Di Hadapan Polisi, Pria Asal Betun Bacok Gregorius Hingga Tewas

Di Hadapan Polisi, Pria Asal Betun Bacok Gregorius Hingga Tewas

Seorang pria asal Betun tewas dibacok Fransikus Moruk hingga leher nyaris putus. Sebelum dibacok, Gregorius mendapat penganiayaan. Kepalanya dipukul dengan batu. (Ilustrasi pembacokan - Kriminologi.id)

BETUN, dawainusa.com Naas menimpa Gregorius Bria, Rabu (21/3), pukul 13.15 Wita. Hari itu menjadi Rabu kelabu bagi Gregorius. Pria 54 tahun itu tewas dibacok Fransikus Moruk hingga leher nyaris putus. Sebelum dibacok, Gregorius mendapat penganiayaan. Kepalanya dipukul dengan batu.

Kasat Reskrim Polres Belu Iptu Jemy Oktovianus Noke membenarkan terjadinya peristiwa yang menyibak duka tersebut. Pelaku, kata Iptu Noke, membacok korban dengan sebillah parang di hadapan dua orang polisi.

“Pelaku membacok korban, dengan menggunakan sebilah parang hingga tewas di tempat,” kata Jemy sebagaimana diberitakan  Kompas.com, Jumat (23/3).

Baca juga: Pria Bertopeng Pelaku Pembunuhan Megi Manek Diringkus Polisi

Setelah membunuh korban, pelaku melarikan diri ke hutan. Ia berhasil diamankan pada Kamis (22/3) atau sehari setelah kejadian itu.  Sementara itu, korban baru dievakuasi ke RSPP Betun sekitar pukul 20.00 Wita pada hari kejadian. Adapun korban dan pelaku masih memiliki hubungan keluarga.

Pelaku Tak Terima Dituduh Mencuri Babi

Menurut Keterangan Iptu Jemy Noke, pelaku yang diketahui masih punya hubungan dengan korban membunuh korban karena dituding mencuri babi. “Mungkin karena dendam dan tidak mau dimediasi kasus pencurian babi,” kata Jemy.

Pasalnya, korban melaporkan pelaku dengan tuduhan mencuri babi miliknya ke Polres Belu. Laporan korban tersebut ditanggapi pihak pihak kepolisian Belu.

Baca juga: TKI Zaini Dipancung dan Dalil Guru Besar Filsafat

Mereka mengutus dua anggota yakni Joao da Costa dan Anjar Zakarias, menggunakan mobil patroli menuju ke rumah kepala Dusun Saneon B untuk melakukan mediasi.

Kehadiran dua anggota kepolisian itu tak diterima pelaku. Ia sempat beradu mulut dengan kedua polisi tersebut. Pelaku tidak mau memberikan klarifikasi dan malah mengamuk. Bahkan pelaku sempat menyerang polisi Anjar Zakarias dengan parang dan untuknya Anar menghindar.

Saat sedang mengamuk dengan polisi itu lah, pelaku melihat korban di Tempat kejadia perkara (TKP). Ia Pun mengejar korban dan kemudian menghajarnya dengan parang dan batu.

“Saat Anjar menghindar dari TKP tersebut, anggota polisi lainnya Joao, lalu mencoba untuk menenangkan pelaku, namun pelaku tidak menghiraukan. Saat bersamaan, pelaku melihat korban berjalan menuju ke arah TKP, sehingga pelaku langsung mengejar korban,” jelas Jemy.

Saat korban terjatuh, pelaku lalu mengambil sebuah batu dan memukul ke arah kepala korban sebanyak satu kali, sehingga korban pun pingsan. Pelaku kemudian menindih, membacok, serta menganiaya korban hingga meninggal di tempat. Setelah korban meninggal, pelaku langsung melarikan diri.

Keterangan Istri Korban: Saya Tak Menyangka Seperti Ini

Kematian pria 54 tahun itu meninggalkan luka dan duka bagi sang istri dan anak-anaknya. Lusia Muti, demikian nama sang istri korban, tak pernah membayangkan ujung dari lembaran hidup suaminya selesai dengan sebilah parang.

Apalagi, kata dia, pelaku yang menghabisi nyawa suami adalah orang yang masih memiliki hubungan keluarga. Menurut Lusia, diduga pelaku emosi karena dituding mencuri babi sehingga ia melampiaskan emosinya dengan membunuh suaminya.

Baca juga: Selain Gagal Tegakkan HAM, Pemerintahan Jokowi Juga Dinilai Otoriter

“Saya  tidak pernah berpikir suami saya saya mati seperti ini. Apalagi Fransiskus Moruk (pelaku) itu asih ada hubungan keluarga dengan kami. Dia tega sekali dan buat kami kehilangan orang yang kami cintai,” ujar Lusia sambil menyeka air matanya.

Lusia melihat, sesaat sebelum kejadian, pelaku memegang parang dan sempat bertengkar dengannya. Pelaku sempat mengancam untuk membunuh suaminya. Mendengar ancaman seperti itu, Lusia bergegas mencari suaminya untuk memberitahu kalau suaminya diancam dibunuh, namun ia tidak sempat bertemu suaminya.

Ternyata suaminya sudah terkapar di halaman rumah dengan berlumuran darah. Ia menemukan suaminya sudah keadaan meninggal dunia.*

COMMENTS