Di Makassar Seorang Pengemudi Online Dipaksa Nikahi Penumpang

Di Makassar Seorang Pengemudi Online Dipaksa Nikahi Penumpang

Si penumpang meminta untuk diantar ke Departemen Agama dengan alasan ingin mendaftar haji. Namun, setibanya di tempat tujuan, wanita tersebut justru meminta Sadarul untuk menikahinya. (Foto: Sadarul - Kompas.com)

MAKASAR, dawainusa.com Bagai petir menyambar di siang bolong, mungkin begitu yang dirasakan oleh laki-laki yang berprofesi sebagai pengemudi ojek online satu ini. Bagaimana tidak, baru saja mengenal dengan seorang wanita, tapi dia sudah diminta untuk menikahinya.

Kisah gegernya pemaksaan yang dialami si pengemudi ojek online bernama Sadarul tersebut, bermula ketika ia mengambil permintaan penjemputan seorang wanita.

Tanpa memiliki rasa curiga, dia pun menerima permintaan itu dan mengantar wanita yang jadi penumpangnya itu ke Departemen Agama.

Baca juga: Dukun Ini Ditangkap Setelah Gelar Ritual Sentuh 7 Titik Sensitif

Kronologis Kejadian

Awalnya, sebagaimana dilansir Kompas.com, Kamis (22/3), si penumpang meminta untuk diantar ke Departemen Agama dengan alasan ingin mendaftar haji. Namun, setibanya di tempat tujuan, wanita tersebut justru meminta Sadarul untuk menikahinya, sayangnya Sadarul menolak, dan langsung meninggalkan si wanita penumpangnya tersebut.

Melihat Sadarul tidak menuruti maunya, wanita berinisial S itu tidak lantas menyerah. Dia terus mengikuti pria yang mengantarnya, hingga terjadi keributan di antara mereka, yang membuat warga sekitar geger.

Baca juga: Episode Berdarah, Tentang 10 Pria Rohingya yang Dibantai Militer

Peristiwa yang diduga pemaksaan untuk menikah itu terjadi di salah satu daerah di Makassar, Sulawesi Selatan, Maret 2018 lalu. Andrew mengaku kaget karena dipaksa menikah dan menolak karena baru mengenal sehari lalu dari temannya.

“Saya kaget, baru kenal sudah disuruh menikahi,” ucap Andrew yang kala itu masih mengenakan helm dan kaus berwarna hijau tua.

Mengetahui adanya keributan, pihak kepolisian Makassar langsung membawa Sadarul dan penumpangnya ke Polsekta Makassar, untuk menghindari kerumunan masyarakat semakin padat.

Saat di Polsekta keponakan S datang menjemput tantenya itu. Keponakannya S mengaku, tantenya mengalami kelainan jiwa. “Masalah pun selesai dan saya cabut laporan,” ungkapnya.

Hal itu dibenarkan oleh  seorang Polwan yang mengenali S. Polwan itu pernah menangani kasus S dengan laporan yang sama. Polwan itu pun menegaskan bahwa S mengidap gangguan kejiwaan.

Bukan Pengemudi Online

Saat dikonfirmasi, Sadarul membantah bahwa dirinya bukanlah pengemudi ojek online. Namun, kejadian dirinya dipaksa untuk menikahi perempuan yang diboncengnya adalah benar dialaminya. Sadarul mengatakan, hari itu, Rizal, temannya yang adalah pengemudi ojek online menghubunginya.

Rizal minta tolong untuk mengantarkan teman wanitanya yang berinisial S. Dia pun menyanggupi lalu menjemput S di Jalan Hertasning yang tak jauh dari rumah kosnya.

Baca juga: Pria Pengangguran di Sumba Hamili Adik Kandungnya yang Masih SD

Sadarul mengatakan selain dipaksa untuk menikahinya, dirinya dituduh telah melakukan pemerkosaan. Namun, setelah diselidiki oleh aparat kepolisian, laporan Amelia adalah palsu.

“Saya sempat kaget, termasuk juga dengan penghuni rumah kos lainnya. Teman-teman kos bilang, kita dapat masalah besar ini dituduh melakukan pemerkosaan. Tapi saat di Polsekta Panakukang, ada seorang polwan yang mengenali S. Polwan itu pernah menangani kasus S dengan laporan yang sama. Polwan itu pun menegaskan bahwa Amelia mengidap gangguan kejiwaan,” ungkapnya.*

COMMENTS