Berawal dari Facebook, Remaja 17 Tahun ini Digilir 4 Pria

Berawal dari Facebook, Remaja 17 Tahun ini Digilir 4 Pria

Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, AKBP Antonius Agus Rahmanto mengatakan, aksi bejat yang dilakukan keempat pelaku berawal dari media sosial facebook. (Ilustrasi pemerkosaan - ist)

SURABAYA, dawainusa.com Berulang kali kejahatan terjadi setelah korban dan pelaku berkenalan di facebook. Awalnya memang manis, komunikasi berjalan lancar sampai akhirnya kedua pihak sepakat untuk bertemu. Selanjutnya, tentu tidak diharapkan.

Baru-baru ini, seorang gadis asal Madiun (NH) menjadi korban pemerkosaan di Surabaya. Remaja yang masih berusia 17 tahun itu diperkosa oleh empat pria di kawasan makam Jl Pegirian, Semampir, Surabaya.

Saat ini, dua dari pelakunya telah ditangkap petugas Polsek Semampir, Surabaya. Sementara 2 orang lainnya masih buron. Dua pelaku yang telah ditangkap masing-masing berinisial MK (26) dan MA (19).

Baca juga: Di Sumba Barat Daya, Pensiunan PNS Perkosa Gadis 17 Tahun

MK adalah warga Jl Sidotopo Kelurahan, Surabaya. Sedangkan MA berasal dari Jl Wonosari, Surabaya. Sedangkan dua pelaku lain yang masih buron, masing-masing berinisial YF (19) dan UM (16).

Berawal dari Facebook

Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, AKBP Antonius Agus Rahmanto mengatakan, aksi bejat yang dilakukan keempat pelaku berawal dari media sosial facebook.

“Setelah berkenalan dengan seserang di Facebook, korban juga berkenalan dan bertemu dengan empat pelaku,” sebut Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, AKBP Antonius Agus Rahmanto, seperti diberitakan tribunnews, Senin (23/4).

Baca juga: Dukun Ini Ditangkap Setelah Gelar Ritual Sentuh 7 Titik Sensitif

YF, satu dari 4 pemuda itu mengajak korban ke dekat pemakaman Jl Pegirian. Di sana, tak lama berselang datanglah MK, MA, dan UM.

Saat bersantai, MK menyuruh MA dan UM membeli minuman keras (miras) jenis arak, minuman bersoda dan rokok. Minuman tersebut ternyata dioplos dan para pelaku dan korban menggelar pesta miras.

“Sebagai alas duduk, para tersangka mengambil tikar penutup orang meninggal di karanda pemakaman. Mereka pesta miras bersama hingga mabuk,” jelas Agus.

Korban yang ikut pesta miras pun mabuk. Saat di bawah pengaruh miras itu lah, keempat pelaku secara bergiliran menyetubuhi korban. Setelah puas menyetubuhi korban, para pelaku kabur begitu saja. Mereka meninggalkan korban dalam keadaan telanjang di makam Jl Pegirian.

“Kami masih melakukan pengejaran dua pelaku lainnya. Semoga bisa tertangkap secepatnya,” harap Agus.

MK, salah satu pelaku mengaku dirinya diajak oleh YF yang masih buron. Dirinya diajak YF untuk ke makam dan pesta miras, ternyata ada korban juga.

“Saya hanya melakukan satu kali saja. Melakukan secara begantian, setelah itu pergi dari makam,” kata MK yang mengaku sudah punya anak satu ini.

Saat ditanya siapa yang paling banyak menyetubuhi korban, MK mengaku YF lah yang melakukan hingga dua kali. Saat itu, korban memang mabuk dan ditelanjangi.

“Sama-sama mabuk. Saat itu suasana makam memang sepi,” cetus MK.

Dari pengungkapan ini, polisi mengamankan barang bukti tikar, sandal, tiga botol mineral bekak isi miras oplosan, kaos, dan celana dalam milik korban.

Kekerasan Seksual di Indonesia

Kekerasan terhadap perempuan dan anak menempati urutan pertama di Indonesia. Bahkan saat ini, Indonesia berada pada darurat kekerasan.

Data menunjukkan, bahwa empat tahun terakhir pada 2014 sampai 2017 ini kasus kekerasan seksual terhadap anak mencapai lebih dari 50 persen dari seluruh kasus kekerasan yang ada.

Baca juga: Pria Pengangguran di Sumba Hamili Adik Kandungnya yang Masih SD

Berdasarkan catatan tahun 2017 Komnas Perempuan, ditemukan ada 259.150 kasus kekerasan terhadap perempuan yang dilaporkan dan ditangani selama tahun 2016, yang terdiri dari 245.548 kasus bersumber data kasus yang ditangani oleh 359 Pengadilan Agama, serta 13.602 kasus ditangani oleh 233 lembaga mitra pengada layanan, tersebar di 34 Provinsi.

Data perkosaan juga menunjukkan, sebanyak 135 kasus dan menemukan bahwa pelaku kekerasan seksual tertinggi di ranah KDRT/personal adalah pacar sebanyak 2.017 orang.

Kekerasan di ranah komunitas mencapai angka 3.092 kasus (22%), di mana kekerasan seksual menempati peringkat pertama sebanyak 2.290 kasus (74%), diikuti kekerasan fisik 490 kasus (16%) dan kekerasan lain di bawah angka 10%, yaitu kekerasan psikis 83 kasus (3%), buruh migran 90 kasus (3%), dan trafiking 139 kasus (4%).

Jenis kekerasan yang paling banyak pada kekerasan seksual di ranah komunitas adalah perkosaan (1.036 kasus) dan pencabulan (838 kasus).*

COMMENTS