Guru Hukum Siswa Jilat Closet, Ibu Kandung: Perasaan Saya Sakit Sekali

Guru Hukum Siswa Jilat Closet, Ibu Kandung: Perasaan Saya Sakit Sekali

Suamiku datang tempat kawannya, itulah istri kawannya itu bilang kalau anakku itu dihukum jilat WC. Kami pun tanyain sama dia (M.BP) dibilangnya iya. (Ilustrasi)

SUMUT, dawainusa.com Seorang guru perempuan di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 104302 Desa Cempedak Lobang, Kecamatan Seirampah, Kabupaten Serdangbedagai, Sumatra Utara  berinisial RB menyiksa salah seorang muridnya dengan menyuruh menjilat closet.

Hal itu terungkap oleh ibu siswa yang berinisal MBP, yakni Siti Hajar (25), Rabu (14/3). Menurut warga Desa Campedak Lobang itu, kejadian tersebut diketahuinya dari cerita sang suami. Sementara suaminya mendapat cerita itu dari istri kawannya dan kemudian mereka menanya langsung kepada sang buah hati.

“Suamiku datang tempat kawannya, itulah istri kawannya itu bilang kalau anakku itu dihukum jilat WC. Kami pun tanyain sama dia (M.BP) dibilangnya iya,” kata Siti  seperti diberitakan  kumparan.

Baca juga: Kronologi Seorang Siswa SMP yang Aniaya Gurunya Sendiri 

“Disebut disuruh 12 kali dia jilat WC itu cuma pas yang ke empat kalinya muntah dia. Itulah suamiku langsung melabrak ke sekolah karena kami sebagai orangtua ya jelas tidak terima perlakuan seperti itu sama anak kami,” lanjutnya.

Alasan guru perempuan meniyiksa buah hatinya seddemikian keji, sambung Siti, lantaran sang anak yang masih ingusan itu tak membawa kompos yang diperintahkan guru tersebut.

Tak pelak, bocah tersebut disiksa menjilat closet sebanyak 12 kali. Pasca mendapat siksaan itu, lanjut Siti, buah hatinya mejadi sasaran olok-olokan dari teman-temannya.

Dinas Pendidikan Serdangbadagi jugut turut membenarkan adanya peristiwa tersebut. “Memang benar ada seorang guru kita yang memberikan hukuman yang tidak layak kepada siswa.

Memang siswa ini tidak menjalankan apa yang diminta gurunya. (Lalu) dibuatlah hukuman yang di luar kemanusiaan,” ungkap Kepala Disdik Sergai Joni Walker Manik, Rabu (14/3), sebagaimana diberitakan sumut.pojoksatu.id.

Ibu Siti: Kami Sakit Hati 

Bagi Siti dan suaminya, kabar  buah hati mereka dihukum secara tidak manusiawi seperti itu bagai menelan sebuah pil pahit. Mereka tidak keberatan anak mereka disiksa seperti membersihkan toilet. Namun hukuman menjilat closet sudah sangat keterlaluan.

“Perasaan saya sakit sekali dengar anak saya diberi hukuman seperti itu (jilat WC). Saya berpikir itu apa gak ada hukuman lain yang lebih pantas, kalau disuruh bersihkan WC atau dijemur gak masalah bagi saya. Kalau disuruh menjilat WC inikan gak pantas kali,” ujar Siti Hajar saat ditemui wartawan di rumahnya Rabu, (14/3).

Baca juga: Gara-gara Ini Kepala Sekolah Babak Belur Dihajar Orang Tua Murid

Siti mengakui, walaupun pihak sekolah sudah datang meminta maaf atas insiden tersebut, perasaan marah, kecewa, dan jengkel terhadap pelaku belum hilang. Ia dan suaminya masih kecewa.

“Masih kelas IV SD anakku ini. Udah minta damai memang Kepala Sekolahnya. Kemarin kebetulan ada acara di rumah jadi sibuk dan masih repot. Yang jelas hati kami sebagai orang tua ini sakit kalilah. Mana ada yang rela anaknya digituin,” katanya.

Dinas Pendidikan Serdangbedagai Janji Hukuman Terhadap Pelaku

Menanggapi insiden tersebut, Dinas Pendidikan Serdangbedagai menjanjikan hukuman terhadap pelaku.  Hal ini diungkap Kepala Dinas Serdangbedagai Joni Walker Manik, Rabu (14/3).

“Akan kita buat hukuman, apakah itu mutasi atau hal-hal yang lain. Kita tidak tolerir hal-hal sepeti itu,” cetus Joni.

Menurut keterangan Kadis Joni, pihaknya telah mengirim utusan ke sekolah terkait untuk mendalami kasus tersebut.

Baca juga: Guru Budi, Mantan Aktivis HMI yang Tewas Dianiaya Siswa

“Utusan Dinas Pendidikan Sergai sudah turun ke Desa Cempedak Lobang. Kita turunkan Korwil Sei Rampah, Pengawas dan Kabid SD, sudah sampai di sana,” pungkasnya.

Selain itu, Kadis Joni mengingatkan peristiwa itu sebagai pelajaran untuk sekolah-sekolah lain di seluruh Serdangbedagai.  Dirinya tidak menginginkan hal itu terulang di kemudian hari. Dinas Pendidikan Serdangbedagai juga akan terus memantau perilaku guru lain.

Artinya, akan membina pribadi yang tidak mencerminkan seorang guru. Sementara untuk siswa MBP yang dihukum menjilati WC akan diberi motivasi. Siswa tersebut didorong agar tetap semangat belajar.*

COMMENTS