Beasiswa Unggulan 2018: Pemerintah Prioritaskan Daerah 3T

Beasiswa Unggulan 2018: Pemerintah Prioritaskan Daerah 3T

Pada 2018, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan memprioritaskan Beasiswa Unggulan kepada pelamar yang berasal dari daerah 3T. (Foto: Ilustrasi Beasiswa - Kompas).

JAKARTA, dawainusa.com Program Beasiswa Unggulan yang disediakan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan merupakan salah satu upaya pemerintah untuk meningkatkan kualitas sumberdaya manusia Indonesia. Pada 2018 ini, beasiswa tersebut kembali disediakan untuk membantu perkembangan pendidikan.

“Beasiswa ini diberikan untuk mendukung upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui penyediaan bantuan pendidikan dan pelatihan baik melalui jalur gelar maupun non gelar,” ujar Kepala Biro Perencanaan dan Kerjasama Luar Negeri (PKLN) Kemdikbud Suharti, di Jakarta, seperti diberitakan Tempo, Kamis (29/3).

Suharti menjelaskan, beasiswa tersebut diutamakan untuk bidang-bidang yang relevan dengan pengembangan pendidikan dan kebudayaan. Bidang prioritas tersebut, yakni pendidikan (pendidikan PAUD, pendidikan PGSD), kurikulum dan pedagogi, manajemen dan kebijakan pendidikan.

Baca juga: Jokowi: Rekrutmen Penerima Beasiswa Harus Pertimbangkan Aspek Keberagaman

Selain itu, terangnya, juga termasuk bidang perfilman, seni pertunjukan, seni musik, kebudayaan, perpustakaan, arkeologi (ermuseuman), teknologi informasi, kebijakan publik, pariwisata, industri kreatif, teknologi pangan, matematika dan ilmu pengetahuan alam (MIPA), maritim, pertanian, dan energi.

“Beasiswa ini mendukung upaya pemerintah dalam memperkecil kesenjangan kinerja pendidikan antarkelompok masyarakat, sehingga program ini juga memberikan peluang lebih besar bagi masyarakat miskin dan yang berada di daerah 3T,” kata Suharti.

Pada tahun ini, lanjut dia, Kementerian Pendidikan memberi bobot penilaian lebih besar atau memprioritaskan beasiswa kepada pelamar yang berasal dari daerah 3T (terdepan, terluar, tertinggal). “Kalau menggunakan penilaian yang sama, pasti kalah dari pelamar dari Jawa dan Bali,” pungkasnya.

Adapun untuk pendaftaran dilakukan secara “online” atau dalam jaringan melalui laman Beasiswa Unggulan. Pendaftaran dilakukan pada 20 Maret hingga 19 April 2018. Kemudian, dilanjutkan dengan seleksi tahap satu dan dua pada 20 April sampai dengan 14 Mei 2018. Sedangkan, pengumuman akan disampaikan pada 15 Mei 2018.

Dua Layanan Beasiswa Unggulan

Menurut data Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Beasiswa Unggulan dikembangkan untuk memberikan kesempatan kepada putra-putri terbaik melanjutkan pendidikan tinggi.

Di dalamnya terdapat dua layanan utama yang dapat dipilih sendiri oleh masing-masing pelamar. Dua layanan tersebut, yakni Beasiswa Unggulan dalam negeri dan Beasiswa Unggulan luar negeri.

Pertama, program Beasiswa Unggulan dalam negeri diberikan dalam upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia, baik bagi peraih medali olimpiade internasional, juara nasional, regional, dan internasional bidang sains, teknologi, seni budaya, dan olah raga, guru berprestasi, pegawai/karyawan yang berprestasi, serta pegiat sosial.

Baca juga: Dana Beasiswa Program Indonesia Pintar Bukan untuk Judi

Kedua, Program beasiswa Luar Negeri dalam rangka penguatan sumber daya manusia bidang pendidikan dan kebudayaan khususnya dalam bidang manajemen pendidikan, kurikulum dan pedagogi, kebijakan dan manajemen pendidikan, perfilman, seni musik, seni pertunjukan dan kebudayaan.

Adapun komponen dan besaran Beasiswa Unggulan sesuai dengan peraturan menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nomor 95 tahun 2013, diatur dan ditetapkan melalui surat keputusan Kepala Biro Perencanaan dan Kerjasama Luar Negeri selaku Kuasa Pengguna Anggaran.

