Di Ende, Pasangan Suami Istri Catut Nama Pastor untuk Menipu

Di Ende, Pasangan Suami Istri Catut Nama Pastor untuk Menipu

Pada 14 Februari, korban mendapat pesan dari akun tersebut. Adapun pesan tersebut yakni sang pastor ingin meminjam uang sebesar Rp4 juta. (Ilustrasi penipuan lewat Fecabook - elbareport.it)

ENDE, dawainusa.com Sepasang suami istri, yakni Try Rahmatullah alias El dan Antoniete Marselina A. Goruguta alias Selin melakukan penipuan dengan modus mencatut nama seorang pastor Serikat Sabda Allah (SVD), yakni Pasto Simeon Katu SVD.

Dilansir Tribunnews.com, Minggu (18/3), peristiwa tersebut disampaikan Kepala Satuan Reserse dan Kriminal (Kasat Reskrim)Polres Ende, Iptu Sujud Alif  via WhatsApp.

Menurut Iptu Sujud, kedua pelaku kejahatan itu menipu warga Wolotolo, Kecamatan Detusoko, Kabupaten Ende, atas nama Emilia Secilia.

Baca juga: Terlibat Kasus Narkoba, TKI Ilegal Asal Ende Ditahan Polisi Malaysia

Dari aksi penipuan itu, pelaku berhasil mendapatkan uang dari korban sebesar Rp 4 Juta (empat  juta rupiah). Korban telah melaporkan pelaku kepada pihak berwajib. Kini kedua pelaku telah ditangkap dan ditahan di Mapolres Ende.

Para pelaku disangka melakukan tindak pidana menyebarkan berita bohong dan menyesatkan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 45 ayat (2) Jo Pasal 28 ayat (1) Undang-undang Republik Indonesia nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan atas Undang-undang nomor 11 tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik Jo Pasal 378 KUHP

Kronologi Peristiwa: Pelaku Menipu via Facebook

Awal peristiwa tersebut, jelas Iptu Sudud, ketika korban ditambahkan sebagai teman di akun facebook oleh pelaku pada awal Februari lalu. Karena nama akun tersebut dikenal korban, ia pun menerima permintaan tersebut.

Pasalnya, nama akun dari facebook tersebut, yakni Semeon Ketu SVD. Ia mengenal nama itu, yakni pastor paroki Wolotolo, Detusoko, Ende.

Baca juga: Indahnya Wisata Alam Air Terjun Mbubhu di Woloora Ende

Pada 14 Februari, korban mendapat pesan dari akun tersebut. Adapun pesan tersebut yakni sang pastor ingin meminjam uang sebesar Rp4 juta.

Uang tersebut, demikian disampaikan dalam akun tersebut, untuk mengobati ibu dari sang pastor yang akan berobat di Manggarai. Uang tersebut akan dikembalikkan pada 16 Februari.

Permintaan  dari akun bernama pastor itu ditanggapi positif oleh korban. Ia tak menduga bahwa itu penipuan. Dia tetap yakin itu adalah pastor parokinya. Ia kasihan dengan sang pastor dan akhirnya ia mengirim uang sesuasi yang diminta dalam pesan tersebut.

Hari itu juga (red: 14 Februari) korban mentransfer uang tersebut melalui ATM BNI yang ada di pegadaian Wolowona ke Rek BRI atas MARIANA GIRE KENOBA dengan nomor rekening 002401041258509 pada hari Rabu tanggal 14 Februari 2018 sekitar jam 17.20 Wita.

Pelaku kemudian meminta korban untuk mengirim bukti tranfser tersebut. Korban mengirimnya. Pelaku kemudian mengucapkan terima kasih kepada korban. Pada hari pengembalian sebagaimana yang dijanjikan, korban mengirim pesan ke akun tersebut.

Namun, pesan yang dikirimnya tak dibalas. Sehari setelah itu, yakni pada 17 Februari, akun facebook tersebut tak bisa diakses. Akhirnya, korban ke Ende sampai di Ende dia mencoba menghubungi lewat telepon Pater Simeon Katu SVD karena di Wolotolo signal tidak bagus.

Setelah dia menghubungi Pater Simeon Katu SVD, dia menceritakan kejadian tersebut dan yang membuat dia kaget menurut Pater Simeon Katu SVD tidak pernah meminjam uang kepadanya dan Pater Simeon juga tidak pernah main Facebook.

Mendengar keterangan pastor tersebut, kemudian korban menyadari ia ditipu. Ia pun melaporkan kejadian tersebut kepada pihak polres Ende.

Pesan untuk Warga Lain

Bukan kejadian baru cerita pencuri mencatut nama tokoh religius untuk menipu atau memperdaya korban. Oleh karena itu, Iptu Sujud meminta dan menghimbau warga lain untuk belajar dari kasus tersebut.

Menurut dia, masyarakat pengguna media sosial harus hati-hati dan waspada dengan modus pernipuan sepeerti. Kalau ada permintaan yak tak wajar harusnya masyarakat mengecek kembali.

Baca juga: Tidak Melaut, Nelayan di Ende Terpaksa Jadi Tukang Ojek

“Masyarakat kalau ada yang mendapat pesan tak wajar seperti itu semestinya melakukan pengecekan kepada yang bersangkutan atau keluarganya agar tidak terjadi penipuan seperti ini,” ungkap Iptu Sujud.

Terhadap pelaku penipuan tersebut, Iptu Sujud menjanjikan pihaknya akan memproses sesuai dengan hukum yang berlaku.*

COMMENTS