Gerindra Sebut Koalisi Umat Bisa Jadikan Prabowo sebagai Presiden RI

Gerindra Sebut Koalisi Umat Bisa Jadikan Prabowo sebagai Presiden RI

Mereka yakin koalisi keumatan ini akan disetujui oleh ketiga partai lain itu dan dipastikan akan segera terbentuk. (Foto: Prabowo & Amien Rais di Mekkah - ist)

JAKARTA, dawainusa.com – Pada Sabtu lalu, dalam pertemuan dengan Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto dengan Amien Rais, pemimpin Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab menyerukan agar Gerindra, PKS, PAN dan PBB segera bergabung dan membentuk koalisi keumatan dalam rangka menghadapi Pilpres 2019 mendatang.

Seruan Rizieq tersebut mendapat tanggapan positif dari pihak Partai Gerindra sendiri. Anggota badan komunikasi Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Gerindra Andre Rosiade mengatakan, mereka yakin koalisi keumatan ini akan disetujui oleh ketiga partai lain itu dan dipastikan akan segera terbentuk.

Baca juga: Gerindra: Dukungan Rizieq Shihab Untuk Pilpres 2019 Sangat Penting

“Koalisi keumatan itu kan diserukan, ya sudah kita terus komunikasi untuk mematangkan koalisi empat partai itu dan mengajak partai lain bergabung sama kita ya komunikasi terus berjalan lah tapi tentu butuh proses. Tapi Insya Allah dengan PAN dan PKS kita sudah TST lah, tau sama tau, saling mengerti,” ujar Andre di Jakarta, Selasa (5/6).

Andre mengatakan, koalisi keumatan ini pasti sangat membantu Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto untuk menjadi Presiden RI. Apalagi dari hasil survei,  jelas dia, elektabilitas Prabowo semakin naik.

“Iyalah kita optimis bisa memenangkan kontestasi Pilpres 2019, apalagi menurut internal kita survei kita Pak Prabowo sejak dideklarasikan April surveinya naik terus,” kata Andre.

Kubuh Lawan Prabowo Panik

Selain itu, Andre mengatakan, terbentuknya koalisi keumatan ini pasti membuat kubuh lawan Prabowo panik. Hal ini, kata dia, terlihat jelas dari terhapusnya foto pertemuan antara Prabowo dan Amien Rais dengan Rizieq Shihab dari instagram.

“Ini kan tahun politik ya, kemarin beberapa bulan lalu, IG-nya ustaz Abdul Somad yang dihapus di sosmed. Sekarang tiba-tiba kita lihat foto-foto Habib Rizieq di Instagramnya Pak Amien di take down kalau menurut kami ada indikasi kepanikan dari penguasa,” tutur dia.

Baca juga: Gerindra Sebut Isu SARA akan Berakhir Jika Jokowi Lengser

Hilangnya foto dari media sosial instagram tersebut, kata Andre, membuktikan bahwa kubuh lawan Prabowo takut dengan akan terbentuknya koalisi keumatan ini. Sebab, kata dia, koalisi ini dipastikan memiliki kekuatan besar untuk memengaruhi Pilpres 2019 nanti.

“Karena foto itu dilike dilihat banyak orang sehingga muncul tanda kutip kepanikan dari penguasa, jadi adalah upaya upaya di take down dengan berbagai cara. Lihat fotonya aja udah panik, apalagi koalisi (umat) nya,” jelas Andrea.

Soal Pertemuan Prabowo, Amien Rais dan Rizieq Shihab

Sebagaimana diketahui, pada Sabtu 2 Juni lalu, Prabowo Subianto bersama Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais berkunjung ke tempat tinggal pemimpin Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab di Mekkah, Arab Saudi. Kunjungan itu dilakukan di sela ibadah umroh bersama antara kedua pembesar partai tersebut.

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Ferry Juliantono mengatakan, pertemuan ketiga orang tersebut dilakukan dalam rangka silaturahmi di antara mereka. Apalagi, klaim dia, Rizieq ialah seorang ulama yang memiliki pengaruh bagi sebagian umat Islam di Indonesia.

“Penting enggak penting silaturahim sangat penting dilakukan dan wajar menurut saya jika dilakukan di sela ibadah di tanah suci di bulan yang suci ini,” ujar Ferry di Jakarta, Senin (4/6).

Selain itu, Ferry juga mengatakan bahwa dalam pertemuan itu mereka juga membahas tentang dinamika politik di Indonesia. Ia mengatakan, saat pertemuan berlangsung, Rizieq Shihab mengusulkan agar segera membentuk koalisi umat.

Baca juga: PKS Ingatkan Gerindra Soal Pilpres

Koalisi ini, jelas Ferry, nantinya akan diisi oleh Gerindra, PAN, PKS dan PBB yang sangat menentukan situasi politik pada Pilpres 2019 mendatang. “Untuk 2019 ya siapa pun apalagi sekelas Habib Rizieq tentu menjadi penting untuk dimintai dukungannya,” ungkap Ferry.

Adapun dalam pertemuan tersebut, Rizieq Shihab memberikan lima amanah sebagai tanggapan atas Rapat Kerja Nasional (Rakornas) PA 212 yang dilaksanakan di Cibubur, Jakarta, Selasa (29/5) lalu. Lima amanah itu disampaikan Rizieq melalui Ketua Umum PA 212 Slamet Maarif.

Slamet mengungkapkan, pertama, Rizieq meminta agar PA 212 untuk mendukung demi terwujudnyua deklarasi terbuka koalisi Gerindra, PAN, PKS dan PBB sebelum deklarasi capres dan cawapres berlangsung.

“Dengan tujuan persatuan umat Islam yang sudah terbangun dalam spirit 212 tetap terjaga dengan baik sehingga akan berdampak pada kemenangan di Pilkada serentak 2018, Pileg dan Pilpres 2019,” jelas Slamet di Jakarta, Minggu (3/6).

Kedua, Rizieq mengapresiasi rekomendasi capres dan cawapres Rakornas PA 212. Semua calon yang direkomendasikan itu dinilainya bagus dan sangat pantas untuk memimpin Indonesia.

Ketiga, semua capres dan cawapres yang direkomendasikan PA 212 itu akan diberikan kesempatan yang sama agar mereka bisa memaparkan visi dan misinya serta komitmen mereka untuk memperjuangkan Islam pada Ijtima Ulama pada bulan Juli di Jakarta. Adapun acara itu akan dilaksanakan oleh GNPF Ulama melalui kerja sama dengan DPP FPI dan PA 212.

“Hasil dari Ijtima Ulama tersebutlah yang akan didukung penuh oleh HRS sebagai Capres dan Cawapres dengan catatan Koalisi keumatan tetap terjaga dan tidak bubar,” kata Slamet.

Sedangkan amanah terakhir, terang Slamet, ialah Rizieq meminta kepada seluruh umat Muslim di Indonesia agar tetap menjaga persatuan dan kesatuan. Mereka mesti tetap menunggu komando dari Ulama.*

COMMENTS