Dylan Sada, Model Cantik yang Ungkap Perbuatan Bejat Ayahnya

Dylan Sada, Model Cantik yang Ungkap Perbuatan Bejat Ayahnya

Cerita Dylan Sada soal pelecehan seksual oleh ayah kandungnya menyedot perhatian nitizen. Peristiwa itu masih membayanginya hingga ia tumbuh dewasa, terlebih ketika ia tinggal di rumah. (Foto: Dylan Sada - Instagram @Dylan_sada)

CELEB, dawainusa.com Setelah beberapa waktu lalu mengalami penganiayaan oleh kekasihnya, kini fotografer sekaligus model Dylan Sada menceritakan pengalaman pahit masa kecilnya. Cerita tersebut ia bagikan di unggahan Instagram pribadinya.

Dylan mengunggah sebuah potret dengan caption panjang yang mengagetkan publik. Dalam caption tersebut, Dylan mengaku pernah mengalami pelecehan seksual saat berusia belia. Pelecehan tersebut dilakukan oleh ayah kandung Dylan sendiri. Saat itu ia menutupi dalam-dalam mengenai kekejaman ayahnya pada siapapun lantaran malu dan takut.

“Saya akan mengungkapkan sebuah pengakuan. Saya telah merahasiakan ini selama saya masih mengingatnya. menurut saya inilah saat yang tepat untuk akhirnya aku akui. Saya pernah mengalami pelecehan secara seksual yang dilakukan oleh ayah kandung saya ketika saya masih sangat muda. Sulit dipercaya bahwa saya masih mengingatnya dengan jelas. Sebelumnya, saya mengubur cerita ini dari siapapun karena saya takut dan malu…,” tulis Dylan dalam unggahan tersebut, Jumat (16/3).

Baca juga: Biasa Hidup Mewah, Begini Kondisi Roro Fitria di Balik Jeruji

Dylan menambahkan jika kejadian tersebut masih membayanginya hingga ia tumbuh dewasa, terlebih ketika ia tinggal di rumah. Dengan tujuan melupakan kenangan pahit itu, Dylan memutuskan untuk berpindah negara.

Namun, kenangan pahitnya tersebut masih saja menghantui. Ia pun mengalihkan pikirannya dengan mengonsumsi alkohol, narkoba dan segala yang menurutkan dapat menjadikan ia lebih baik.

“…Saya tidak dapat menyangkal bahwa hal itu sangat mempengaruhi saya. Saya beralih ke alkohol dan narkoba serta apapun yang bisa membuat saya merasa lebih baik. Saya tidak bangga akan hal itu tapi memang itu yang terjadi. Saya tidak pernah mengerti mengapa orang selalu memandang saya. Saya juga merasa seperti sedang membodohi semua orang. Hingga akhirnya aku berantakan namun itu aku lakukan hanya untuk meraih mimpiku dan melupakan rasa sakitku. Aku juga benci karena darahnya mengalir dalam tubuhku.., “tulis Dylan melanjutkan ceritanya.

Adapun sebelum menuangkan curhatan hatinya, Dylan sendiri dianiaya oleh kekasihnya, pria asal New York Amerika Serikat. Kejadian tersebut sempat menghebohkan publik.

Kejadian tidak menyenangkan itu Dylan bagikan melalui akun Instagram pribadinya @Dylan_sada pada Senin (5/3). Dylan mengunggah foto wajah penuh lebam akibat kekerasan yang dilakukan kekasihnya. Kasus yang mengundang simpati dari masyarakat Indonesia ini sudah dilaporkan Dylan kepada polisi setempat.

pengakuan-Dylan-Sada

Pengakuan Dylan Sada (Foto: Instagram @dylan_sada)

Berpengaruh terhadap Kehidupan Rumah Tangga Dylan Sada

Dylan juga mengatakan, rasa sakitnya ini berpengaruh terhadap kehidupan rumah tangga pertamanya. Akibat dari rasa sakit ini, ia juga kehilangan banyak teman baik sepanjang hidup karena ia sangat membenci dirinya dan tidak ingin menerima cinta dan bantuan.

