Dari 10 Mengerucut ke 5, Ini Penjelasan Jokowi Soal Cawapres

Dari 10 Mengerucut ke 5, Ini Penjelasan Jokowi Soal Cawapres

Jokowi menanggapi santai mengenai bakal calon wakil presidennya mendatang. Menurutnya, saat ini nama-nama itu masih digodok timnya bersama partai pendukung. (Foto: Presiden Jokowi - ist)

JAKARTA, dawainusa.com Menanggapi pernyataan PDI Perjuangan dan PPP bahwa sudah ada 10 nama masuk bursa cawapres, Jokowi mengatakan, saat ini nama bakal calon pendampingnya dalam Pilpres 2019 telah mengerucut dan tinggal menanti pematangan.

“Kemarin 10 mengerucut ke lima. Mbok, sabar dulu tinggal satu, dua, dan tiga minggu lagi,” kata Jokowi di Istana Negara, Rabu (11/7).

Menurutnya, saat ini nama-nama itu masih digodok timnya bersama partai pendukung. Mantan Gubernur DKI Jakarta ini menegaskan, dirinya juga harus berkomunikasi terlebih dahulu dengan seluruh partai pendukung sebelum mendeklarasikan cawapres.

Baca juga: Ada 4 Nama yang Dinilai Potensial jadi Cawapres Jokowi

“Yang namanya digodok itu pasti menunggu biar matang. Kalau belum matang dikeluarkan jadi setengah matang,” tuturnya.

Soal bakal calon dan latar belakang pendampingnya, Jokowi mengatakan, bisa datang dari berbagai latar belakang. “Bisa partai, bisa nonpartai, bisa profesional, bisa sipil, bisa TNI atau Polri,” ucap Jokowi.

Ia enggan berkomentar ketika disinggung penentuan cawapres dilakukan setelah mengetahui pasangan yang bakal menjadi lawannya dalam Pilpres mendatang.

“Tadi saya sudah bilang dalam proses digodok. Digodok itu airnya harus panas dan mendidih biar segera matang. Kalau matang nanti kami sampaikan pada saat yang tepat,” katanya.

4 Nama Potensial

Sebelumnya, Direktur eksekutif Charta Politica, Yunarto Wijaya menyampaikan, ada empat nama yang dianggap potensial menjadi cawapres Jokowi, yakni mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Gubernur NTB TGB Zainul Majdi, dan mantan Menko Perekonomian Chairul Tanjung (CT).

Menurut Yunarto, Mahfud MD lebih mudah diterima semua pihak, termasuk partai politik pendukung Jokowi pada Pemilu 2019. Mahfud yang berlatar belakang Nahdlatul Ulama, kata dia, juga mampu menggalang dukungan dari kaum nahdliyin.

Baca juga: Mengintip Sosok Cawapres yang Bakal Mendampingi Prabowo

“Untuk saat ini, saya menilai baru Pak Mahfud MD yang akseptabilitasnya paling tinggi dibanding figur lain seperti TGB atau Chairul Tanjung. Cawapres ideal untuk Jokowi ada di Mahfud MD,” kata Yunarto, Rabu (11/7).

Yunarto menilai, Mahfud MD sebagai figur yang komplet karena berpengalaman di eksekutif, legislatif, dan yudikatif. Selain itu, Mahfud dinilai bersih dari catatan pelanggaran hukum dan memiliki karakter berani serta tegas seperti karakter wakil Jokowi ketika menjadi Wali Kota Solo, Gubernur DKI Jakarta, dan Presiden RI.

“Gayanya berani dan tegas. Karakternya sama dengan wakil-wakil Pak Jokowi yang berani,” ungkap Yunarto.

Sementara TGB, menurut Yunarto, sulit diterima semua partai pendukung Jokowi karena merupakan kader Partai Demokrat. Adapun Chairul Tanjung juga terafiliasi dengan Partai Demokrat karena pernah menjadi menteri di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).*

COMMENTS