Bela Luhut, Politisi PDIP: Yang Tidak Manusiawi Itu Amien Rais

Bela Luhut, Politisi PDIP: Yang Tidak Manusiawi Itu Amien Rais

Reaksi Luhut terhadap pernyataan Amien Rais dinilai Politisi PDIP Eva Sundari amat wajar dan manusiawi. Justru yang tidak manusiawi menurut dia adalah Amien Rais. (Foto: Amien Rais dan Eva Sundari - Ist).

JAKARTA, dawainusa.com Politisi PDIP Eva Sundari membela Menteri Koordinator (Menko) Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan yang disinyalir mengancam membokar dosa tokoh politik senior, Amien Rais. Ia menilai, justru yang tidak manusiawi adalah Amien Rais.

Menurut Eva, reaksi Luhut terhadap pernyataan Amien Rais yang menyebut program bagi-bagi sertifikat tanah sebagai bentuk ‘mengibuli’ rakyat amat wajar dan manusiawi.

“Wajar, manusiawilah, yang tidak manusiawi Pak Amien Rais sebenarnya, asal ngomong. Terus mendelegitimasi di depan tanpa bukti,” jelas Eva di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (20/3), seperti diberitakan Liputan6, Rabu (21/3).

Baca juga: Dituding Amien Rais Berbohong Soal Sertifikat Tanah, Ini Jawaban Istana

Ia mengaku marah dan sedih dengan pernyataan pendiri Partai Amanat Nasional (PAN) itu. Menurut dia, tak sepantasnya tokoh senior seperti Amien Rais menghina upaya mengentas kemiskinan dan menegakkan keadilan sosial di Indonesia.

“Aku aja juga marah dan sedih kok. Kok tega menghina upaya untuk menjebol kemiskinan demi mewujudkan keadilan sosial, kok dikatain ngibul,” ujar Eva.

Tidak manusiawi, Somasi Amien Rais?

Eva Sundari menilai ketersinggungan Luhut Binsar Panjaitan dengan pernyataan Amien Rais beralasan. Sebagai orang dalam lingkaran pemerintahan, ujar dia, wajarlah kalau dikatai bohong.

“Saya pikir tidak apa-apa Pak Luhut tersinggung, beliau ada di Kemenko, jadi jajaran langsung di bawah Presiden,” kata Eva.

Oleh karena itu, politisi partai banteng mocong putih meminta Luhut untuk somasi Amien Rais yang dianggapnya tidak manusiawi itu. Menurut dia, somasi lebih baik daripada mengungkapkan kemarahan dengan ancaman membongkar dosa.

Baca juga: Ketua PAN: Masyarakat Harus Paham Karakter Amien Rais yang Kritis

Somasi, jelas Eva, lebih elegan. Dalam somasi itu, Amien Rais harus mempertanggungjwabkan pernyataannya dengan data-data. Jika Amien Rais tak merespon baru kemudian menempuh jalur hukum.

“Tulis somasi, minta Amien Rais menjelaskan dengan data-data dan minta maaf terbuka di hadapan publik jika tidak bisa membuktikan. Jika upaya ini tidak direspon, baru menempuh jalur hukum karena ini negara hukum,” tandasnya.

Berbeda dengan Eva, Ketua Umum Pemuda Muhammadiyah Dahnil Ansar Simanjuntak menyayangkan respon Menko Maritim itu. Menurut Dahnil, Luhut sebenarnya melakukan dialog terbuka dengan Amien Rais.

Karena itu, lanjut Dahnil, pihaknya siap menfasilitasi dialog tersebut. “Bila perlu tantang saja Pak Amien untuk berdialog dengan terbuka. Beliau sangat terbuka pasti. Kami siap fasilitasi dialog terbuka ini,” tutur Dahnil, Rabu (21/3).

Duduk Perkara Pernyataan Luhut VS Amien

‘Perang’ Amien Rais versus Luhut Binsar Panjaitan bermula dari pernyataan Amien Rais di Bandung pada Minggu (18/3) lalu.

“Ini pengibulan, waspada. Bagi-bagi sertifikat tanah sekian hektare, tetapi ketika 74 persen negeri ini dimiliki kelompok tertentu, seolah dibiarkan,” ujar Amien Rais kala itu di Hotel Savoy Homann, Kota Bandung, Minggu (18/3).

Pernyataan ini muncul setelah sepekan sebelumnya Presiden Jokowi membagi-bagikan 5.000 sertifikat tanah gratis di Gedung Olah Raga (GOR) Maulana Yusuf, Serang, Banten.

Baca juga: SBY Nasihati Amien Rais: Kita Sama-Sama Tua, Hati-hati Berbicara

Selain itu, Jokowi juga  membagikan ribuan Kartu Indonesia Pintar (KIP), Program Keluarga Harapan (PKH) dan program Bansos Pangan Rastra.

Sehari setelah Amien Rais mengutarakan pernyataan yang kini jadi sorotan itu, giliran Luhut yang berbicara. Dengan geram, Luhut mengatakan, akan membongkar dosa tokoh senior yang suka mengkritik pemerintah yang asal-asalan itu.

Ia mengklaim, pemerintah tak alergi dengan kritikan, yang penting kritikan tersebut sesuai dengan koridor dan bertujuan untuk membangun bangsa.

“Jangan asal kritik saja. Saya tahu track record-mu, kok. Background saya spion juga. Kalau kau merasa paling bersih, kau boleh ngomong. Dosamu banyak juga, kok. Sudahlah, diam sajalah. Jangan main-main, kalau main-main kita bisa cari dosamu, memang kamu siapa?” tandas Luhut, di gedung BPK, Senin (19/3).*

COMMENTS