Ini mempengaruhi pernikahan pertamaku, aku kehilangan banyak teman baik sepanjang hidupku karena aku sangat membenci diriku sendiri shingga aku tidak menginginkan cinta dan bantuan,” tulis Dylan.

Unggahan ini pun langsung diramaikan oleh komentar warganet. Para warganet mengutarkan ucapan simpatinya untuk Dylan.

Baca juga: Kenakan Bikini, Aktris Cantik Sofia Andres Hebohkan Filipina

Kak Dylan, ketahuilah bahwa kami menyayangimu. Kamu akan berhasil melewatinya,” tulis akun @akibaryou. “Aku sangat bangga akan dirimu, teruskanlah dy!!❤❤❤,” tulis akun @monda_atika. “Terimakasih telah berbagi kisah ini kak Dylan 🖤,” tulis akun @auroramanda95.

Depresi berat membuat Dylan pernah melakukan percobaan bunuh diri sebanyak lima kali. Beruntung, kekasihnya mengetahui hal itu dan menyelamatkannya.

Saat itu, Dylan merasa bunuh diri adalah sebuah pembebasan dan cara yang tepat untuk meredam rasa sakit yang ia rasakan setiap harinya. Dylan menambahkan, alasannya menceritakan pengalaman pahit itu ialah karena ia merasa wajib untuk mengatakannya sekarang.

“Saya bangga menjadi orang Indonesia, namun sayangnya, kesehatan mental bukanlah isu yang dibicarakan secara terbuka,” ujarnya.

Dylan menegaskan, masalah kesehatan mental adalah hal penting, dan sepatutnya jadi hal yang dibicarakan secara terbuka dan bagi si penderita tidak perlu malu dan takut untuk menceritakan masalahnya kepada orang lain, selama hal itu membuat si penderita merasa lebih baik.

Memaafkan Orang-orang yang Telah Menyakitinya

Dylan dalam unggahannya juga meminta agar masalah ini tidak dibesar-besarkan. “Saya mohon dari hati terdalam agar tidak lagi ada kebencian, ancaman kepada orang yang kalian duga melakukan hal ini,” ucap Dylan.

“Saya tahu kalian marah tetapi hal negatif seperti itu hanya akan berakhir buruk. Saya akan menjalani ini dengan baik-baik saja dan saya yakin dia juga,” lanjutnya.

Baca juga: Intip Kemesraan Azizah Maumere Bersama Sang Pacar

Dia juga menyampaikan juga sudah memaafkan kekasihnya dan berharap yang terbaik untuknya. Mereka akan menyelesaikan masalah ini dengan caranya sendiri. “Saya sudah maafkan dia. Kami berdua akan memulai lembaran baru dengan hal yang positif dan saling menghormati satu sama lain,” katanya.

Dylan mengungkapkan alasan dia mengunggah video bekas luka penganiayaan itu yakni untuk memberikan kesadaran tentang kasus kekerasan domestik, bukan untuk menghukum seseorang.

“Saya dikirim ke ER trauma, tempat para wanita melalui apa yang sudah saya alami. Saya mendengar mereka menangis, saya merasakan sakit mereka, jadi saya pikir perlu mengeposkannya,” ucapnya.

Perempuan pemilik nama asli Aldila Wulandari Kusumashanty Pranadjaja ini mengatakan telah menerima banyak dukungan, kasih sayang dan dia merasa sangat bersyukur.

“Saya telah berjuang dengan cinta untuk waktu yang lama dan untuk pertama kalinya mendapat apresiasi diri, terima kasih banyak, terima kasih. Tidak ada lagi rasa sakit, cukup sudah cukup,” tutupnya.*

COMMENTS