Bupati Deno: Mari Beri Tempat Terhormat untuk Petani Kopi

Bupati Deno: Mari Beri Tempat Terhormat untuk Petani Kopi

Bupati Manggarai Deno Kamelus selaku pemateri pertama dalam Workshop ini mengatakan, Sertifikat Indikasi Geografis (SIG) untuk Kopi Arabika Manggarai adalah hadiah untuk petani. (Workshop SIG - Elvys Yunani)

RUTENG, dawainusa.com Penerimaan Sertifikat Indikasi Geografis (SIG), disambut baik oleh Pemerintah Kabupaten Manggarai, Manggarai Barat dan Manggarai Timur.

Bersama Asosiasi Petani Kopi Manggarai (ASNIKOM), Masyarakat Perlindungan Indikasi Geografis (MPIG), ketiga Pemerintah Kabupaten ini menggelar Workshop Sertifikasi Indikasi Geografis (SIG) bertajuk “Dengan SIG, Kopi Arabika Flores Manggarai (KAFM) Majulah Petani Kopi Manggarai”.

Workshop yang berlansung di Hotel Revayah Ruteng Rabu (30/5) itu, dihadiri oleh ratusan peserta yang terdiri dari perwakilan petani dari 3 Kabupaten, serta pengusaha kopi di daerah itu.

Baca juga: Mewujudkan Manggarai Sebagai Surga Kopi Dunia

workshop petani kopi manggarai

Workshop petani kopi Manggarai (Foto: EY)

Kopi untuk Kesejahteraan Petani Kopi

Bupati Manggarai Deno Kamelus selaku pemateri pertama dalam Workshop ini mengatakan, Sertifikat Indikasi Geografis (SIG) untuk Kopi Arabika Manggarai adalah hadiah untuk petani.

“SIG ini kita terima karena kerja keras dari petani kopi, mari memberikan tempat yang terhormat untuk petani,” kata Deno membuka presentasinya.

Deno berharap, dengan Workshop SIG ini akan berdampak baik untuk kesejahteraan petani di daerah itu ke depan.

Baca juga: Toto Kopi, Kisah Sang Barista di Balik Aroma Kopi yang Istimewa

“Semoga dengan Workshop atas diterimanya SIG ini membawa dampak bagi kesejahteraan petani kopi kita ke depan, pengusaha untung, petani juga untung,” kata Deno dihadapan peserta.

Selain itu, dia juga berharap dengan workshop SIG itu akan meransang petani untuk meningkatkan produktivitas kopi untuk bisa memenuhi permintaan pasar baik lokal,nasional maupun Internasional.

“SIG ini juga meransang kita untuk meningkatkan produktivitas, sehingga kita akan upayakan intensifikasi dan ekstensifikasi lahan,” katanya.

Dia mengaku, kedepan dirinya akan mengupayakan peningkatan kualitas kopi dari petani sehingga laku terjual di pasar. “Kedepan kita berupaya untuk terus mendorong petani untuk menghasilkan kopi yang berkualitas”,jelasnya.

Selain Bupati Deno, workshop yang domoderasi oleh Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Manggarai Yos Mantara, menghadirkan tiga pemateri lain seperti ketua ASNIKOM, Yayasan Ayo Indonesia, dan Perwakilan petani Kopi.* (Elvys Yunani)

COMMENTS