Kisah Bocah Yatim Piatu yang Dihukum Mandi Oli Bekas

Kisah Bocah Yatim Piatu yang Dihukum Mandi Oli Bekas

Seorang bocah yatim piatu berinisial LTF dihukum mandi menggunakan oli bekas. Hal itu dipicu oleh perlakuan sang anak yang melakukan tindakan pencurian. (Foto: Bocah yang dihukum mandi oli bekas - ist)

SELEMAN, dawainusa.com – Seorang bocah yatim piatu berinisial LTF dihukum mandi menggunakan oli bekas. Hal itu dipicu oleh perlakuan sang anak yang melakukan tindakan pencurian. Peristiwa tersebut terjadi di bengkel sepeda motor milik Arif Alfian ( 37) di Padukuhan Sangurejo, Desa Wonokerto, Turi pada Senin (23/4) sore lalu.

Awal mulanya, sepeda yang dipakai LTF, warga asal Padukuhan Bayeman, Desa Bangunkerto, Kecamatan Turi, Kabupaten Sleman itu putus saat melaju di depan bengkel. Waktu itu LTF bersama dengan seorang kawannya.

“Arief ini lalu menolong yang bersangkutan. Melihat kondisi rantainya,” kata Dukuh Sangurejo, Sehadi Utomo saat ditemui di bengkel milik Arief, seperti dikutip Jawa Pos, Senin (30/4).

Baca juga: Prabowo Subianto Soal Dukungan KSPI di Pilpres 2019

Setelah diperiksa, ternyata rantai motor LTF sudah tak layak pakai dan harus diganti. Arief kemudian menawarkan apakah diganti dengan yang baru atau tidak kepada LTF.

“Namun anak ini bilang kalau tidak punya uang. Setelah itu karena ingin membantu, Arief mengganti rantai itu,” jelasnya.

Setelah selesai, saat Arief sedang mencuci tangan ternyata LTF justru masuk ke dalam bengkel. Tempat menyimpan uang dan juga spare part kendaraan. LTF diketahui melakukan tindak pencurian sebuah spare part yang disembunyikan di dalam bajunya. Melihat tindakan tak terpuji itu, Arief lalu menanyainya dan meminta pertanggungjawaban.

“Sudah ditolong tapi kemudian mencuri. Ditanyai, apakah orangtuanya mau dipanggil ke sini atau pilih mandi pakai oli,” ucapnya.

LTF kemudian memilih untuk mandi dengan oli bekas sekitar setengah jerigen. Kejadian itu sempat menjadi viral karena ada video yang beredar di jejaring sosial Facebook.

“Selepas itu, wali murid dari anak dan pihak sekolah juga sudah datang ke bengkel untuk meminta maaf (karena mencuri). Sebenarnya ini untuk pelajaran saja kepada anak itu. Ternyata anaknya yatim piatu,” katanya.

Arief Alfian mengatakan, ia juga tidak mengetahui anak tersebut dalam keadaan yatim piatu. “Olinya tidak banyak sekitar setengah jerigen saja. Saya juga minta maaf, karena memperlakukannya seperti itu,” ucapnya.

Terpisah Kapolsek Turi, AKP Catur Widodo mengatakan, peristiwa itu memang sudah masuk laporannya. “Tapi untuk laporan kepolisian belum ada. Sejauh ini kami masih melakukan penyelidikan,” paparnya.

Komentar Nitizen Soal Perlakuan Sang Pemilik Bengkel

Informasi ini ramai diperbincangkan  setelah dibagikan di Grup Facebook Info Cegatan Jogja oleh Rohmat Tri Anto. Kiriman tersebut berasal dari akun Mas Hadi Urc.  Selain foto-foto, Masy Hadi Urc menuliskan beberapa paragraf kalimat tentang kejadian tersebut.

“Nak, maafkan kami. Kami baru tahu ketika kejadian telah berselang hari. Saya menangis melihatmu pasrah mengguyurkan olie bekas ke kepalamu, membahayakan kedua matamu, masuk ke telingamu, bahkan sangat mungkin terjilat dan terminum olehmu. Kamu nampak sangat tidak berdaya melakukan penolakan dan nalar ke anak-anak anmu belum cukup untuk melakukan alasan perlawanan dan pembelaan diri.

Kamu terlihat pasrah dan bahkan sambil tersenyum saat dipaksa mengguyurkan olie bekas ke kepalamu, saya sangat mengerti perasaanmu saat itu. Kamu merasa bersalah karena memang telah mengambil onderdil bekas di bengkel itu. Dan sama sekali tidak ada yang peduli padamu karena statusmu yang yatim piatu. Tidak ada orang dewasa di sekitar kejadian itu yang bisa berpikir sedikit waras, mencegah dan membelamu atas ketidak adilan itu.”

Netizen kemudian ramai-ramai mengecam peristiwa tersebut. Salah satunya akun Awin Lmc Iwin, “Ya Alloh kejamnya dunia smg anak ini diangkat derajatnya setinggi2nya kl disini pasti ak kah mkn. Nangis mbacaya smg bengkelnya tenggelam bersama kejahatannya.”

Akun lainnya, Rajiyem mengatakan, “Ya Allah..saya nangis bacanya pak..apakah orang yg menghukumnya tdk punya anak/ keluarga shg tdk bisa membayangkan jika itu dilakukan kpd keluarganya..apa me.mang tdk punya hati samasekali,apapun itu yg dilakukan oleh seseorang tentu ada alasannya.”

Video bocah yatim piatu yang dihum mandi oli bekas:

COMMENTS