Benarkah Prabowo Sebagai Lawan Mudah Jokowi?

Benarkah Prabowo Sebagai Lawan Mudah Jokowi?

Pertemuan Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan dan Ketua Gerindra Prabowo Subianto, memunculkan beragam isu, salah satunya Prabowo dianggap sebagai lawan mudah Jokowi. (Foto: Prabowo Subyanto - Kompas.com)

JAKARTA, dawainusa.com Pertemuan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan dan Ketua Gerindra Prabowo Subianto, memunculkan beragam isu, salah satunya Prabowo dianggap sebagai lawan mudah Jokowi. Isu tersebut dibantah PPP.

Wakil Sekjend PPP Achmad Baidowi mengatakan, pertemuan Luhut dan Prabowo bertujuan mencegah adanya calon tunggal di pilpres 2019 mendatang.

“Ndak begitu. Bisa jadi dorongan tersebut karena Pak Prabowo yang memiliki partai dan syarat capres harus lewat parpol,” kata Achmad kepada Wartawan di Jakarta, Senin(9/4).

Baca juga: Benarkah Prabowo Halalkan Segala Cara Demi Pilpres?

Memang akhir-akhir ini, wacana adanya calon tunggal dalam Pilpres 2019 semakin menguat. Sebab, hingga saat ini, hanya capres petahana Jokowi yang sudah dideklarasikan oleh partai pendukung. Sementara, rivalnya di pilpres 2014 itu belum mengumumkan pencalonannya sebagai capres.

Selain itu, Achmad mengatakan, pertemuan tersebut merupakan bentuk silahturahmi biasa. Perbedaan pandangan politik, menurutnya, tidak menjadi halangan untuk saling mengunjungi satu sama lain.

“Lebi baik dari itu, silahturahmi dan komunikasi politik terus dibangun untuk kemajuan bangsa. Beda afiliasi politik bukan alasan untuk tidak bertemu. Tukar pikiran antara koalisi dengan oposisi merupakan hal yang bagus,” katanya.

Luhut Dorong Prabowo Nyapres

Luhut menyebutkan, banyak hal yang menjadi tema pembicaraannya dalam pertemuan dengan Prabowo tersebut. Mulai dari pilpres hingga pidato Prabowo yang dinilai kontroversi oleh sebagian kalangan.

“Ya (bahas Pilpres), saya bilang Pak Prabowo ‘maju (Pilpres 2019) saja’. (Jawaban Prabowo) ‘ya’, dia sedang mempersiapkan dirinya untuk maju,” kata Luhut di Jakarta, Minggu (8/4).

Baca juga: Pernyataan MUI Soal Tudingan Prabowo terhadap Pemerintahan Jokowi

Luhut mengaku mendengarkan rencana Prabowo maju sebagai calon presiden. Pencalonan tersebut, jelas Luhut, sedang dipertimbangkan dengan baik oleh mantan Danjen Kopassus itu.

Adapun proses deklarasi, lanjut Luhut, sedang menunggu kesepakatan dari partai yang bergabung dalam koalisi.

“Ya seperti yang beliau sampaikan di publik kan jelas. Beliau masih menghitung dengan cermat kapan mau melakukan deklarasi. Biar saja, beliau kalau beliau mau maju ya bagus,” ungkap Luhut.

Soal Pidato Prabowo

Soal pidato Prabowo, Luhut menilai, hal tersebut hendak membawa pesan sekaligus mengingatkan semua pihak untuk lebih waspada terhadap keutuhan negara kesatuan republik Indonesia.

“Tapi bagus apa yang disampaikan pak Prabowo. Mengingatkan pada kita semua waspada. Anything would happen, kalau kita nggak hati-hati. Kita nggak boleh geer (Gede Rasa) atau merasa paling hebat,” tegasnya.

Baca juga: Rizieq Shihab Bantah Pernah Menyebut Dukung Prabowo untuk Pilpres

Sebelumnya, Ketua Tim Pemenangan Prabowo di pilpres 2019 Sandiaga Uno menjelaskan, deklarasi Prabowo capres akan dilaksanakan setelah rapat koordinasi nasional.  Diketahui, Partai Gerindra melaksanakan rakornas pada tanggal 11 April 2018.

“Jadi rakornas kami tanggal 11 rencananya akan secara formal memberikan mandat kepada Pak Prabowo untuk membangun mitra koalisi, membangun platform pembangunan ekonomi bangsa yang akan ditawarkan kepada masyarakat sekaligus menyerapkan aspirasi masyarakat,” jelas Sandi.* (Marsi Edon)

COMMENTS