Fadli Zon Soal Cara Berpolitik Prabowo yang Dinilai Mirip Donald Trump

Fadli Zon Soal Cara Berpolitik Prabowo yang Dinilai Mirip Donald Trump

Menurut Fadli Zon, segala bentuk kritik yang dilontarkan Prabowo sama sekali berbeda dengan yang dilakukan oleh Donald Trump. (Foto: Fadli Zon - ist)

JAKARTA, dawainusa.com Wakil Ketua Umum Gerindra Fadli Zon membantah penilaian pengamat politik Indo Barometer Muhammad Qodari yang melihat cara berpolitik Prabowo Subianto mirip dengan yang dilakukan oleh Presiden AS Donald Trump. Pasalnya, Prabowo seringkali mengeluarkan kritik yang kurang sopan.

Menurut Fadli Zon, segala bentuk kritik yang dilontarkan Prabowo sama sekali berbeda dengan yang dilakukan oleh Donald Trump. Ia mengatakan, Prabowo jelas lebih santun ketimbang Donald Trump.

“Berbeda dengan di Amerika, kalau di sana perdebatannya kasar sekali. Bahkan Donald Trump mengatakan akan memenjarakan Hillary, beda dengan di Indonesia, Pak Prabowo masih sangat santun mengemukakan pendapatnya,” kata Fadli Zon di Kompleks Parlemen, Jakarta Selatan, Rabu (4/4).

Baca juga: Benarkah Prabowo Halalkan Segala Cara Demi Pilpres?

Fadli Zon menilai, Qoradi sangat keliru dalam menilai berbagai kritik yang disampaikan Ketua Umum Partai Gerindra tersebut. Padahal, jelas Fadli, segala kritik Prabowo itu bertujuan untuk meningkatkan kualitas bangsa dan negara ini. Ia mengatakan, Prabowo hanya hendak mengungkapkan berbagai aspirasi rakyat yang sudah prihatin dengan kepemimpinan Jokowi.

“Pak prabowo mengingatkan tentang sejumlah masalah yang dihadapi oleh bangsa kita, itu bukan menebarkan ketakutan, saya kira itu salah paham Indo Barometer yang seharusnya enggak boleh salah paham seperti itu,” tutur Faldi.

Hal senanda juga disampaikan oleh Wakil Sekretaris Jendral Partai Gerindra Andre Rosiade. Ia mengatakan, apa yang dikatakan Prabowo ialah bentuk peringatak kepada para elite yang berada dalam lingkaran kekuasaan saat ini.

“Beda sekali antara Trump berkampanye dengan pak Prabowo, malah aneh kalau elite tidak merasakan kondisi bangsa,” ujar Andrea.

Untuk diketahui, dalam sebuah kesempatan berpidato di Cikampek, Jawa Barat, Prabowo mengatakan, banyak elite di Indonesia yang suka membohongi rakyat. Mereka, kata Prabowo, sering menyalahgunakan kekuasaannya untuk menyejahterakan diri sendiri tanpa peduli dengan kemaslahatan publik.

“Jangan-jangan karena elite kita yang goblok atau menurut saya campuran. Sudah serakah, mental maling, hatinya beku, tidak setia pada rakyat. Mereka hanya ingin kaya,” kata Prabowo.

Bagian Dari Strategi Politik Prabowo

Pidato tersebut kemudian ditanggapi oleh Sekretaris Jendral Partai NasDem Jhonny G Plate. Ia menilai, ungkapan Prabowo tersebut merupakan bentuk strategi politiknya dalam rangka Pilpres 2019. Karena itu, ia menegaskan, ungkapan Prabowo itu sama sekali tidak layak untuk didengar karena cenderung menfitnah.

“Ini bagian pasti dari kontestasi Pilpres tetapi bagian kontestasi Pilpres tidak layak kalau digunakan dengan cara-cara fitnah, tidak layak kalau digunakan cara ajudasi dan menghasut,” ujar Jhonny di Kantor DPP Partai NasDem, Gondangdia, Jakarta, Selasa (3/4).

Baca juga: Pernyataan MUI Soal Tudingan Prabowo terhadap Pemerintahan Jokowi

Hal senada juga ditanggapi oleh Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto. Ia mengatakan, ungkapan mantan panglima kostrad tersebut sah-sah saja. Apalagi, terang Ailangga, Prabowo digadang-gadang hendak bertarung dalam kontestasi politik dalam Pilpres 2019.

Airlangga mengatakan, ungkapan Prabowo tersebut bisa jadi merupakan strategi kampanye demi suksesi politik dalam Pilpres 2019. Karena itu, seringkali, ia juga tidak akan peduli apakah ungkapan itu benar atau tidak, berdasarkan fakta atau fiksi. Intinya, terang Airlangga, dengan cara itu, Prabowo dapat memengaruhi pemilih untuk memilihnya.

“Ya namanya orang mau kampanye. Apa [saja] juga dipakai,” kata Airlangga di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (2/4).

Tunjukkan Siapa Orangnya

Sebelumnya, Ketua Majelis Ulama Indonesia Ma’ruf Amin mengatakan, Prabowo hanya melemparkan isu untuk memengaruhi persepsi publik. Ia menegaskan, Prabowo hanya melempar tuduhan yang tidak jelas dan tidak masuk akal.

Menurut mantan anggota Dewan Pertimbangan Presiden Bidang Hubungan Antar Agama tersebut, kalau memang ada elite yang seperti dituding oleh Prabowo, seharusnya ia bisa menunjukkan siapa orangnya.

Baca juga: Rizieq Shihab Bantah Pernah Menyebut Dukung Prabowo untuk Pilpres

Hal tersebut, demikian Ma’ruf sangat penting untuk menghindari berbagai spekulasi di kalangan publik. Karena, jelas dia, perkataan Prabowo tersebut hanya mengacaukan situasi negara.

“Orangnya mana? Tunjuk saja yang bohongi publik mana gitu loh. Tunjuk nama, tunjuk hidung saja,” kata Ma’ruf di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (2/4).*

COMMENTS