Cody, Dokter Muda yang Nyambi Jadi Gojek

Cody, Dokter Muda yang Nyambi Jadi Gojek

Selain mendapat penolakan dari sang Ibu, Cody juga mengaku sempat dibujuk oleh nenenya untuk tidak lagi menjadi seorang driver gojek. (Foto: Cody jadi driver Go-Jek meski berstatus dokter muda - detik.com)

PALEMBANG, dawainusa.com – Ahmad Nabhan, pemuda asal Palembang menyita perhatian warganet. Sebab, dokter muda yang tengah magang (koas) di sebuah rumah sakit di Palembang ini juga nyambi menjadi driver GO-JEK.

Sudah lama Mas saya jadi Driver Gojek ini. Sudah dari awal tahun 2017 lalu, saat saya masih kerjakan skripsi,” kata pria yang akrab disapa Cody ini, di Palembang, Senin (26/3).

Seperti diberitakan detik.com, Cody memulai pekerjaannya sebagai driver GO-JEK setiap sore sepulang kuliah. Ia mengatakan pekerjaan sampingannya ini bukan tanpa tantangan. Ia mengaku sempat mendapat penolakan dari pihak keluarga.

Baca juga: Soal Remisi Natal, Ini Curhatan Ahok yang Bikin Sedih

Penolakan itu terutama datang dari Ibu Cody sendiri, Rodiah. Rodiah tampaknya tidak menginginkan putranya melakoni pekerjaan yang dapat mengganggu waktu kuliah. Apalagi menjadi driver gojek yang dinilai Rodiah memiliki risiko besar di jalan.

“Dari awal saya gabung sampai sekarang ditolak sama keluarga. Tidak boleh saya narik gojek. Tapi saya jelaskan kalau apa yang saya lakukan ini untuk melakukan kemandirian saya,” kata Cody.

Selain mendapat penolakan dari sang Ibu, Cody juga mengaku sempat dibujuk oleh nenenya untuk tidak lagi menjadi seorang driver gojek.

“Ibu saya khawatir mengganggu kuliah saya, bahkan nenek saya pernah bilang,’Saya kasih uang tambahan sejuta sebulan tapi berhenti ngojek’,” kata pria 23 tahun itu.

Namun, Cody tetap melakoni pekerjaan sampingannya itu untuk melatih kemandirian. “Saya bilang aja,’Ya nek, saya mau cari pengalaman bukan masalah uangnya. Biar tau hidup susah nek, saya latih dari awal,” lanjut Cody.

Cody mengatakan dirinya tidak pernah merasa malu menjadi seorang driver gojek. Menurutnya apa yang ia lakukan itu adalah sesuatu yang halal dan biasa-biasa saja. “Saya tidak pernah merasa malu, karena ngojek juga hasilnya halalkan. Tidak ada yang salah saya mahasiswa kedokteran atau sedang kaos dengan narik ojek,” katanya.

Cody Gojek Sembunyi-Sembunyi

Kini Cody harus sembunyi-sembunyi jika akan menarik penumpang. Bahkan jaket dan helm ‘hijau’ miliknya sengaja dititipkan di tempat teman kos agar tak diketahui keluarganya.

Pada awal Februari lalu, dia pun berhasil menyelesaikan ujian skripsi dengan IPK 3,00 dari Universitas Muhammadiyah Palembang. Meskipun terbilang cepat karena hanya kuliah 3,5 tahun, Cody kini harus menjalani koas dan menjadi dokter muda.

Baca juga: Kronologi Pengerusakan Gereja Katolik di Palembang

“Kalau narik sampai sekarang masih, tapi tidak seperti dulu. Sekarang saya cari penumpang sekalian jalan pulang saja. Lumayan uangnya bisa buat beli pulsa dan paket internet. Tidak harus minta sama orang tua lagi,” sambung pria kelahiran 23 tahun silam ini.

Sementara itu, anak pasangan Abdul Aziz dan Rodiah ini pun tak menyangka foto-foto yang diunggahnya di akun media sosial Instagram menjadi viral. Padahal foto itu hanya di-posting untuk menceritakan aktivitas keseharian.

“Saya kaget saat foto saya pakai baju praktik kedokteran dan Go-Jek itu viral. Padahal tidak ada maksud apa-apa, cuma ingin mengabadikan momen saja. Saya juga banyak ambil hikmah dari Go-Jek. Ternyata cari uang itu tidak mudah,” kata Cody mengakhiri pembicaraan.

Selain Dokter, Calon Doktor Ini Juga Pernah Jadi Gojek

Sebelumnya, nama Thomas Sutana, yang saat itu tengah menyelesaikan pendidikan S3 di bidang Teknologi Pendidikan menjadi viral di dunia mana tatkala dirinya menjadi seorang driver gojek.

Jika sedang tak sibuk berkutat dengan berbagai jurnal dan artikel ilmiah, dengan mudahnya orang akan menemukannya di jalanan, sedang mengantar penumpang ke tempat kerja atau mengantar Mahasiswa ke kampus sebagai seorang pengemudi Go-Jek.

Baca juga: Sebagai Politisi Senior, Ini Tiga Nasehat Luhut untuk Kader Golkar

Peralihan karirnya bermula saat Thomas mengetahui istrinya ternyata mengidap kanker rahim stadium 3C. Ia yang saat itu bekerja sebagai guru Bahasa Inggris di salah satu Sekolah Menengah Atas (SMA) terkemuka di ibu kota, akhirnya memilih untuk beralih profesi.

Thomas sadar dirinya memerlukan lebih banyak waktu untuk mendampingi istrinya selama berada dalam masa pengobatan dan membutuhkan pekerjaan baru yang memberinya fleksibilitas mengatur waktu. Menjadi pengemudi mitra Go-Jek Indonesia pun menjadi pilihannya.

Di sela menjadi pengemudi Go-Jek dan mendampingi sang istri, Thomas tak meninggalkan kecintaannya terhadap dunia pendidikan. Ia tetap kuliah.

Thomas memiliki pandangan positif atas semua yang dialaminya ini. “Permasalahan dalam kehidupan akan mendewasakan kehidupan manusia,” katanya.*

COMMENTS