Detik-detik Presiden Duterte Mencium Seorang Pekerja Perempuan

Detik-detik Presiden Duterte Mencium Seorang Pekerja Perempuan

Aksi Presiden Filipina, Rodrigo Duterte, yang mencium seorang pekerja migran asal Filipina di bibirnya dalam sebuah acara yang disiarkan langsung menuai kecaman. (Presiden Duterte sedang berciuman - BBC)

SOUL, dawainusa.com Aksi Presiden Filipina, Rodrigo Duterte, yang mencium seorang pekerja migran asal Filipina di bibirnya dalam sebuah acara yang disiarkan langsung menuai kecaman.

Aksi tersebut dilakukan Duterte ketika menyampaikan pidato di Korea Selatan, Senin (4/6). Duterte lalu memanggil dua perempuan ke atas panggung dan salah seorang berhasil diyakinkannya untuk berciuman di bibir.

Adegan tersebut mengundang sorak sorai di kalangan hadirin, yang sebagian besar adalah para pekerja migran Filipina di luar negeri atau OFW.

Baca juga: Rodrigo Duterte, Si Digong Perusak Demokrasi Asia Tenggara

Namun kelompok pegiat perempuan, Gabriela, menyebut ciuman itu sebagai ‘teater yang menjijikkan dari seorang presiden misoginis (yang memandang rendah perempuan)’.

Pekerja perempuan yang berciuman dengan Presiden Duterte itu belakangan mengatakan tidak ada maksud buruk dari adegan ciuman tersebut.

Citra Kuat dan Tegas

Bukan pertama kalinya Duterte dituduh berperilaku buruk atas perempuan. Meskipun rangkaian tuduhan misoginis disematkan atas Duterte, sang presiden tetap menjadi sosok yang populer di kalangan warga Filipina dan juga para pekerja migran Filipina di luar negeri.

Banyak pekerja migran mengatakan mereka suka dengan Duterte karena dia menampilkan citra Filipina yang kuat dan tegas. Duterte juga dianggap sebagai figur ayah yang menjaga negara dan anak-anaknya saat mereka bekerja di luar negeri.

Baca juga: Alasan Presiden Duterte Bidik Pacquiao Jadi Penerusnya

Laporan Howard Johnson, aeoran wartawan BBC di Filipina mengatakan, dalam satu kesempatan di Inggris, dirinya bertemu dengan seorang perawat Filipina yang bekerja di sebuah rumah sakit di London. Dia mengatakan, media Barat berpikir tidak adil atas presiden mereka dan tidak melaporkan berita tentangnya secara akurat.

Para pengkritik pemerintah mengatakan banyak pekerja migran yang menjadi sasaran oleh para penulis blog yang pro-pemerintah di media sosial. Mereka juga berpendapat pesan-pesan di Facebook dan Twitter mencerminkan citra gemerlap presiden yang tidak akurat.

Ciuman Duterte dan Hiburan Menyembunyikan Popularitas

Gabriela sendiri menuduh Duterte sebagai bagian dari upaya yang lebih besar untuk beralih dari masalah kebijakan yang sebenarnya dan juga menurunnya popularitas Duterte.

“Aksi machoisme (kejantanan) yang berulang dimaksudkan sebagai hiburan untuk menyembunyikan kenyataan popularitasnya yang menurun pesat terkait masalah pembunuhan tanpa jalur hukum, reformasi pajak untuk hukum Akselerasi dan Inklusi, serta skandal-skandal korupsi besar yang melanda pemerintahannya,” sebut kelompok itu dalam pernyataan resmi seperti yang dikutip BBC.

Baca juga: Kecam Pembersihan Etnis Rohingya, Paus Fransiskus Temui Jenderal Min Aung Hlaing

Perempuan yang dicium Duterte, sebagaimana dilaporkan kantor berita Philippine News Agency, bernama Bea Kim. Ditanya apakah masih lajang atau tidak, dia mengaku menikah dengan orang Korea.

Dia menyatakan ‘tidak ada maksud buruk’ dari ciuman tersebut dengan menambahkan bahwa insiden bersangkutan ‘tidak bermakna apapun selain menghibur atau membuat gembira warga Filipina yang hadir dalam pertemuan’.

Sebelumnya, Duterte juga pernah memicu kemarahan karena komentar-komentarnya yang dianggap merendahkan perempuan.

Pada Bulan April 2016 lalu, saat sedang berkampany, Duterte berkomentar soal pembunuhan dan pemerkosaan seorang misionaris perempuan Australia di Davao, ketika dia masih menjabat wali kota di sana.

“Saya marah karena dia diperkosa,” tuturnya. “Itu satu hal. Namun dia cantik sekali, wali kota seharusnya yang mendapat pertama kali, tersia-sia,” katanya.

Kantornya kemudian meminta maaf atas komentar tersebut. Awal tahun ini Presiden Duterte mengatakan kepada para tentara Filipina agar menembak perempuan pemberontak komunis di bagian vagina.*

Video Duterte Cium Pekerja Migran Filipina:

COMMENTS