Berawal dari Facebook, Bidan Ini Disetubuhi Hingga 5 Kali di Kebun Sawit

Berawal dari Facebook, Bidan Ini Disetubuhi Hingga 5 Kali di Kebun Sawit

Komunikasi antara keduanya pun semakin intens sehingga akhirnya mereka janjian untuk saling bertemu dan bertatap muka secara langsung. (Foto: Ilustrasi - ist)

PALEMBANG, dawainusa.com Seorang bidan asal Sumatera Selatan menjadi korban nafsu bejat Suwarda, warga  Desa Sukadana Ilir, Kecamatan Bunga Mayang, Lapung Utara. Awalnya, korban sebut saja Bunga (Bukan nama sebenarnya) bertemu dengan pelaku.

Keduanya diketahui saling kenal lewat jejaring media sosial facebook. Pelaku yang ternyata sudah beristeri dan anak itu pun meminta nomor ponsel korban. Tanpa menaruh curiga, korban memberikan nomor ponsel pribadinya kepada Suwarda.

Komunikasi antara keduanya pun semakin intens sehingga akhirnya mereka janjian untuk saling bertemu dan bertatap muka secara langsung. Kasat Reserse Kriminal Polres Lampura AKP Syahrial menerangkan, selama sekitar dua pekan pelaku menjalin komunikasi cukup intensif dengan Bunga melalui nomor ponselnya.

Baca juga: Ingin Cabuli Ponakannya, Pelaku Ditendang Korban Hingga Kabur

Bahkan, hubungan pun terjadi antara pelaku dan korban yang usianya baru 24 tahun itu. Dalam percakapannya lewat ponsel, Suwarda mengajak Bunga untuk menjalin hubungan lebih serius hingga ke jenjang pernikahan. Sehingga, pelaku pun meminta bunga untuk datang ke kediamannya di Kotabumi.

“Korban sampai di Kotabumi pada Senin (21/5/2018) sore sekitar pukul 17.00 WIB. Tapi, tersangka tidak menjemput korban dengan alasan sedang sibuk bekerja. Tersangka meminta seseorang untuk menjemput korban,” ungkap AKP Syahrial.

Namun, bukannya mengantarkan dan membawanya bertemu keluarga, korban malah dibawa ke tempat jauh dari pemukiman warga. Orang suruhan Suwarda itu malah mengantar Bunga ke sebuah tempat di antara kebun sawit dan singkong, Desa Labuhan Ratu Kampung, Bunga Mayang. Di sana, pelaku mengajak Bunga untuk berhubungan suami istri.

Bidan yang Jadi Korban Itu Sempat Menolak

Saat diajak untuk berhubungan badan, bidan yang jadi korban itu sempat menolak. Namun, korban menjadi tidak berdaya saat diancam menggunakan golok oleh pelaku yang sudah dikuasai hawa nafsu bejatnya itu. “Korban sempat menolak. Tapi, tersangka mengancam dengan senjata tajam jenis golok,” kata Syahrial.

Bahkan, korban diperkosa hingga lima kali oleh pelaku yang saat ini sudah ditahan di kantor polisi itu. Setelah di pinggir kebun sawit sebanyak dua kali, beber Syahrial, Suwarda kembali memerkosa Bunga di sebuah gubuk di tengah kebun sebanyak satu kali.

Baca juga: Cabuli Siswi SMP, Anggota DPRD Ini Dijebloskan ke Penjara

Terakhir, di tepi kali di kebun sawit sebanyak dua Kali. Polisi yang mendapat laporan langsung mengamankan pelaku. “Kami mengamankan tersangka di kediamannya, Senin (4/6/2018) sekitar pukul 17.00 WIB. Kami terpaksa melumpuhkannya (dengan tembakan) di kaki kiri karena melawan saat penangkapan,” jelasnya.

Sementara itu saat diperiksa polisi, Suwarda (26) mengaku sempat merekam pemerkosaan dengan video ponsel miliknya. “Saya juga buat video pas berhubungan dengan dia. Video itu saya jadikan status di WhatsApp (aplikasi percakapan),” kata Suwarda.

Tak hanya keperawanannya yang direnggut paksa oleh pelaku, harta benda milik korban pun dirampas oleh Suwarda seperti ponsel korban dan uang tunai sebesar Rp 700 ribu. “Benar, saya minta dia datang dengan alasan mengajak untuk berhubungan lebih serius,” ujarnya.

Kejadian Serupa

Berbeda dengan kejadian di Lampung, Guru pria berusia 23 tahun di Depok tega mencabuli belasan siswa pria tanpa rasa bersalah. WAR nama guru itu sehari-hari mengajar di salah satu SDN di Cimanggis, Depok.

Akibat perbuatannya, WAR ditangkap Polisi dan kini mendekam di tahanan Mapolresta Depok. Penyidik di Unit Perlindungan Perempuan Anak (PPA) Satreskrim Polresta Depok masih intens meminta keterangan tersangka.

“Sudah kami amankan terduga pelakunya semalam, dan masih akan terus diperiksa,” kata Kasat Reskrim Polresta DepokKomisaris Bintoro kepada Warta Kota, Kamis (7/6/2018).

Menurut Bintoro tidak ada perlawanan apapun saat WAR dibekuk di rumahnya di Depok. Bintoro mengatakan, penangkapan WAR setelah polisi memastikan dari hasil visum serta keterangan saksi dan korban adanya fakta pelaku sudah melakukan pencabulan terhadap empat siswa.

Baca juga: Pencabulan Terhadap Anak Menjadi Kasus Tertinggi di Kabupaten Kupang

Karenanya, kata Bintoro, sudah ada alat bukti yang cukup untuk menangkap WAR. “Karenanya, pelaku kami amankan karena alat bukti cukup,” katanya. Bintoro memastikan penyidik menetapkan WAR sebaga tersangka kasus ini.

WAR diduga telah mencabuli belasan hingga puluhan siswanya. Semua siswa yang diduga dicabuli adalah siswa laki-laki. Sejumlah orangtua murid melaporkan WAR ke Mapolresta Depok, Rabu (6/6).

AK, ibu salah satu siswa yang duduk di kelas VI dan melaporkan WAR, mengatakan, terungkapnya kasus ini berawal dari pengakuan anaknya ke dirinya beberapa hari lalu.

“Anak saya cerita, bahwa pelaku menyuruh semua siswa laki-laki di dalam kelas buka celana saat jam pelajaran  sekolah. Jika tidak mau, pelaku mengancam akan mengurangi nilai siswa, jika mau maka akan naik tingkat pramuka dan nilainya baik,” kata AK.

Saat itu kata AK, hampir semua siswa menuruti kemauan pelaku dan beberapa siswa dicabuli. “Mendengar cerita anak saya, saya marah sekali. Lalu saya tanya beberapa orangtua murid lainnya. Ternyata anaknya juga cerita hal yang sama,” kata AK.

Dari informasi yang dikumpulkannya kata AK saat kejadian anaknya dicabuli, totalnya ada sekitar 15 siswa yang juga dicabuli pelaku. “Namun yang melakukan pelaporan saat ini, baru empat orangtua murid, termasuk saya,” kata AK.

Bintoro mengatakan, usai menerima laporan ortu korban pihaknya langsung membawa empat siswa kelas VI sekolah tersebut yang diduga telah dicabuli pelaku, ke RS Polri Kramatjati untuk divisum.*

COMMENTS