali dan polisi juga datang membantu menjelaskan bahwa KAMI BUKAN TERORIS,” tulisnya.

Segera Pecatkan Pelaku Penyebaran Hoaks

Untuk diketahui, Dawai Nusa edisi Sabtu (19/5) malam mengabarkan bahwa ada seorang staf BUMD diperiksa polisi karena diduga telah menyebarkan berita hoaks lewat media sosial terkait adanya teroris yang sudah masuk di Kota Ruteng.

Staf BUMD yang bekerja di Kantor PDAM Tirta Komodo itu diketahui bernama Rofintianus Roger. Dalam statusnya di akun facebook bernama Fian Roger, dia menulis, “Ruteng Siaga 1. Terduga T masuk Ruteng 7 orang”.

Kabar pemeriksaan Roger menuai aksi dari beberapa anggota DPRD Kabupaten Manggarai. Salah satunya datang dari anggota DPRD asal Partai Golkar Yoakim Jehati. Ia meminta agar pelaku penyebar hoaks tersebut segera ditindak tegas sesuai aturan yang berlaku.

Baca juga: Sebarkan Hoax Aksi Teror, Staf BUMD di Ruteng Diperiksa Polisi

Selain itu, Jehati juga mendesak Direktur PDAM untuk segera mengambil tindakan tegas terhadap bawahannya itu. “Harus ditindak tegas sesuai aturan berlaku. Pimpinan PDAM harus ambil tidak tegas. Paling ekstrim harus pecat. Itu meresahkan warga,” kata Jehati kepada wartawan di Ruteng, Selasa (21/05).

Selain Jehati, anggota DPRD Partai Hanura Isidorus Ben juga mengatakan, staf yang diperiksa karena diduga telah menyebarkan hoaks tersebut adalah staf yang tidak tahu diri.

Karena itu, ia meminta PDAM untuk segera memecat staf tersebut jika sudah meresahkan publik. “Staf yg tidak tahu diri, Harusnya memberi informasi di medsos harus sesuai fakta lapangan,” tegas Ben.

Bupati Deno Tidak Tegas

Sementara itu, anggota DPRD Manggarai Marselinus Nagus berpendapat lain. Menurut pria yang lebih dikenal dengan nama Marsel Ahang itu, penyebaran hoaks seperti yang dilakukan oleh staf PDAM tersebut merupakan wujud dari lemahnya Bupati Manggarai Dr. Deno Kamelus (Deno) dan Direktur PDAM dalam mengawasi para stafnya.

“Ini kelemahan bupati Manggarai dan Dir PDAM yang tidak mampu mengawasi dan membina stafnya. Staf BUMD menyebar hoaks Itu tidak boleh karena meresahkan masyarakat,” kata Ahang.

Karena itu, ia meminta agar Bupati Deno segera memberhentikan stafnya tersebut. “Diberhentikan saja karena dianggap dia telah meresahkan masyarakat,” tegas Ahang.

Selain itu, Ahang juga mengatakan agar Bupati Deno mesti menghimbau kepada seluruh ASN untuk tidak berbuat seperti yang dilakukan oleh Fian Roger.

Baca juga: Sawah dan Kopi Digusur, Warga Bangka Ajang Datangi DPRD Manggarai

“Bupati harus buat himbauan untuk ASN yang lain jangan sampai melakukan hal yang sama dengan dilakukan si Fian Roger itu,” tandasnya.

Menanggapi hal itu, Bupati Deno mengaku dirinya sudah mendengar kabar dari berbagai berita di media sosial terkait pemeriksaan staf PDAM soal penyebaran hoaks tersebut. Ia juga menjelaskan dirinya sering menghimbau masyarakat untuk tidak turut serta menyebarkan berita yang belum diyakini kebenarannya.

“Saya kira itu sudah ditangani oleh kepolisian, saya juga diberbagai kesempatan selalu menghimbau kepada masyarakat untuk waspada dan tidak turut menyebarkan hoaks,” kata Deno di Gedung DPRD Manggarai kepada awak media, Selasa (22/05).

Terkait pembinaan terhadap ASN, dia mengaku sering melakukan pembinaan pada saat apel bendera dan himbauan kepada pimpinan OPD. “Pembinaan ASN saya sering lakukan saat apel bendera, teman-teman OPD juga kita selalu ingatkan untuk meyampaikan kepada para oegawai di kantor,” ujarnya.

Sementara itu, terkait kasus yang dialami staf PDAM, Deno mengaku akan melihat kaidah dalam UU ASN terlebih dahulu sebelum jatuhkan sanksi. “Pertama Kita serahkan pada proses hukum, kedua, kita juga akan lihat kaidah2 di UU ASN, kalau ada pelanggaran misalnya disiplin pasti kita akan kasih sanksi terhadap yang bersangkutan,” jelasnya.

Menurut Deno, karena Fian Roger bukanlah ASN, maka dia akan menunggu laporan dari direktur PDAM sebagai penanggung jawab. “Dia bukan ASN, dia diangkat oleh Direktur PDAM, sampai sekarang belum ada laporan dari PDAM,” tutupnya.

Pantauan media ini, pada Selasa siang, Direktur PDAM mendatangi ruang kerja Bupati Manggarai. Tak diketahui maksud kedatangan direktur tersebut. Namun ada sumber menyebutkan, ia dipanggil bupati terkait persoalan hoaks yang diduga melibatkan stafnya itu.*(EY).

COMMENTS