Gerindra: Dukungan Rizieq Shihab Untuk Pilpres 2019 Sangat Penting

Gerindra: Dukungan Rizieq Shihab Untuk Pilpres 2019 Sangat Penting

Saat pertemuan berlangsung, Rizieq Shihab mengusulkan agar segera membentuk koalisi umat (Foto: Pertemuan Rizieq Shihab, Prabowo Subianto & Amien Rais di Mekkah - ist)

JAKARTA, dawainusa.com – Pada Sabtu 2 Juni lalu, Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto bersama Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais berkunjung ke tempat tinggal pemimpin Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab di Mekkah, Arab Saudi. Kunjungan itu dilakukan di sela ibadah umroh bersama antara kedua pembesar partai tersebut.

Terkait hal itu, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Ferry Juliantono mengatakan, pertemuan ketiga orang tersebut dilakukan dalam rangka silaturahmi di antara mereka. Apalagi, klaim dia, Rizieq ialah seorang ulama yang memiliki pengaruh bagi sebagian umat Islam di Indonesia.

Baca juga: PA 212 Rekomendasikan Rizieq Shihab Maju dalam Pilpres 2019

“Penting enggak penting silaturahim sangat penting dilakukan dan wajar menurut saya jika dilakukan di sela ibadah di tanah suci di bulan yang suci ini,” ujar Ferry di Jakarta, Senin (4/6).

Selain itu, Ferry juga mengatakan bahwa dalam pertemuan itu mereka juga membahas tentang dinamika politik di Indonesia. Ia mengatakan, saat pertemuan berlangsung, Rizieq Shihab mengusulkan agar segera membentuk koalisi umat.

Koalisi ini, jelas Ferry, nantinya akan diisi oleh Gerindra, PAN, PKS dan PBB yang sangat menentukan situasi politik pada Pilpres 2019 mendatang. “Untuk 2019 ya siapa pun apalagi sekelas Habib Rizieq tentu menjadi penting untuk dimintai dukungannya,” ungkap Ferry.

Lima Amanah Rizieq Shihab

Adapun dalam pertemuan tersebut, Rizieq Shihab memberikan lima amanah sebagai tanggapan atas Rapat Kerja Nasional (Rakornas) PA 212 yang dilaksanakan di Cibubur, Jakarta, Selasa (29/5) lalu. Lima amanah itu disampaikan Rizieq melalui Ketua Umum PA 212 Slamet Maarif.

Slamet mengungkapkan, pertama, Rizieq meminta agar PA 212 untuk mendukung demi terwujudnyua deklarasi terbuka koalisi Gerindra, PAN, PKS dan PBB sebelum deklarasi capres dan cawapres berlangsung.

“Dengan tujuan persatuan umat Islam yang sudah terbangun dalam spirit 212 tetap terjaga dengan baik sehingga akan berdampak pada kemenangan di Pilkada serentak 2018, Pileg dan Pilpres 2019,” jelas Slamet di Jakarta, Minggu (3/6).

Baca juga: PA 212 Disarankan Dukung Rizieq Shihab Jadi Capres Lewat PAN

Kedua, Rizieq mengapresiasi rekomendasi capres dan cawapres Rakornas PA 212. Semua calon yang direkomendasikan itu dinilainya bagus dan sangat pantas untuk memimpin Indonesia.

Ketiga, semua capres dan cawapres yang direkomendasikan PA 212 itu akan diberikan kesempatan yang sama agar mereka bisa memaparkan visi dan misinya serta komitmen mereka untuk memperjuangkan Islam pada Ijtima Ulama pada bulan Juli di Jakarta. Adapun acara itu akan dilaksanakan oleh GNPF Ulama melalui kerja sama dengan DPP FPI dan PA 212.

“Hasil dari Ijtima Ulama tersebutlah yang akan didukung penuh oleh HRS sebagai Capres dan Cawapres dengan catatan Koalisi keumatan tetap terjaga dan tidak bubar,” kata Slamet.

Sedangkan amanah terakhir, terang Slamet, ialah Rizieq meminta kepada seluruh umat Muslim di Indonesia agar tetap menjaga persatuan dan kesatuan. Mereka mesti tetap menunggu komando dari Ulama.

Tiga Nama yang Direkomendasikan PA 212 untuk Pilpres 2019

Sebagaimana diketahui, dalam Rakornasi PA 212 tersebut, mereka merekomendasikan tiga nama untuk maju dalam Pilpres 2019 mendatang. Ketiga nama yang direkomendasikan itu ialah Rizieq Shihab, Prabowo Subianto dan Ketua MPR Zulkifli Hasan.

Rekomendasi Rizieq Shihab oleh PA 212 itu sendiri mendapat tanggapan dari Pengamat Politik dari Populi Center Usep S Ahyar. Ia mengatakan, isu pencalonan Rizieq sebagai capres ini masih sebatas wacana dan tidak akan mungkin terwujud.

Menurut dia, isu pencalonan ini merupakan sebuah manuver untuk menaikkan posisi tawar politik Rizieq di hadapan pemerintahan Jokowi agar jeratan hukum yang menimpanya dapat segera dihentikan.

Baca juga: Permintaan Persaudaraan Alumni 212 Soal Kasus Rizieq Shihab

“Harus dilihat lebih jauh, mereka ingin [Rizieq] bebas dari jeratan hukum. Kemudian membuat suatu manuver politik dengan mencalonkan sebagai calon presiden yang ingin membuat bargaining kepada pemerintah atau yang lain, ingin bebas dari jeratan itu,” kata Usep di Jakarta, Rabu (30/5).

Usep mengatakan, potensi Rizieq untuk menjadi calon presiden sangat lemah, karena popularitasnya sejauh ini tidak cukup sebagai syarat untuk mencalonkan diri sebagai presiden. Hal ini juga, jelas Usep, sudah pasti disadari oleh pihak alumni PA 212 serta partai politik.

Untuk menjadi seorang calon presiden, kata Usep, seseorang harus bisa didukung oleh partai politik dan menguasai 20 persen kursi di DPR. Sementara Rizieq, kata dia, bukan merupakan kader partai politik dan belum ada partai politik hendak mendukung dia.

“Agak berat kalau lihat konstelasi parpol yang ada di Indonesia, kader-kadernya sendiri aja yang punya kapasitas bisa jadi capres dibanding Rizieq banyak, ada Prabowo ada yang lain. Bahkan banyak tokoh parpol yang ngantri buat jadi capres atau cawapres,” tutur Usep.*

COMMENTS