Berkonten SARA, Panwaslu Tertibkan Baliho Esthon-Christ

Berkonten SARA, Panwaslu Tertibkan Baliho Esthon-Christ

Penertiban APK itu dilakukan di seputaran Kota Ruteng, Ibu kota Kabupaten Manggarai (Foto: Baliho Esthon-Christ - Dawainusa)

RUTENG, dawainusa.com – Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Manggarai menertibkan Alat Peraga Kampanye (APK) yang mengandung konten SARA seperti Baliho Esthon-Christ sebagai salah satu paslon yang akan maju bertarung dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) Nusa Tenggara Timur pada 27 Juni mendatang.

Penertiban APK itu dilakukan di seputaran Kota Ruteng, Ibu kota Kabupaten Manggarai, Jumat (8/6) dan dilakukan bersama satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).

Baca juga: Pilgub NTT, Trik Memaksa hingga Potensi Serangan Fajar

Ketua Panwaslu Kabupaten Manggarai Marselina Laurensia saat ditemui Dawai Nusa di ruang kerjanya mengatakan, Baliho yang ditertibkan itu terbukti mengadung unsur SARA dan sangat jelas bertentang dengan aturan.

“Khusus APK Pilgub bernada SARA, kami temukan sendiri. Kami kaji di Sentra Penegakan Hukum terpadu (Gakumdu) dan salah satu rekomendasinya adalah penertiban APK ini,” kata Marselina di Ruteng, Jumat (09/06).

Dalam operasinya kali ini, selain berhasil mengamankan Baliho Esthon-Christ, Panwaslu juga berhasil menertibkan sebagian stiker dari paket Harmoni yang juga akan bertarung dalam Pilgub tersebut.

Baliho Esthon-Christ yang Mengandung Konten SARA

Pantauan Dawai Nusa, Baliho milik paslon Esthon-Christ yang mengandung konten SARA itu bertuliskan “Manggarai One Nai” dan ditemukan di beberapa mobil milik tim sukses paket tersebut.

Menurut Marselina, Baliho konten SARA milik Paket Esthon-Christ tersebut setelah dikonfirmasi ternyata dicetak oleh tim sukses paket nomor 1 itu sendiri.

“Berdasarkan klarifikasi kita dengan Pengurus Gerindra, mereka akui Baliho diterbitkan oleh Tim sukses dan relawan paket Gerindra,” kata Marselina.

Baca juga: Pilgub NTT, Persaingan Ketat Antara Harmoni dan Viktor-Joss

Terkait stiker milik paket HARMONI, dia mengaku telah melakukan klarifikasi dengan tim sukses paket tersebut. Marselina menjelaskan, paket HARMONI kepada panwas membantah pernah mencetak stiker dengan konten SARA itu.

“Kalau stiker paket HARMONI, sejak awal kita sudah konfirmasi dan tim HARMONI sendiri membantah pernah mencetak stiker dengan unsur SARA,” kata dia.

Dia juga menjelaskan, selain karena terkait unsur SARA, Baliho milik paket Esthon-Christ itu juga melanggar PKPU Nomor 4 Tahun 2018 tentang ukuran APK yang layak dipajang.

“PKPU NO 4 tahun 2018 Pasal 70 mengatur khusus terkait ukuran APK yaitu 40×60cm tidak boleh lebih atau kurang dari ukuran tersebut,” jelas Marselina.*(Elvis Yunani).

COMMENTS