Hina Nabi Muhammad di Medsos, Pria Asal Sidoarjo Diamankan Polisi

Hina Nabi Muhammad di Medsos, Pria Asal Sidoarjo Diamankan Polisi

Diduga menista agama melalui media sosial, Rendra Hadi Kurniawan berhasil dibekuk Anggota Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) di Sidoarjo. (Rendra Kurniawan - ist)

SIDOARJO, dawainusa.com – Terduga ujaran kebencian melalui media sosial Rendra Hadi Kurniawan, berhasil dibekuk Anggota Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) di Dusun Jarakan Desa Trawas, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto, Kamis (26/4).

Kasat Reskrim Polres Mojokerto, AKP M. Fery mengungkapkan, penangkapan warga Gedangan, Sidoarjo ini berawal dari laporan masyarakat terkait video di media sosial yang viral tentang ujaran kebencian terhadap agama.

“Informasinya keberadaan pelaku di Trawas kami lakukan penangkapan kemudian diamankan di Polres Mojokerto,” ujarnya dikutip Surya.com, Kamis (26/4).

Baca juga: Berawal dari Facebook, Remaja 17 Tahun ini Digilir 4 Pria

Menurut Fery, pelaku sempat dilakukan interogasi terkait video rekaman yang diduga mengandung unsur penodaan agama dan telah viral di media sosial.

“Pelakunya langsung dibawa ke Polda Jatim didampingi Kapolres Mojokerto, AKBP Leonardus Simarmata,” ungkapnya

Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, pelaku beragama Islam. Adapun motif pelaku membat video yang mengandung ujaran kebencian terhadap agama itu didasari bisikan yang diperolehnya.

Dalam rekaman video viral di medsos pelaku telah menjelek-menjelekkan Nabi Muhammad yang juga menjelek-menjelekkan umat Islam dan lainnya.

“Alasan pelaku melakukan hal itu yakni mempunyai penglihatan lain bahwa yang dia sampaikan itu benar,” pungkasnya. “Pelaku telah dibawa ke Polda lebih lanjut tunggu hasil penyidikan,” imbuhnya.

Dalam unggahan, Rendra bicara sendiri menghadap kamera. Dia berada di dalam mobil. Pria berkumis dan jenggot tipis itu menghina Nabi Muhammad dan Habib Rizieq dengan menggunakan logat Jawa Timuran. Juga ada postingan lain. Dilihat dari cirinya, lokasi berada di rumah.

Bijak Menggunakan Media Sosial

Beberapa waktu lalu, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo mengimbau masyarakat untuk lebih cermat saat menerima dan mengirimkan informasi di media sosial.

Tjahjo menuturkan, saat ini informasi bisa dengan mudah didapatkan dari berbagai sumber. Namun, masyarakat perlu memilah dan memilih informasi itu dengan baik.

“Kalau saya atau Anda menerima informasi dari sms atau media-media sosial, baca dan cermati dengan baik. Jangan langsung Anda kirim ke teman atau orang lain,” kata Tjahjo.

Baca juga: Kemenkominfo Awasi Media Sosial yang Berafiliasi dengan Partai Politik

Menurut Tjahjo, hal tersebut diperlukan mengingat ada aturan yang bisa menjerat seseorang ketika membagikan informasi di media sosial.

“Karena UU ITE itu bisa menjerat saya atau Anda sekalian yang mengirimkan kembali berita yang menurut saya dan Anda benar, tapi menurut hukum, menurut pihak ketiga ini dianggap melecehkan, dianggap tidak benar. Ini harus hati-hati,” ucap Tjahjo.

Selain itu, Tjahjo mengimbau masyarakat untuk menyampaikan pendapat secara baik. Kendati menyampaikan pendapatnya di muka umum saat ini semakin mudah, masyarakat harus menyampaikan pendapat sesuai etika yang berlaku. Selain itu, masyarakat juga harus mematuhi aturan terkait penyampaian pendapat.

“Kita harus tahu etika dan sopan santun. Anda semua boleh demo di sini, tapi sampaikan aspirasi dengan baik sesuai etika yang ada. Tidak perlu menghujat, apalagi menghujat lambang negara yang kita sebagai warga negara seharusnya menghormati,” ucap Tjahjo.*

Simak Videonya:

COMMENTS