Benarkah Prabowo Halalkan Segala Cara Demi Pilpres?

Benarkah Prabowo Halalkan Segala Cara Demi Pilpres?

Menurut Airlangga, dalam konteks kampanye cara apa saja bisa dilakukan. Tak digubris, apakah cara itu benar atau tidak, apakah yang dikatakan fakta atau fiksi, yang penting bisa mempengaruhi pemilih untuk memilih dirinya. (Foto: Prabowo Subyanto - ist)

JAKARTA, dawainusa.com Ketua Umum (Ketum) Partai Golkar Airlangga Hartarto menyentil Prabowo Subianto yang menyebut elite Indonesia bodoh dan serakah karena mengesampingkan kesejahteraan masyarakat.

Menurut Airlangga, kritik yang dilakukan ketua umum Partai Gerindra itu sah-sah saja terutama menjelang tahun politik. Apalagi, kata dia, Prabowo sendiri digadang-gadang maju dalam konstestasi Pilpres mendatang. Apakah Prabowo menghalalkan segala cara dalam konstelasi Pilpres 2019?

Menurut Airlangga, dalam konteks kampanye cara apa saja bisa dilakukan. Tak digubris, apakah cara itu benar atau tidak, apakah yang dikatakan fakta atau fiksi, yang penting bisa mempengaruhi pemilih untuk memilih dirinya.

Baca juga: Pernyataan MUI Soal Tudingan Prabowo terhadap Pemerintahan Jokowi

“Ya namanya orang mau kampanye. Apa [saja] juga dipakai,” kata Airlangga di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (2/4).

Sebelumnya, dalam pidato di acara kampanye calon gubernur-wakil gubernur Jawa Barat Sudrajat-Ahmad Syaikhu di Depok, Minggu (1/4/2018), Prabowo menyebut elite Indonesia bodoh dan serakah karena mengesampingkan kesejahteraan masyarakat sehingga kesenjangan ekonomi makin membesar.

Prabowo Diminta Tunjukkan Elit yang Dimaksud

Secara terpisah, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH. Maruf Amin juga menanggapi pidato Prabowo tersebut. Rais Am Pengurus Besar Nadhtul Ulam (PBNU) itu meminta Prabowo untuk menunjuk langsung elit yang dia sebut maling dan serakah itu.

Menurut Ma’ruf, tidak elok seorang ketua umum partai dan bakal calon presiden mengumbar begitu saja pernyataan tanpa secara jelas menunjuk figur yang dimaksud. Hal itu, kata Ma’ruf, berekses pada orang dengan bebas berasumsi dan menunjuk oknum.

Baca juga: Rizieq Shihab Bantah Pernah Menyebut Dukung Prabowo untuk Pilpres

“Orangnya mana? Tunjuk nama, tunjuk hidung saja. Jangan melempar tidak jelas, nanti yang kena siapa? Ini jadi saling tunjuk,”” kata Ma’ruf di Kompleks Istana Kepresidenan, Senin (2/4).

Mantan dewan pertimbangan presiden Era Susilo Bambang Yudhuyono (SBY) itu mengaku, ketimbang Prabowo, dirinya lebih suka dengan presiden Jokowi. Menurut dia, cara berpolitik Jokowi tidak dengan pidato yang menyerang pihak lain melainkan dengan bekerja.

“Saya suka beliau, Pak Jokowi yang penting kerja. Tidak usah mengucapkan. Politik sebaiknya tidak diucapkan, tetapi dikerjakan,” kata Ma’ruf.

PAN Bela Prabowo Subianto?

Berbeda dengan Airlangga Hartarto dan KH. Ma’ruf Amin, Wakil Ketua Umum Partai Amanat Nasional  (PAN) Taufik Kurniawan menilai, pernyataan Prabowo sebagai bahan introspeksi bersama.

“Kan, enggak nyebut nama atau oknum itu. Ya sudah. Kalau tidak menyebut nama, tidak menyebut golongan atau apa pun, itu sebagai introspeksi secara kebersamaan, saya kira prinsipnya tentu menjadi catatan kita semua,” kata Taufik di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (2/4).

Baca juga: Cawapres Prabowo di Pilpres 2019, Dua Nama Ini Punya Peluang Besar

Menurut pengakuan Taufik, pidato Prabowo Subianto tidak membuat partainya tersinggung. Taufik juga menyebut, wajar kritik Prabowo terhadap elite politik di Indonesia sebab saat ini tengah terjadi kemandekan dalam proses pembangunan.

Oleh karena itu, ia meminta kritik tersebut tidak perlu diributkan dan dipersepsikan kepada oknum tertentu. Ia pun menilai pernyataan Prabowo tersebut merupakan peringatan bagi semua ketua umum partai yang notabenenya juga elite politik di Indonesia, termasuk pula bagi Prabowo yang menjabat Ketua Umum Gerindra.

Untuk diketahui, saat ini PAN bergabung dalam koalisi pemerintahan Jokowi. Sebelum bergabung dengan Jokowi, PAN bergabung dalam satu gerbong dengan Prabowo Subianto dalam Pilpres 2014 lalu.*

COMMENTS