Ditangkap di Indonesia, Penjahat Tersohor India Dihukum Seumur Hidup

Ditangkap di Indonesia, Penjahat Tersohor India Dihukum Seumur Hidup

Chhota Rajan, salah seorang penjahat tersohor di India ditangkap di Indonesia. Rajan telah dijatuhi hukuman seumur hidup karena memerintahkan pembunuhan terhadap seorang jurnalis Mumbai. (Foto: Chhota Rajan - bbc)

MUMBAI, dawainusa.com Chhota Rajan, salah seorang penjahat tersohor di India ditangkap di Indonesia. Rajan telah dijatuhi hukuman seumur hidup karena memerintahkan pembunuhan terhadap seorang jurnalis Mumbai.

Temuan pengadilan Mumbai, Jyotirmoy Dey, yang dikenal sebagai wartawan bidang kriminal, ditembak mati di Mumbai pada 2011 lalu oleh empat pria atas perintah Chhota Rajan.

Pria 58 tahun itu telah ditahan semenjak 2015 setelah diekstradisi dari Indonesia. Dia ditangkap oleh kepolisian Indonesia di Bandara Ngurah Rai, Denpasar, Bali, pada 2015 lalu, setelah baru mendarat dari Australia, tempat pelariannya selama sekitar tujuh tahun.

Baca juga: Trump, Yerusalem dan Upaya Perdamaian Israel-Palestina

Diberitakan BBC, hukuman penjara seumur hidup atas Rajan dibacakan oleh pengadilan di Mumbai pada Rabu. Dia hadir bersama delapan orang kaki tangannya.

Satu orang tersangka masih dinyatakan buron, sementara satu orang lainnya meninggal tiga tahun lalu. Walaupun ada 155 orang bersaksi di persidangan, tidak ada satu orang pun yang menyaksikan pembunuhan tersebut.

Bunuh Wartawan

Jyotirmoy Dey (58) merupakan wartawan terkenal di Mumbai yang sering melakukan investigasi kasus-kasus kriminal klas kakap.

Pengguna nama pena (byline) J Dey itu melaporkan beberapa kasus kejahatan skala besar yang melibatkan kelompok mafia yang selama ini tidak tersentuh, diantaranya adalah Rajan.

Baca juga: Anthony Borges, Pahlawan Florida yang Ditembak Demi 20 Temannya

Terbunuhnya Dey mengundang reaksi dan kecaman para wartawan Mumbai. Mereka pun menggelar unjuk rasa, menuntut agar pemerintah India melakukan upaya perlindungan terhadap kerja profesional wartawan.

Semula penyelidikan kasus ini ditangani oleh kepolisian Mumbai, tetapi kemudian diambil alih oleh kepolisian federal setelah Rajan ditangkap di Indonesia.

Chhota Rajan (atau “Little Rajan”), yang memiliki nama asli Rajendra Sadashiv Nikalje, dituduh berada di balik sejumlah kasus pembunuhan, pemerasan dan peredaran narkoba.

Rajan dibesarkan di Mumbai dan sejak belia sudah terlibat kasus kejahatan kecil setelah kemudian menjadi bos mafia di balik berbagai kasus kriminal berskala besar.

Rajan, Sang Gangster Mumbai

Rajan dilahirkan di Mumbai, Maharashtra, India. Namanya mulai mengkilap di dunia hitam setelah terlibat kasus 2 pembunuhan pada tahun 1980-an dan direkrut oleh kelompok penyelundup emas, Dawood.

Pada masa itu, geng tumbuh subur di India. Perang antargeng sudah biasa. Mereka beraksi bak mafia. Ia juga pernah menjadi sasaran geng lain. Rajan ditembak di sebuah hotel di Bangkok. Bak film, dalam perawatan medis, Rajan melarikan diri dan menghilang.

Baca juga: AS Donatur Terbesar Palestina, Bagaimana dengan Indonesia?

Atas berbagai kejahatan seperti pembunuhan, penyelundupan, perdagangan narkoba, dan kepemilikan senjata api, Rajan yang dikenal dengan julukan gangster Mumbai ini diburu polisi India sejak 1994. Namanya dimasukkan dalam daftar buronan Interpol setahun kemudian. Jejaknya tak terendus.

Minggu (25/10/2015), polisi Australia mengabarkan Rajan menggunakan nama Kumar Mohan dan terbang menuju Indonesia. Menurut data Interpol Indonesia, Rajan merupakan otak 20 kasus pembunuhan.*

COMMENTS