Berkenalan di Facebook, Mahasiswi asal Kupang Ini Diajak Mesum

Berkenalan di Facebook, Mahasiswi asal Kupang Ini Diajak Mesum

Dara menerangkan, karena dirasa tidak dihiraukan, Nucex Brocklyn kembali menggoda dirinya. (Foto: Ilustrasi - ist)

KUPANG, dawainusa.com – Seorang mahasiswi asal Kupang yang saat ini berkuliah di salah satu universitas yang ada di Kupang menjadi korban pelecehan via messenger, Jumat, (08/06). Mahasiswi, sebut saja namanya Dara (bukan nama sebenarnya) menuturkan kisah buruk yang menimpa dirinya.

“Saya benar-benar merasa dilecehkan! Dia kirim pesan via messenger ajak saya berbuat mesum dengan dia,” ungkapnya. “C**i,,bisa? Aku lagi pengen, kamu bisa bantu?,” itulah isi pesan yang diterimanya dari pemilik akun FB Nucex Brocklyn.

Dara kemudian merespon, “kamu gila? Silahkan dengan istrimu saja.” Dara menerangkan, karena dirasa tidak dihiraukan, Nucex Brocklyn kembali menggoda dirinya. “Saya tidak punya istri dan saya lagi tegang nih,” tulisnya.

Baca juga: Berawal dari Facebook, Bidan Ini Disetubuhi Hingga 5 Kali di Kebun Sawit

Karena tak pernah direspon, lanjut Dara, Nucex Brocklyn lalu mengirim gambar kemaluannya. Pesan mesum itu, kata Dara, diterimanya pada pukul 06.00 WITA, Jumat, (08/07) pagi.

Merasa kesal, Dara lalu screenshoot percakapan tersebut, kemudian ia bagikan di FB. Ia mengingatkan agar masyarakat terutama yang perempuan harus lebih selektif menerima permintaan teman di akun media sosial agar tidak mengalami hal buruk seperti yang ia alami.

Ia mengaku kapok berteman di FB dengan orang-orang yang tak ia kenal. “Ini menjadi pelajaran penting buat saya, supaya lebih selektif dan hati-hati berteman di akun medsos,” ungkapnya.

Kejadian Serupa dengan Mahasiswi asal Kupang

Sebelumnya, sebagaimana dilansir media ini, kejadian serupa dengan mahasiswi asal Kupang itu juga dialami seorang bidan asal Sumatera Selatan. Lebih sadis dari peristiwa di atas, seorang bidan, sebut saja namanya Bunga justru menjadi korban nafsu bejat Suwarda, warga Desa Sukadana Ilir, Kecamatan Bunga Mayang, Lapung Utara.

Keduanya diketahui saling kenal lewat jejaring media sosial facebook. Pelaku yang ternyata sudah beristeri dan anak itu pun meminta nomor ponsel korban. Tanpa menaruh curiga, korban memberikan nomor ponsel pribadinya kepada Suwarda.

Komunikasi antara keduanya pun semakin intens sehingga akhirnya mereka janjian untuk saling bertemu dan bertatap muka secara langsung. Kasat Reserse Kriminal Polres Lampura AKP Syahrial menerangkan, selama sekitar dua pekan pelaku menjalin komunikasi cukup intensif dengan Bunga melalui nomor ponselnya.

Baca juga: Anak dalam Video Mesum di Bandung, Ternyata Dipaksa Orang Tua

Bahkan, hubungan pun terjadi antara pelaku dan korban yang usianya baru 24 tahun itu. Dalam percakapannya lewat ponsel, Suwarda mengajak Bunga untuk menjalin hubungan lebih serius hingga ke jenjang pernikahan. Sehingga, pelaku pun meminta bunga untuk datang ke kediamannya di Kotabumi.

“Korban sampai di Kotabumi pada Senin (21/5/2018) sore sekitar pukul 17.00 WIB. Tapi, tersangka tidak menjemput korban dengan alasan sedang sibuk bekerja. Tersangka meminta seseorang untuk menjemput korban,” ungkap AKP Syahrial.

Namun, bukannya mengantarkan dan membawanya bertemu keluarga, korban malah dibawa ke tempat jauh dari pemukiman warga. Orang suruhan Suwarda itu malah mengantar Bunga ke sebuah tempat di antara kebun sawit dan singkong, Desa Labuhan Ratu Kampung, Bunga Mayang. Di sana, pelaku mengajak Bunga untuk berhubungan suami istri.

Bidan yang Jadi Korban Itu Sempat Menolak

Saat diajak untuk berhubungan badan, bidan yang jadi korban itu sempat menolak. Namun, korban menjadi tidak berdaya saat diancam menggunakan golok oleh pelaku yang sudah dikuasai hawa nafsu bejatnya itu. “Korban sempat  menolak. Tapi, tersangka mengancam dengan senjata tajam jenis golok,” kata Syahrial.

Bahkan, korban diperkosa hingga lima kali oleh pelaku yang saat ini sudah ditahan di kantor polisi itu. Setelah di pinggir kebun sawit sebanyak dua kali, beber Syahrial, Suwarda kembali memerkosa Bunga di sebuah gubuk di  tengah kebun sebanyak satu kali.

Baca juga: Para Peneliti Ungkap Alasan Pria Menyukai Payudara Wanita

Terakhir, di tepi kali di kebun sawit sebanyak dua Kali. Polisi yang mendapat laporan langsung mengamankan pelaku. “Kami mengamankan tersangka di kediamannya, Senin (4/6/2018) sekitar pukul 17.00 WIB. Kami terpaksa melumpuhkannya (dengan tembakan) di kaki kiri karena melawan saat penangkapan,” jelasnya.

Sementara itu saat diperiksa polisi, Suwarda (26) mengaku sempat merekam pemerkosaan dengan video ponsel miliknya. “Saya juga buat video pas berhubungan dengan dia. Video itu saya jadikan status di WhatsApp (aplikasi percakapan),” kata Suwarda.

Tak hanya keperawanannya yang direnggut paksa oleh pelaku, harta benda milik korban pun dirampas oleh Suwarda seperti ponsel korban dan uang tunai sebesar Rp 700 ribu. “Benar, saya minta dia datang dengan alasan mengajak untuk berhubungan lebih serius,” ujarnya.*

COMMENTS