Dua Prajurit Ditangkap Polisi Malaysia, Begini Kronologi Versi TNI

Dua Prajurit Ditangkap Polisi Malaysia, Begini Kronologi Versi TNI

Saat itu kedua anggota TNI AD tersebut ditugaskan karena ada informasi tentang penyelundupan barang ilegal dari Malaysia ke Indonesia lewat jalan tikus patok D. 699/11 atau pintu portal kebun sawit Malaysia. (Foto: Prajurit TNI AD - detik.com)

JAKARTA, dawainusa.com Pada Jumat (23/3), dua prajurit TNI ditangkap Polis Diraja Malaysia daerah Lundu di wilayah perbatasan Malaysia. Keduanya diduga akibat pelanggaran masuk wilayah Malaysia.

Kepala Penerangan Daerah Militer XII/Tanjung Pura Kolonel Infanteri Tri Rana Subekti mengatakan, dua anggota Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan Yonif 642/Kapuas itu diamankan lantaran masuk wilayah Malaysia.

“Ditahan oleh Polis Diraja Malaysia saat melaksanakan pengendapan yang posisi atau titik pengendapan,” kata dia dalam keterangan tertulis, Minggu (25/3) lalu.

Baca juga: Panglima TNI Revisi Keputusan Gatot Nurmantyo Soal Mutasi

Menurut Tri, keduanya tak sadar telah memasuki wilayah Malaysia. “Saat melakukan pengendapan, sudah masuk di wilayah Malaysia tanpa disadari kedua anggota,” ujarnya. Saat bertemu dengan Polis Diraja Malaysia, dua prajurit itu pun ditangkap dan ditahan.

Jalur Tikus Penyelundupan Barang Ilegal

Tri menjelaskan, saat itu kedua anggota TNI AD tersebut ditugaskan karena ada informasi tentang penyelundupan barang ilegal dari Malaysia ke Indonesia lewat jalan tikus patok D. 699/11 atau pintu portal kebun sawit Malaysia (PT Rimbunan Hijau).

Menurutnya, jalur tikus tersebut memang kerap kali digunakan untuk melakukan penyelundupan barang ilegal dari Malaysia ke Indonesia maupun sebaliknya.

Baca juga: Cakeda Tersangka Korupsi Bisa Digugurkan, Begini Caranya

Tri juga menuturkan di jalur tikus tersebut tidak ada patok atau batas negara yang jelas, sehingga kedua anggota TNI tersebut tidak menyadari jika telah masuk ke wilayah Malaysia.

“Kalau di lapangan itu kan tidak ada pagar, hutan-hutan, kayak gunung, bukit. Tidak tahu mana batasnya. Patoknya jauh-jauh ada yang 10km,” tuturnya.

Dua anggota yang diamankan tersebut adalah Kopral Dua M. Rizal dan Prajurit Kepala Subur Arianto. Pada 21 Maret, Komandan Pos Sei Saparan SSK II Satgas Pamtas Yonif 642/Kapuas Sersan Satu Abiyulsani mendapat perintah dari Komanda SSK II Satgas Pamtas Yonif 642/Kapuas Kapten Infanteri Suyitno untuk melaksanakan pengendapan di jalur pelolosan (jalan tikus) patok D 699/11.

Dua Prajurit yang Ditangkap Sudah Dipulangkan

Saat ini, kedua prajurit yang ditahan itu sudah diserahkan kembali ke Indonesia. Hal tersebut disampaikan Kementerian Luar Negeri (Kemlu) lewat pesan singkat kepada detik.com, Senin (26/3) malam.

“Mereka sudah diserahkan kepada Konjen kita di KJRI, polisi lalu tadi pagi penyerahan pukul 08.30 waktu Kuching,” ujar Jubir Kemlu Armanattha Nasir.

Baca juga: Soal Cawapres, Jokowi: Silahkan Partai Pendukung Usulkan Nama Calon

Nasir mengatakan, dua prajurit TNI itu sudah diserahkan ke Konsulat Jenderal Indonesia di Kuching, Sarawak. Kemudian pihak KJRI sudah menyerahkan kepada Danrem dan kembali ke Indonesia.

“Setelah itu mereka di bawa kembali ke Indonesia oleh danrem,” ucapnya.

Sebelumnya,sejumlah media di Malaysia menyebut penahanan terhadap 2 prajurit TNI di Malaysia ini karena keduanya melanggar wilayah perbatasan dan mengendarai motor curian.*

COMMENTS