Berita Hoaks Soal Terorisme di Ruteng, Polisi: Pelaku Resahkan Warga

Berita Hoaks Soal Terorisme di Ruteng, Polisi: Pelaku Resahkan Warga

Pihak Kepolisian Polres Ruteng menyebut, berita hoaks terkait terorisme yang disebarkan dua warga Kota Ruteng menimbulkan keresahan di tengah masyarakat. (Foto: Ilustrasi Hoax - ist)

RUTENG, dawainusa.com – Pihak Kepolisian Polres Ruteng menyebut, berita hoaks terkait terorisme yang disebarkan dua warga Kota Ruteng menimbulkan keresahan di tengah masyarakat. Untuk itu, pihak kepolisian tengah memeriksa keduanya untuk dimintai klarifikasi.

“Maka itu keduanya kami panggil guna memberikan penjelasan dan klarifikasi terkait status di medsos tersebut. Keduanya sudah datang ke kantor dan sudah dimintai penjelasan soal status yang dimuat,” kata Kasat Wira, personel Polisi daerah setempat, Minggu (20/5).

Ia menegaskan, dalam UU ITE sudah jelas orang yang menyebarkan kabar atau berita bohong bisa dianggap melanggar pasal 28 ayat 1 dalam UU informasi dan traksaksi elektronik (UU ITE) dengan ancaman hukuman 5-7 tahun penjara.

Baca juga: Sebarkan Hoax Aksi Teror, Staf BUMD di Ruteng Diperiksa Polisi

Wira pun mengimbau warga Manggarai agar menggunakan medsos dengan baik sehingga jangan mengganggu situasi kamtibmas. Mengenai apakah ada tindakan hukum atas penyebar hoax, Wira menegaskan, pihaknya masih melakukan proses pemeriksaan.

Sebelumnya, dua orang warga Kota Ruteng yang berinisial FR dan R, diduga menyebarkan berita hoaks soal  terorisme melalui akun media sosial. FR, warga Kelurahan Golo Dukal, Kota Ruteng, diduga menyebarkan berita hoax melalui akun facebook dengan status “Ruteng Siaga 1, Terduga T masuk kota 7 orang.”

Sementara R, warga Kelurahan Karot, Kota Ruteng dalam status di WA-nya dengan akun KK Led menulis, “Diberitahukan kepada seluruh masyarakat Kota Ruteng mulai sekarang mulailah berhati-hati karena teroris sudah lolos memasuki Kota Ruteng pada jam 02.48 tadi malam”.

“Tujuan mereka ke sana untuk meledakkan gereja Katedral dan Kumba dan jangan berkeliaran pada malam hari mereka lolos ke Ruteng lewat Iteng mereka berangkat dari sana dengan menggunakan motor laut mereka ada 7 orang”. Saya atas nama STEFANUS JOHAN hanya melanjutkan karena ini diberitahukan dari Surabaya pada jam 12.56 tadi malam,” tulisnya.

Sempat Berkelit dengan Aparat

Sebelumnya, sebagaimana diberitakan media ini, Kapolres Manggarai melalui Kasubag Humas Ipda Daniel Djihu menjelaskan, proses pemanggilan terhadap seorang terduga penyebar berita hoaks, FR lansung dilakukan setelah status milik Roger sudah beredar di facebook.

Baca juga: Soal Koopssusgab, Gabungan Satuan Elite TNI Lawan Terorisme

Menurut Djihu, saat ditemui Polres sempat berkelit dengan status yang ia tulis bukan terkait aksi terorisme.

“Menurut dia kata T dalam statusnya bukan Teroris tapi “Tako” yang artinya pencuri karena banyak pencuri babi di  tempat dia tinggal”, jelas Djihu kepada awak media di Ruteng, Sabtu (19/05) malam.

Tapi saat polisi menanyakan perihal penggunaan kalimat “Ruteng siaga 1”, Roger akhirnya mulai melunak dan merasa diri bersalah. Atas tindakannya, Roger terancam pidana 5 sampai 7 tahun penjara dan terjerat UU ITE pasal 28  Ayat 1.

Perketat Pengawasan

Secara terpisah, untuk mencegah aksi teror di wialayah Nusa Tenggara Timur (NTT), Kabid Humas Polda NTT Kombes Pol Jules Abraham Abast langsung memerintahkan seluruh jajaran Polres dan Polresta untuk meningkatkan pengawasan terhadap gereja-gereja di seluruh wilayah Provinsi Kepualauan itu.

Hal itu disampaikan Abast pasca serangan teror terhadap tiga gereja di Surabaya pada Minggu pagi, (13/5). Selain memperketat pengawasan di gereja-gereja, jelas Abraham, personel kepolisian juga perlu meningkatkan patroli di wilayah hukum Polda NTT secara berkala baik di gereja atau pun di tempat keramaian lainnya.

Baca juga: Terus Waspada, Ini 3 Target Serangan Teroris JAD

Terkait keamanan di wilayah NTT pasca bom di Surabaya, Abraham mengatakan situasi Kamtibmas untuk wilayah NTT  terpantau masih kondusif.

“Kegiatan ibadah di gereja-gereja, baik di seputaran Kota Kupang maupun kota lainnya di NTT masih terpantau aman dan tertib, dan umat dengan tenang menjalankan ibadat,” katanya.*

COMMENTS