Benarkah Presiden Jokowi Mengintervensi Kasus Rizieq Shihab?

Benarkah Presiden Jokowi Mengintervensi Kasus Rizieq Shihab?

Pihak Istana sendiri mengatakan, penghentian kasus Rizieq tersebut sama sekali tidak terjadi karena ada intervensi dari Presiden Jokowi. (Foto: Rizieq Shihab - Tribun Jakarta)

JAKARTA, dawainusa.com – Kasus dugaan penghinaan Pancasila dengan tersangka Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab telah diberhentikan oleh Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Barat, Jumat (4/5). Publik sendiri menduga bahwa penghentian kasus ini dilakukan karena ada intervensi dari pihak istana terhadap penegakan hukum.

Dugaan publik tersebut muncul karena pada Minggu (22/4) lalu, Tim 11 Ulama Persaudaraan Alumni (PA) 212 bertemu dengan Presiden Jokowi di Istana Kepresidenan di Bogor Jawa Barat. Berdasarkan pengakuan sekretaris Tim 11 PA 212 Muhammad Al Khaththath, dalam pertemuan tersebut, mereka meminta kepada Jokowi agar segala kasus yang menimpa Rizieq Shihab segera dihentikan.

Permintaan itu dilakukan karena Khaththath mengklaim, selama ini umat Islam sangat kecewa dan benci dengan Jokowi. Mereka menilai Jokowi telah melakukan kriminalisasi terhadap ulama dan para aktivis gerakan PA 212.

Baca juga: Permintaan Persaudaraan Alumni 212 Soal Kasus Rizieq Shihab

Karena itu, ia mengatakan, Jokowi harus membebaskan Rizieq dan membantu dia agar segera kembali ke Indonesia tanpa ada intimidasi apapun. Jika Jokowi tidak melakukan demikian, jelas Khaththath, hal itu pasti akan merugikan Jokowi.

Terkait dugaan tersebut, pihak Istana sendiri mengatakan bahwa penghentian kasus Rizieq tersebut sama sekali tidak terjadi karena ada intervensi dari Presiden Jokowi. “SP3 ini dikeluarkan setelah penyidik Polri melakukan gelar perkara yang menghadirkan beberapa ahli, di antaranya ahli bahasa,” jelas Staf Khusus Presiden bidang Komunikasi Johan Budi Saptopribowo di Jakarta, Minggu (6/5) malam.

Johan memang mengakui bahwa ada permintaan dari PA 212 agar Presiden Jokowi mengintervensi kasus yang menjerat Rizieq dan sejumlah ulama serta aktivis penggerak dan peserta demonstrasi 212. Akan tetapi, jelas Johan, permintaan tersebut ditolak oleh Jokowi.

“Presiden telah menegaskan tidak mau intervensi hukum terhadap kasus siapa pun termasuk kasus Rizieq Shihab dan menyerahkan sepenuhnya pada profesionalitas Polri,” tutur Johan.

Kasus Rizieq Shihab Tidak Cukup Bukti

Terkait alasan penghentian kasus Rizieq Shihab tersebut, Dirkrimun Polda Jawa Barat Kombes Umar S Fana menerangkan, hal itu terjadi karena kurangnya barang bukti. Karena itu, ia mengatakan, kasus ini tidak dapat dianggap sebagai sebuah tindakan pidana.

“Hasil penyidikan menyimpulkan kurang bukti. Statemen HRS ini kurang bukti untuk masuk pidana,” jelas Umar S Fana, Jumat (4/5).

Baca juga: Klaim PA 212: Istana Dibenci jika Rizieq Shihab Tak Dibela

Umar menerangkan, SP3 itu sudah dikeluarkan beberapa waktu lalu. “Sudah lama, saya lupa Februari atau Maret 2018,” kata Umar.

Selain itu, Umar juga mengatakan, kasus ini sendiri pernah diserahkan kepada Kejaksaan. Akan tetapi, Kejaksaan sendiri kemudian mengembalikan ke Polda Jabar guna melengkapi bukti-bukti.

Semua Kasus Harus Dihentikan

Penghentian kasus Rizieq Shihab ini sendiri disambut baik oleh pihak Persaudaraan Alumni (PA) 212. Akan tetapi, tidak puas dengan hal itu, mereka juga meminta agar semua kasus Rizieq Shihab dihentikan.

“Ada tujuh laporan dengan 14 pelapor di Polda Jabar dan Polda Metro Jaya. Jadi harus ada SP3 seluruhnya,” ujar Novel seperti diberitakan CNN, Jumat (4/5).

Baca juga: Ini Alasan Pengacara Rizieq Shihab Somasi Putri Soekarno

Adapun sejumlah kasus yang dimaksud Novel tersebut ialah kasus dugaan penistaan agama yang dilaporkan oleh Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI), kasus dugaan chatting via WhatsApp berkonten pornografi. Semua kasus itu ditangani oleh Polda Metro Jaya.

Novel berharap agar Kapolda Metro Jaya, Kapolda Jawa Barat, dan Kapolri segera mengeluarkan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) atas berbagai laporan tersebut. “Tidak ada bukti atau lemah buktinya,” ungkap Novel.

Untuk diketahui, sampai saat ini, Rizieq Shihab sendiri masih berada di Arab Saudi. Novel mengatakan, sejauh ini ia belum dapat memastikan soal kepulangan Rizieq tersebut. “SP3 Polda Jabar belum bisa memulangkan Habib Rizieq dari Arab Saudi,” kata Novel.*

COMMENTS