Dituding Amien Rais Berbohong Soal Sertifikat Tanah, Ini Jawaban Istana

Dituding Amien Rais Berbohong Soal Sertifikat Tanah, Ini Jawaban Istana

Tudingan Amien Rais yang menyebut Presiden Joko Widodo (Jokowi) membohongi masyarakat melalui pembagian sertifikat tanah ditanggapi pihak istana. (Foto: Amien Rais dan Presiden Jokowi - Ist).

JAKARTA, dawainusa.com Pihak istana angkat bicara terkait tudingan Ketua Majelis Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais yang menyebut Presiden Joko Widodo membohongi masyarakat melalui pembagian sertifikat tanah.

Juru Bicara Presiden Johan Budi mengatakan, tuduhan yang dilayangkan Amien Rais tersebut sama sekali tidak mendasar dan karena itu tidak layak untuk didengar apalagi ditanggapi secara serius.

“Kalau ambil langkah serius saya kira tidak. Kan dia (Amien Rais) selalu komentar-komentar yang kadang menurut saya tidak jelas,” ujar Johan di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (20/3).

Mantan Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) itu menjelaskan, program pembagian sertifikat tanah merupakan kebijakan pemerintahan Jokowi-JK yang sudah berjalan hampir empat tahun.

“Saya tidak paham yang dimaksud Amien Rais ngibulin itu yang mana? Ini program nyata. Jadi mungkin perlu ditanya balik ke Amien Rais definisi ngibul itu apa,” tegasnya.

Baca juga: Rizieq Shihab Pulang Kampung, Begini Pesan Amien Rais ke Jokowi

Johan menerangkan, program tersebut dilakukan Jokowi karena selama ini pemerintah selalu mendapatkan laporan terkait banyaknya sengketa tanah di berbagai daerah di Indonesia. Masalah tersebut terjadi lantaran banyak tanah yang tidak memiliki sertifikat.

Karena itu, sejak awal, Presiden Jokowi langsung turun ke setiap daerah untuk melihat pembagian sertifikat dan bahkan hal ini sudah menjadi acara wajib dari Jokowi ketika berkunjung ke daerah.

Selain itu, lanjutnya, Jokowi juga sudah mematok target jangka panjang 126 juta sertifikat harus sudah diterbitkan pada 2023. Sementara, pada tahun ini, ia menargetkan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertahanan Nasional (ATR/BPN) menerbitkan 7 juta sertifikat tanah.

Johan pun menyebut, terkait tudingan Amien Rais tersebut, Jokowi tidak akan menanggapinya secara serius serta tidak akan melaporkannya kepada polisi.

Jangan Asal Bunyi Soal Sertifikat Tanah

Sebelumnya, tudingan Amien Rais terhadap Presiden Jokowi juga ditanggapi oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan ketika menyampaikan sambutan dalam Seminar Nasional ‘Kebijakan dan Koordinasi Bidang Maritim untuk Kesejahteraan Nelayan’ di Auditorium BPK, Jakarta, Senin (19/3).

Dalam kesempatan itu, ia meminta agar Amien Rais jangan asal bunyi atau ‘asbun’ (asal bunyi) soal program pembagian sertifikat tanah tersebut.

“Salahnya (pembagian sertifikat) di mana? Asbun aja itu. Saya pikir enggak boleh asal ngomong, apalagi senior. Dia (Amien) kan berapa (umurnya)? 70 tahun. Saya kan 71 tahun juga,” kata Luhut.

Baca juga: Selain Gagal Tegakkan HAM, Pemerintahan Jokowi Juga Dinilai Otoriter

Luhut membantah bahwa program pembagian sertifikat tanah itu ialah pengibulan seperti yang dituding oleh Amien Rais saat menjadi pembicara dalam acara diskusi di Bandung, Minggu (18/3).

“Ngapain ngibulin? Dari dulu udah dibagi kok sertifikat itu. Tapi prosesnya lama, panjang, dan sedikit. Sekarang lebih cepat dan banyak. Banyak yang bisa kita buat kalau mau, kita mengarah ke negeri yang baik. Jadi kalau ada kritik, ya kritik itu ya membangunlah,” tutur Luhut.

Selain itu, Luhut juga menilai, perkataan Amien Rais itu seolah-olah menunjukkan dirinya sebagai ‘orang suci’ yang tidak memiliki dosa. Padahal, klaim Luhut, dirinya sangat tahu persis tentang rekam jejak Amien Rais serta dosa-dosa masa lalunya.

Bentuk Arogansi Kekuasaan

Pernyataan Luhut tersebut ditanggapi oleh Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon. Ia mengatakan, apa yang disampaikan Luhut terkait dosa masa lalu Amien Rais itu merupakan sebuah ancaman dan wujud dari arogansi kekuasaannya.

“Ancaman itu menurut saya menunjukan arogansi kekuasan harus dihindarilah karena akan merugikan diri sendiri. Arogansi kekuasaan harus dihilangkan,” ujar Fadli di Jakarta, Selasa (20/3).

Baca juga: Komentar Pedas Fadli Zon ke Luhut Soal Dosa Tokoh Senior

Menurut dia, pemerintah seharusnya merespon pernyataan Amien Rais secara bijak dan bukan justru melontarkan ancaman balik kepadanya.

“Saya pikir untuk apa sih mengancam-ancam seperti tidak ada dosa saja. Orang mencari-cari (kesalahan) bisa saja ditemukan kelemahan-kelemahannya di masa lalu. Siapa manusia sekarang yang sempurna, kecuali malaikat?” kata Fadli.

“Saya maklum Pak Luhut mungkin emosional saja, sama seperti waktu reklamasi juga emosional. Mestinya enggak perlu keluar kata-kata seperti itu,” lanjutnya.*

COMMENTS