Demokrat Ajukan 3 Syarat Sebelum SBY Bertemu Prabowo

Demokrat Ajukan 3 Syarat Sebelum SBY Bertemu Prabowo

Demokrat ajukan 3 syarat sebelum SBY bertemu dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto membahas koalisi di Pemilu 2019. (Foto: SBY & Prabowo - ist)

JAKARTA, dawainusa.com Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) direncanakan akan bertemu dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto membahas koalisi di Pemilu 2019. Sekretaris Jenderal Partai Gerindra, Ahmad Muzani mengatakan, pihaknya sedang menunggu kabar dari SBY.

Sebelum bertemu, Partai Demokrat meminta 3 syarat kepada Gerindra. Kepala Divisi Advokasi dan Bantuan Hukum Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean mengungkapkan, syarat pertama adalah kesepakatan soal pasangan calon presiden dan wakil presiden. Demokrat, kata Ferdinand, konsisten mendorong Ketua Kogasma Agus Harimurti Yudhoyono menjadi cawapres.

“Tentu bahwa terkait capres cawapres kita harus bahas sama-sama. Demokrat tidak bisa diminta mendukung saja,” kata Ferdinand seperti dilansir merdeka.com, Rabu (11/7).

Syarat kedua adalah Demokrat minta dilibatkan dalam penyusunan visi misi capres-cawapres. “Demokrat harus dilibatkan membahas visi misi. Tidak bisa visi misi hanya dibuat mendukung,” tegasnya.

Baca juga: Ada 4 Nama yang Dinilai Potensial jadi Cawapres Jokowi

Syarat terakhir adalah Demokrat ingin adanya kesetaraan jika akhirnya berkoalisi dengan Gerindra. Bagi Demokrat, lanjut Ferdinand, kesetaraan menjadi unsur terpenting dalam membangun koalisi. “Itu paling penting tidak bisa berkoalisi kalau disana tidak ada kesetaraan,” ujarnya.

Pihaknya meminta 3 syarat ini dipenuhi terlebih dahulu sebelum SBY bertemu Prabowo. Tujuannya agar kedua tokoh bisa langsung memfinalisasi koalisi saat bertemu.

“Komunikasinya positif 3 syarat itu menyetujui terus dimatangkan kita tidak berhenti komunikasi. Ada kesepahaman yang terbangun,” ucap Ferdinand.

Saat ini, baik Gerindra dan Demokrat tengah membaca situasi politik terkini sembari mencari waktu pertemuan yang pas. Meski begitu, Ferdinand memprediksi Demokrat akan mengumumkan dukungan dan arah koalisi pada akhir Juli atau awal Agustus mendatang.

Sinyal Koalisi Gerindra Demokrat Menguat?

Sementara itu, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon mengatakan, komunikasi partainya dengan pihak lain selama ini terus berjalan. Gerindra melihat semuanya, termasuk Partai Demokrat, maupun yang menjadi lawan politik merupakan mitra dalam berdemokrasi.

“Saya kira wajar saja dalam politik, apalagi yang belum menyatakan sikap. Saya kira itu berarti mempunyai peluang yang lebih besar untuk melakukan koalisi bersama,” ujar Fadli di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (21/5).

Baca juga: Mengintip Sosok Cawapres yang Bakal Mendampingi Prabowo

Fadli mengatakan, partainya selalu menyatakan bahwa yang terpenting adalah merajut koalisi terlebih dahulu. Kemudian, baru duduk bersama membicarakan formasi calon presiden dan calon wakil presiden ke depan.

Fadli mengakui, sejumlah nama-nama dari internal Partai Keadilan Sejahtera (PKS) memang sempat dibicarakan sejak lama. Namun, belum ada keputusan apa pun yang diambil.

“Ya kalau PKS, PAN dan Gerindra sudah sama-sama mengusung di berbagai daerah. Jadi, komunikasi politik juga relatif sangat lancar,” jelasnya.

Namun, Fadli memastikan bahwa komunikasi Partai Gerindra dan Partai Demokrat tidak akan menggangu upaya koalisi dengan PKS maupun PAN.*

COMMENTS