Diaspora Manggarai di Malang Gelar Seminar Pembangunan Pariwisata

Diaspora Manggarai di Malang Gelar Seminar Pembangunan Pariwisata

Pembangunan pariwisata di Manggarai dan terkhusus di Manggarai Barat, pada umumnya telah berjalan baik karena telah menyerap banyak tenaga kerja lokal. (Foto Seminar Pembangunan Pariwisata Diaspora Manggarai Malang - ist)

MALANG, dawainusa.com – Warga Manggarai yang berdomisili di Malang, Jawa Timur menggelar seminar pembangunan pariwisata  di Gedung Pusat Pertemuan Ilmiah (PPI) Universitas Merdeka Malang, Minggu (27/5).

Seminar bertajuk “Strategi Pembangunan Pariwisata Untuk Membangun Perekonomian Masyarakat Manggarai” itu dimotori Komunitas Ngobrol Pintar (Ngopi) Manggarai Malang untuk memperingati Hari Kebangkitan Nasional 20 Mei 2018.

Seminar tersebut dibuka secara langsung oleh Pembina Komunitas Ngopi yang juga Guru Besar di Universitas Merdeka Malang, Profesor Aloysius R. Entah. Dalam sambutanya, Profesor Aloysius mengaku bangga dan mengapresiasi inisiatif yang luar biasa dari Komunitas Ngopi untuk mengambil bagian dalam Pembangunan Pariwisata Manggarai melalui kegiatan seminar.

Baca juga: Kaya Potensi Pariwisata, DPRD NTT Minta Dukungan Pemerintah Pusat

“Saya bangga dan memberikan apresiasi yang luar biasa kepada Komunitas Ngopi karena telah menunjukan tanggung jawab besar dalam membangun Pariwisata Manggarai. Saya berharap kegiatan semacam ini harus giat dilakukan dan bisa berkontribusi penuh bagi Pembangunan Pariwisata di Manggarai,” kata Profesor Aloisyus.

Seminar yang dimoderatori oleh Fendi Jehamat, mahasiswa pascasarjana Universitas Merdeka Malang itu menghadirkan  pemateri dari berbagai latar belakang di antaranya, praktisi pariwisata sekaligus ketua PHRI Cabang Manggrai Barat, Silvester Wanggel, Kepala Dinas Pariwista Manggarai Barat, Theodorus Suardi, M.Si dan perwakilan akademisi yang juga Wakil Rektor Binus Institute of Creative Tehnology Malang, Dr. Robertus T. Herman, SE,. MM.

Dalam paparan materinya, Silvester Wanggel mengatakan, pembangunan pariwisata di Manggarai dan terkhusus di Manggarai Barat, pada umumnya telah berjalan baik karena telah menyerap banyak tenaga kerja lokal. Sebagai Praktisi Pariwisata, ia juga menjelaskan pengalamannya dalam mendampingi pekerja-pekerja di tempat wisata.

“Usaha Hotel dan Restoran di Labuan Bajo sudah menyerap banyak tenaga kerja dan memperoteksi tenaga kerja lokal,” kata Silvester.

Untuk kemajuan Pariwisata Mabar yang lebih baik, Silvester meminta pemerintah setempat untuk memperhatikan bergai persoalan dalam pengelolaan pariwisata, termasuk manajeman pengelolaan Kapal.

Pemerintah Telah Serius Tangani Pariwista

Sementara itu, mewakili pemerintah, Theodorus Suardi mengatakan, sejauh ini pemerintah sudah serius menangani  sektor pariwisata. Membangun kerja sama dengan berbagai elemen dan sektor terkait lainya kata Theodorus, sedang  gencar dilakukan pemerintah untuk kemajuan pariwisata Manggarai dan Mabar khususnya.

“Pemerintah sudah berusaha membangun kapasitas masyarakat melalui kerja sama dengan Perguruan Tinggi melalui pelaksanaan KKN dan KKL di Manggarai Barat,” papar Theodorus.

Baca juga: Dinas Pariwisata NTT Berencana Gaet Wisatawan Asal Tiongkok

Sementara itu, Robertus Herman menjelaskan tentang trend perkembangan media teknologi digital yang bisa dimanfaat untuk promosi pariwisata. Ia merekomendasikan kepada pemerintah untuk bisa memperhatikan kawasan-kawasan yang bernilai jual.

“Setiap daerah wisata harus mampu memunculkan produk unggulan sebagai icon wisata”, jelas Robertus.

Kaum Muda Garda Terdepan bangun Pariwisata

Kordinator Komunitas Ngopi, Mega Jehaman mengatakan, kaum muda adalah garda terdepan dalam  pembangunan daerah, termasuk pembangunan pariwista di Manggarai.  “Masa depan Manggarai ke depan bergantung pada kualitas orang mudanya saat ini,” kata Mega.

Mega berharap seminar yang diselenggarakan oleh Komunitas Ngopi Malang itu membangkitan kesadaran semua kalangan terutama kaum muda sendiri untuk tidak tinggal diam dalam setiap agenda pembangunan bangsa terutama pembangunan di wilayah Manggarai.

Baca juga: Tiga Negara Ini Bahas Kerja Sama Pariwisata di Labuan Bajo

Dalam kesimpulan akhir, Fendi Jehamat selaku moderator menekankan bahwa, pariwisata sebagai sektor unggulan dalam pembangunan daerah Manggarai membutuhkan kerja sama dan integrasi seluruh komponen seperti pemerintah, swasta/pelaku usaha dan masyarakat dalam pengelolaannya.

Adapun strategi yang harus dilakukan adalah mensinkronkan kebijakan pembangunan melalui sinergisitas seluruh komponen, meningkatkan kualitas SDM dan tata obyek wisata, menjadikan hasil ekonomi kreatif dan kuliner  asli Manggarai sebagai icon wisata dan pengembangan usaha sektor lain seperti pertanian untuk menunjang usaha pariwisata,” Papar Mantan Ketua Osis SMA Seminari Pius X11 Kisol itu.

Adapun seminar yang dihadiri oleh lebih kurang 300 mahasiswa, orangtua Manggarai Malang dan undangan dari  daerah lain ini dimeriahkan oleh aktraksi tarian dari sanggar Kstaria Nucalale dan sanggar Ntala Gewang, juga dihibur oleh Andylian Band dan sajak dari Kopi Semu.* (Sahabat Dawai: Fendi Jehamat)

COMMENTS