Elar selatan, Dari Janji Politik Sampai Surati Presiden Jokowi

Elar selatan, Dari Janji Politik Sampai Surati Presiden Jokowi

Ditengah gencarnya pembangunan Infrastruktur Jalan Tol dibawah kepemimpinan Joko Widodo, kondisi Kecamatan dengan 12 Desa ini makin hari makin menyedihkan. (Foto: Elvis Yunani)

BORONG, dawainusa Kecamatan Elar Selatan, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur telah bertahun-tahun terisolasi.

Di tengah gencarnya pembangunan Infrastruktur Jalan Tol dibawah kepemimpinan Joko Widodo, kondisi kecamatan dengan 12 desa ini makin hari makin menyedihkan.

Impian memiliki infrastruktur jalan yang bagus seperti ditempat lain sudah menjadi impian warga disana karena berdampak lansung bagi kehidupan mereka.

Baca juga: Ini Isi Surat Sejumlah Pastor Asal Manggarai Timur untuk Jokowi

Salah satu potret Kondisi jalan di Dusun Renden, Desa Panwaru Kec. Elar selatan,

Salah satu potret Kondisi jalan di Dusun Renden, Desa Panwaru Kec. Elar selatan (Foto: Elvis)

Elar Selatan, 20-an Tahun Berjibaku di Jalur Maut

Puluhan tahun lamanya kondisi jalan dari dan menuju Elar Selatan tidak diperhatikan. Jalan yang dirintis pada akhir era 80 an itu kini meninggalkan lubang menganga dimana tak ubahnya seperti kali mati.

Jalan provinsi yang terbentang sepanjang 73 km (Bealaing -Mukun-Mbazang) ini, mengalami titik kerusakan paling parah di Kecamatan Elar Selatan karena di dua kecamatan lain seperti Poco Ranaka dan Kota Komba selalu mendapat penanganan dari Pemprov NTT.

Baca juga: Tiga Proposal Belum Ditanggapi, Kepsek SMAN 3 Elar Tak Menyerah

Adrianus, warga Desa Paan Waru mengaku, kerusakan jalan di daerahnya menghambat semua aktivitas mereka setiap hari. Dia mencontohkan, ketika mereka menuju kota Kabupaten Manggarai Timur di Borong mereka harus bermalam di jalan karena butuh waktu yang cukup lama di perjalanan.

“Kalau ke Borong sekarang kita harus tidur dijalan, kondisi jalannya memakan waktu lama di perjalanan, belum lagi karena sopirnya capeh, pilihannya harus tidur dijalan”, kata Adrianus kepada Dawainusa.com, Kamis (22/03).

Selain itu, dampak lain yang harus mereka terima dari kondisi seperti ini adalah akses-akses menuju pusat pelayanan kesehatan. Tidak jarang warga di Elar selatan menyerah untuk tidak mendapatkan perawatan medis karena medan yang dilintasi sangat berat.

“Kalau ada orang sakit biasanya kami tunggu sampai ada tim medis yang datang, mereka juga datang mengunjungi pasien dengan susah payah karena medan seperti ini”,jelasnya.

Hal serupa disampaikan warga Desa Gising yang tidak mau disebutkan namanya oleh Dawai Nusa. Menurut dia, karena kondisi jalan seperti ini mereka tak jarang harus menempuh jalur yang lebih jauh menuju Kota Kabupaten yaitu melalui Kabupaten Ngada.

“Kalau kami ke Borong sekarang kami harus ke Bajawa dulu, setelah itu kami masuk ke jalan negara yang mulus menuju Borong walaupun kami harus lama di perjalanan”, tuturnya.

Dari Janji Politik hingga Surati Presiden 

Tahun berlalu, kondisi jalan di Elar selatan makin memburuk. Hajatan pilkada sampai pemilu terus menjadi agenda rutin Negara.

Politisi lintas Partai setiap berkunjung ke daerah ini selalu mengobral janji mendulang dukungan. Janji tinggal janji, warga Elar selatan semakin jauh dari perhatian Pemerintah.

Baca juga: Pulau Sumba di NTT Terpilih Sebagai Pulau Terbaik Dunia

“Kami sudah kenyang dengan janji politik, hampir tiap tahun kami mendengar janji dari pemerintah dan yang datang berkampanye, hasilnya tidak ada”, kat a Marten, Warga Desa Pan Waru mengungkapkan kekesalannya.

Menurut dia, buruknya infrastruktur di Elar selatan bukan hal baru. Mulai dari pemberitaan media sampai surati presiden Joko Widodo di Jakarta belum berhasil memberikan solusi yang tepat.

“Kami senang banyak berita terkait jalan rusak disini tapi sepertinya tetap tidak memberikan solusi konkrit, kami harus tunggu sampai kapan?” pungkasnya.

Perihatin dengan buruknya kondisi ini , tokoh agama dan tokoh masyarakat diaspora dari Kecamatan Elar Selatan di berbagai belahan dunia menyurati Presiden Joko Widodo di Jakarta.

Dalam Surat tertanggal 14 Desember 2017 itu, mereka memohon kepada Presiden Jokowi untuk memperhatikan kondisi buruk yang mereka alami saat ini. Namun hingga kini surat tersebut belum mendapat respon dari Presiden Jokowi.* (Elvis Yunani)

COMMENTS