Fredy Telah Pergi, Pelaku Penembakan Masih Misterius

Fredy Telah Pergi, Pelaku Penembakan Masih Misterius

PMKRI meminta polres Manggarai untuk menghadirkan tim forensik yang kompeten dalam menangani kasus ini agar tidak menimbulkan pertanyaan dan gejolak  publik di Manggarai. (Foto: Korban penembakan di Ruteng - ist)

RUTENG, dawainusa.com –  Isak tangis keluarga melepas kepergian Ferninandus Taruk, warga Karot, Kecamatan Langke Rembong, Kabupaten Manggarai yang meninggal dunia di RSUD Ben Mboi Ruteng, Sabtu (7/4).

Fredy, sapaan akrab pria 27 tahun ini, merupakan korban penembakan misterius pada 27 Maret lalu di Karot yang merupakan kampung asalnya.

Kepergian Fredy masih meninggalkan tanda tanya, baik bagi keluarga maupun publik Manggarai yang selama ini menunggu hasil kerja polisi dalam hal ini Kepolisian Resort (Polres) Manggarai.

Baca juga: Ini Saksi Kunci Kasus Penembakan Emakopera di Timika

Kerabat Korban Meragukan Penjelasan Kapolres Manggarai

Kasus penembakan misterius yang menimpa Fredy menimbulkan reaksi dari kerabat korban. Yos Syukur, salah seorang kerabatnya meminta pihak kepolisian mengusut kasus ini hingga tuntas dan mengungkap pelaku penembakan tersebut.

Meski demikian, Syukur bingung dengan penjelasan Kapolres Manggarai AKBP Cliffry S Lapian pada beberapa media online.

Lapian, seperti dilansir media lokal setempat pada 31 Maret lalu mengakui, saat kejadian penembakan berlansung ada seorang aparat dari Polres Manggarai yang nongkrong bersama korban.

Baca juga: Anthony Borges, Pahlawan Florida yang Ditembak Demi 20 Temannya

Menurut dia, aparat tersebut sedang menjalankan tugas Kamtibmas di wilayah kelurahan Karot tapi tidak membawa serta senjata api. Penjelasan Lapian menimbulkan pertanyaan bagi Syukur sebagai kerabat yang juga keluarga dekat dari korban.

“Apakah mungkin seorang aparat keamanan menjalankan tugas tanpa senjata api?, menjaga keamanan dan ketertiban tentu didukung dengan fasilitas dan salah satunya adalah senjata api”, kata Syukur menanggapi pernyataaan Kapolres.

Kebingunan lain dari keluarga korban, kata yos adalah soal informasi yang ia dapat terkait aparat yang ada bersama korban bukan petugas di kelurahan tersebut.

Dia menyayangkan, aparat yang saat itu berada di lokasi tidak bisa mendeteksi sumber suara ledakan hingga tiba-tiba Fredy jatuh tergeletak. Syukur berharap polisi harus secepatnya membuka misteri penembakan ini.

“Kami mendesak, Polisi segera menangkap dalang penembakan ini”, tegasnya.

PMKRI: Copot Kapolres Jika Kasus ini Tidak Diusut Tuntas

Sementara itu, Ketua Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Ruteng St. Agustinus servas Jemorang, mendesak Kapolres Manggarai dicopot jika kasus ini tidak diusut hingga tuntas.

Jemorang juga mendukung pihak keluarga untuk melakukan otopsi terhadap pihak korban.

“PMKRI mendukung upaya yang ditempuh pihak keluarga untuk melakukan otopsi”, kata jemorang, kepada Dawainusa.com, Sabtu (07/04).

Baca juga: Uskup Timika: Hal-hal Sepele Jangan Diselesaikan Dengan Senjata Api

Dia juga meminta polres Manggarai untuk hadirkan tim forensik yang kompeten dalam menangani kasus ini bagar tidak menimbulkan pertanyaan dan gejolak  publik di Manggarai.

Sebelumnya, Fredy ditembak orang tak dikenal saat sedang nongkrong bersama rekan-rekannya. Ia ditembak tepat di Kepala hingga jatuh terkapar di jalan raya.

Menurut keterangan  salah seorang saksi yang ada di TKP pada saat itu, korban dan rekan-rekannya sedang asyik duduk di dekat perapian. Tiba-tiba terdengar letupan senjata yang pelurunya tepat mengenai kepala Fredy hingga jatuh ke belakang dan terkapar di jalan raya.* (Elvis Yunani)

COMMENTS