Dengan Syarat Ini, Alumni 212 Siap Mendukung Prabowo di Pilpres

Dengan Syarat Ini, Alumni 212 Siap Mendukung Prabowo di Pilpres

Alumni 212 berkomitmen akan mendukung Prabowo Subianto untuk menjadi Presiden Republik Indonesia (RI) dengan syarat bisa berkomitmen menegakkan hukum Islam di Indonesia. (Foto: Eggi Sudjana, Rizieq Shihab dan Muhammad Al Khatkhath saat menuaikan ibadah haji di Arab Saudi - Dok. Eggi Sudjana)

JAKARTA, dawainusa.com Alumni 212 berkomitmen akan mendukung Prabowo Subianto untuk menjadi Presiden Republik Indonesia (RI) dengan syarat bisa berkomitmen menegakkan hukum Islam di Indonesia.

Hal itu disampaikan oleh Anggota Penasihat Persaudaraan (PA) 212) Eggi Sudjana di Bekasi, Selasa (26/3). “Probowo, ataupun siapapun capres, mereka mau enggak komitmen tegakkan hukum Islam?” kata Eggi.

Eggi menerangkan, Persaudaraan Alumni 212 memiliki peluang besar untuk mendukung Ketua Umum Partai Gerindra itu menjadi Presiden RI karena mereka telah lama mengenal mantan Danjen Kopassus tersebut. Apalagi, demikian Eggi, Prabowo juga memiliki modal dan partai.

Baca juga: Cawapres Prabowo di Pilpres 2019, Dua Nama Ini Punya Peluang Besar

“Tapi persoalannya dia mau enggak menegakkan hukum Allah? Mustinya mau, kan, dia orang beriman. Kalau dia tidak mau saya tanda tanya. Tapi kalau dia (Prabowo) sepakat, orang lain tidak sepakat, akan saya dukung. Komitmen kami itu komitmen nilai untuk menuju Indonesia bertaqwa dan sejahtera,” cetus Eggi.

Segera Berkoalisi Mendukung Prabowo

Sementara itu, pemimpin Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab yang juga menjadi penggerak gerakan 212 tersebut juga mendukung  Prabowo untuk kembali bertarung dalam Pemilihan Presiden 2019.

Wakil Sekretaris Jendral Partai Gerindra Andre Rosiade mengatakan, saat itu, Rizieq meminta agar Partai Gerindra segera melakukan koalisi dengan Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Keadilan Sejahtera (PKS), dan Partai Bulan Bintang (PBB) dalam rangka menggantikan pemerintahan Jokowi melalui Pilpres 2019.

Baca juga: Selain Prabowo, Mega dan SBY Pernah Bicara Indonesia Pecah

“Habib (Rizieq) meminta agar Gerindra, PKS, PAN, dan PBB berkoalisi untuk menggantikan rezim Jokowi yang sekarang,” kata Andre saat mengunjungi kediaman Rizieq Shihab di Mekkah, Rabu (21/3).

Apabila koalisi tersebut dibentuk, jelas Andrea, Rizieq berjanji akan mengajak dan mengumpulkan semua umat Islam secara khusus para alumni 212 untuk mendukung. Andrea sendiri mengaku menyambut baik usulan Rizieq tersebut. Apalagi, kata dia, saat ini Gerindra sudah berkoalisi dengan PKS di luar pemerintahan.

Adapun kehendak Rizieq yang meminta Gerindra, PKS, PAN, dan PBB berkoalisi karena empat partai tersebut dianggap telah membela umat Islam, yakni dengan tidak mendukung Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok pada Pilkada DKI kali lalu. Alasan lain ialah karena partai tersebut juga menolak Undang-Undang Organisasi Kemasyarakatan.

Selain meminta empat partai tersebut untuk segera berkoalisi, tersangka kasus dugaan pornografi tersebut juga mendambakan Partai Islam Damai Aman (Idaman) untuk turut berkoalisi dengan Gerindra, PKS, PAN dan PBB.

Untuk diketahui, sejauh ini, Partai Idaman masih berusaha untuk dapat ikut dalam pemilihan umum dengan menggugat keputusan KPU ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN). “Habib bilang kalau partai Idaman menang di PTUN bisa ikut pemilu 2019, diharapkan dapat juga berperan,” kata Andre.

Jokowi Tak Dihendaki Umat Islam?

Sementara itu, Ketua Umum Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama Yusuf Muhammad Martak mengklaim bahwa umat Islam sudah tidak lagi menghendaki agar Jokowi menjadi Presiden RI. Meskipun belum secara resmi mendukung Prabowo, mereka, katanya, sudah sepakat untuk menolak Jokowi mempimpin kembali NKRI ini.

“Umat Islam berharap muncul calon-calon lain. Calon alternatif seperti Pak Prabowo (Ketua Gerindra, Prabowo Subianto) dan lain sebagainya,” ujar Yusuf di Jakarta, Senin (12/3).

Baca juga: Fadli Zon: Gerindra Akan Segera Deklarasi Prabowo Capres 2019

Yusuf menerangkan, pihaknya akan mengakomodasi setiap nama yang disukai umat Islam untuk menjadi Capres. Karena itu, kata dia, demi menampung aspirasi dari umat Islam, GNPF Ulama akan menghelat Kongres Umat Islam pada April 2018 mendatang.

Dalam kongres tersebut, ungkapnya, GNPF Ulama akan melakukan musyawarah terkait calon presiden yang akan diusung oleh umat Islam.

“Kami ingin mengedukasi umat di tahun politik ini terutama terkait perhelatan Pilkada 2018 dan Pilpres 2019 agar umat memahami dan menentukan calon pemimpin yang layak dipilih sesuai rekam jejak yang bersih dan kompetensinya,” kata Yusuf.*

COMMENTS