Di Larantuka, Pemprov NTT Siapkan Kapal untuk Peziarah Jumat Agung

Di Larantuka, Pemprov NTT Siapkan Kapal untuk Peziarah Jumat Agung

Pemprov NTT akan menyiapkan kapal khusus untuk mengangkut para peziarah dari Pulau Timor yang akan mengikuti prosesi Jumat Agung di Larantuka. (Foto: Prosesi Semana Santa di Larantuka - Cbsnews.com).

KUPANG, dawainusa.com Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mendukung penuh prosesi Jumat Agung di Larantuka, Flores Timur pada 30 Maret 2018 mendatang. Dalam rangka itu, Pemprov akan menyiapkan kapal khusus untuk mengangkut para peziarah dari Pulau Timor yang akan mengikuti prosesi tersebut.

“Pemerintah menyiapkan satu kapal feri untuk mengangkut peziarah Jumat Agung yang berasal dari seluruh Pulau Timor,” kata Kepala Biro Kesejahteraan Sosial Setda NTT Barthol Badar di Kupang, seperti diberitakan Antara, Senin (26/3).

Menurut Barthol, kapal tersebut bisa mengangkut 800 peziarah, tanpa membawa serta kendaraan baik roda dua maupun roda empat. Adapun untuk transportasi darat sampai di Larantuka, kata Barthol, akan disiapkan oleh Pemerintah Kabupaten Flores Timur termasuk tempat penginapan bagi para peziarah.

Baca juga: Detik-detik Penyerangan di Gereja St Lidwina Sleman

Sebagaimana diketahui, prosesi Jumat Agung tahun ini yang jatuh pada tanggal 31 Maret 2018 itu merupakan sebuah tradisi sakral dalam agama Katolik untuk memperingati wafatnya Yesus Kristus. Di Larantuka, ibu kota Kabupaten Flores Timur, prosesi ini telah dilaksanakan sejak 500 tahun lampau.

Tradisi keagamaan yang merupakan warisan Portugis tersebut mulai dilakukan ketika Bangsa Portugis menyebarkan agama Katolik dan berdagang cendana di Kepulauan Nusa Tenggara.

Selain itu, prosesi Jumat Agung itu sendiri merupakan agenda tahunan dari Pemerintah daerah Flores Timur sebagai wisata rohani dalam menarik wisatawan baik domestik maupun mancanegara.

Prosesi Jumat Agung Harus Kondusif

Secara terpisah, Ketua Panitia prosesi Jumat Agung Piter atau yang biasa disebut Semana Santa itu mengatakan, ribuan Peziarah yang datang ke Larantuka itu hendak datang untuk berdoa.

Karena itu, semua panitia bisa membantu mempersiapkan suasana itu. “Di sini ada Kepela Tuhan Meninu. Orang mau datang berdoa, bantu arahkan dan berikan kesan terbaik,” kata Piter.

Piter pun mengimbau semua panitia untuk menciptakan situasi dan suasana yang kondusif selama perayaan berlangsung. “Jaga sikap, jaga tutur kata, berikan kesan terbaik kepada para peziarah,” pungkas Piter.

Baca juga: Penyerangan di Gereja Santa Lidwina, Ini Pernyataan Sikap PMKRI

Ia menerangkan, tradisi Semana Santa itu diwariskan oleh suku-suku di Kota Rowido dan dijaga terus kelestariannya hingga hari ini. “Ada tiga suku besar yang berperan penting dalam upacara ini, Suku Kinta Besa, Suku Pohon Rita dan Suku Nalele,” jelasnya.

Selain itu, semua kegiatan terkait Kepela Tuhan Meninu, ungkapnya, selalu dalam koordinasi para tetua suku dari tiga suku tersebut. “Tahun 2018, Anta Berok Tuhan langsung oleh tetua suku. Ini kembali ke tradisi asli dulu,” terang Piter.

Pengamanan Melibatkan Pemuda Muslim

Sebelumnya, para pemuda Muslim di Flores Timur telah melibatkan diri secara aktif untuk membantu mengamankan prosesi Jumat Agung yang diadakan setiap tahun di wilayah tersebut.

“Setiap tahun umat muslim selalu terlibat, tetapi tahun ini koordinasinya jauh lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya. Jauh hari sebelumnya Polres sudah minta para pemuda Muslim untuk terlibat,” kata Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Flores Timur Ahmad Bethan.

Ia mengatakan, beberapa hari lalu Polres Flores Timur mengundang MUI untuk meminta tambahan jumlah pemuda yang akan terlibat membantu pengamanan prosesi Jumat Agung di Larantuka.

Baca juga: Saling Meminjamkan Lahan Parkir, Toleransi ala Gereja Katedral dan Masjid Istiqlal

“Tahun ini koordinasinya lebih bagus. Dua pekan lalu kami sudah mengirim nama puluhan pemuda untuk bersama aparat kepolisian melakukan pengamanan, tapi dua hari lalu ada permintaan tambahan,” ujarnya.

Ahmad menambahkan, selain terlibat dalam membantu pengamanan, semua umat Muslim juga diminta untuk memberikan informasi tentang prosesi Jumat Agung ini kepada para peziarah.

“Jadi melalui Mesjid-Mesjid umat diberikan pemahaman tentang prosesi Jumat Agung di Larantuka untuk bisa memberikan informasi kepada para pendatang yang membutuhkan informasi,” ungkapnya.*

COMMENTS