Benarkah Prabowo Pemilik PT Bintang 08 dan Pekerjakan TKA?

Benarkah Prabowo Pemilik PT Bintang 08 dan Pekerjakan TKA?

Seorang netizen mengatakan bahwa Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto merupakan salah satu pemilik perusahaan di Morowali (Foto: Prabowo Subianto & Kader Gerindra - Pojoksatu).

JAKARTA, dawainusa.com – Isu PT Bintang Delapan atau PT Bintang 08 milik Ketum Gerindra Prabowo Subianto dan mempekerjakan tenaga kerja asing (TKA) viral di medsos. Semuanya berawal dari postingan akun twitter resmi Gerindra, Rabu (2/5). Dalam akun itu, partai berlambang Burung Garuda tersebut menyindir tenaga kerja asing (TKA) asal Tiongkok (China) yang ramai di Morowali, Sulawesi Tengah.

“Mau ke luar negeri? Ke Morowali saja! Jika Anda berkunjung ke daerah di Sulawesi Tengah tersebut. Anda seperti berada di Ghuangzhou atau belahan provinsi lainnya di RRC (Republik Rakyat China) saking banyaknya pekerja asing Tiongkok di area tersebut. Menciptakan 10 juta lapangan kerja. Tapi buat siapa?,” demikian tulis akun Gerindra.

Baca juga: Prabowo Subianto Soal Dukungan KSPI di Pilpres 2019

Postingan Partai Gerindra ini mulai heboh ketika seorang netizen dengan nama akun @Aniessa_Andi mengatakan bahwa Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto merupakan salah satu pemilik perusahaan di Morowali tersebut. Ia mengungkapan bahwa PT Bintang 08 di daerah itu ialah milik Prabowo.

“Tolong @gerindra jujur ungkap ke publik bahwa Prabowo adalah pemilik PT Bintang 08, salah satu perusahaan tambang di Morowali yang banyak mendatangkan TKA. Ayo mari jujur. Mari kita bongkar!,” tulisnya.

Bukan Pemilik PT Bintang 08

Adapun hal itu sudah ditanggapi oleh pihak Partai Gerindra sendiri. Mereka tidak mengakui bahwa Prabowo Subianto ialah pemilik PT Bintang 08 itu. Selain itu, mereka juga  tidak menerima bahwa Prabowo memperkerjakan Tenaga Kerja Asing (TKA).

Gerindra sebaliknya mengaku telah mendapat informasi bahwa perusahaan tersebut sebenarnya merupakan milik sebuah perusahaan asal China. “Bintang delapan 95% milik Tsingshan (Dingxin Group) dari China, 5% dimiliki putra daerah,” kata Wasekjen Gerindra Andre Rosiade, Sabtu (5/5).

Menurut Andre, kepemilikan Tsingshan atas PT Bintang 08 melalui PT Sulawesi Mining Investment (SMI). Karena itu ia menegaskan, Prabowo tidak memiliki sangkut paut dengan perusahaan tersebut.

Baca juga: Komentar Fadli Zon soal Isu Duet Jokowi dengan Prabowo Subianto

“Jadi tidak benar bahwa Bintang 8 kepunyaan Pak Prabowo. Ini cara-cara berpolitik fitnah masih saja dimainkan di Indonesia. Mungkin karena khawatir takut kalah sama Pak Prabowo,” ujarnya.

Sebelumnya, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon mengaku apa yang ditulis netizen dengan nama akun @Aniessa_Andi itu merupakan sebuah fitnah bagi Prabowo. Ia pun membantah tudingan tersebut dan memastikan bahwa isu terkait PT Bintang 08 itu tak benar.

“Nggak ada. Itu fitnah. Nggak ada, mana pernah Pak Prabowo mempekerjakan seperti itu. Karyawannya dalam situasi pabrik tertutup saja tetap mendapatkan hak-haknya,” ujar Fadli di Jakarta, Jumat (4/5).

Cek Kebenaran Perusahaan

Senada dengan Fadli Zon,  Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad juga mengatakan bahwa isu itu tidak benar. Ia pun meminta pemilik akun medsos yang menginformasikan kabar tersebut tidak asal bunyi alias harus mengecek kebenarannya.

“Kalau saya, hafal persis perusahaan mana yang ada afiliasi, misalnya dengan Pak Prabowo. Tadi saya lihat (PT Bintang Delapan) di daftar (perusahaan) nggak ada. Ini hubungannya dengan tenaga kerja asing kan? Nggak ada. Nggak ada dalam daftar. Jadi diimbau pemilik akun sebelum meng-upload dicek lagi kebenarannya bahwa perusahaan itu siapa yang punya,” kata Dasco.

Baca juga: Pernah Gagal, Mahfud MD Tak Ingin Kembali Jadi Timses Prabowo

Meski demian, Dasco mengatakan, pihak Gerindra sendiri tidak akan melaporkan akun medsos @Aniessa_Andi ke pihak berwajib. Ia mengatakan, tudingan akun @Aniessa_Andi justru bisa menaikkan elektabilitas Prabowo.

“Kalau kita itu di Gerindra malah kita biarin karena kita anggap ini nambah elektabilitas, ya sudah, yang penting kita nggak begitu. Itu kan paling gampang cek kebenarannya, paling gampang kok itu. Jadi biarin aja. Dicek aja itu punya siapa. Kami mengimbau kepada pemilik akun Twitter untuk cek kebenaran tentang kepemilikan perusahaan itu,” ujar Dasco.*

COMMENTS