Sementara, proses penyaluran Beasiswa Unggulan melalui mekanisme pembayaran secara langsung (LS) dari Kantor Perbendaharaan Negara berdasarkan usulan pembayaran dari Biro Perencanaan dan Kerjasama Luar Negeri kepada rekening penerima (Perguruan Tinggi atau perorangan).

Sewaktu pencairan ini penerima diwajibkan menyampaikan fotokopi buku rekening yang masih aktif dan bagi perguruan tinggi juga diwajibkan menyertakan fotokopi NPWP Lembaga.

Beasiswa Pemerintah untuk Daerah 3T

Pemerintah Indonesia terus berupaya menjembatani kesenjangan tersebut demi pemerataan hak pendidikan anak bangsa dari beragam titik di Indonesia. Salah satu wadahnya adalah ketersediaan deretan beasiswa yang mengkhususkan kuota untuk pelajar dari daerah 3T.

Berikut jenis-jenis beasiswa pemerintah yang memprioritaskan daerah 3T seperti diberitakan IDNTimes.

1. Beasiswa Bidikmisi

Siswa/i yang menempuh pendidikan di daerah 3T nyaris semuanya dihadapkan pada kendala ekonomi. Hal tersebut berimbas terhadap prospek melanjutkan studi ke jenjang lebih tinggi. Padahal mereka terbilang berpotensi secara intelegensi.

Walaupun tetap mematok prestasi dari calon penerimanya, namun Beasiswa Bidikmisi yang dinaungi oleh Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi ini lebih menitikberatkan terhadap keterbatasan ekonominya.

2. Beasiswa Afirmasi Pendidikan Tinggi

Pada awalnya Beasiswa Afirmasi Pendidikan Tinggi (ADik) yang digagas sejak 2012 silam ini hanya difokuskan kepada siswa/i yang berasal dari Provinsi Papua dan Papua Barat. Namun seiring dengan evaluasi yang dilakukan, akhirnya beasiswa ini juga menjangkau daerah 3T secara nasional.

Beasiswa ADik Papua dan 3T bertujuan memberikan kesempatan kepada anak Papua dan daerah 3T berprestasi untuk melanjutkan studi ke jenjang sarjana di 48 PTN dan 22 politeknik di seluruh Indonesia.

Pendaftar yang dapat mengikuti beasiswa ini harus berasal dari sekolah yang direkomendasikan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota tersebut, serta mendapatkan rekomendasi dari kepala sekolah.

Selanjutnya, calon penerima beasiswa diharuskan lulus ujian tulis untuk menentukan kelulusan mereka di perguruan tinggi. Adapun beasiswa ini mendanai biaya pendidikan dan juga biaya hidup.

3. Beasiswa Pendidikan Indonesia Afirmasi

Bagi mereka yang hendak melanjutkan ke level pascasarjana juga disediakan beasiswa yang mengakomodasi pelajar dari daerah 3T. Misalnya Beasiswa Pendidikan Indonesia atau yang lazim dikenal sebagai LPDP (Lembaga Pengelola Dana Pendidikan).

Beasiswa yang bernaung di bawah Kementerian Keuangan ini menyediakan 30% kuota beasiswanya setiap tahun untuk mereka yang berdomisili di daerah 3T melalui jalur ‘Beasiswa Pendidikan Indonesia Afirmasi’ yang dibagi menjadi tiga kategori yang dapat diisi oleh daerah 3T.

Baca juga: Di Mata Mendikbud, NTT Adalah Borok Pendidikan Indonesia

4. Beasiswa Masyarakat Berprestasi

Beasiswa ini merupakan salah satu kategori dalam program Beasiswa Unggulan yang dikelola oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan ini tak hanya diperuntukkan bagi calon mahasiswa sarjana, magister, ataupun doktor saja melainkan mereka yang tengah menjalani perkuliahan baik di dalam negeri maupun luar negeri.

Walaupun tidak dicanangkan begitu spesifik untuk mengakomodasi calon penerima dari daerah 3T, akan tetapi beasiswa ini agaknya juga dapat diburu oleh pelajar yang terbatas bentangan geografis.

Akan tetapi memang harus siap dengan persyaratan yang terbilang cukup ketat baik untuk akreditasi institusi dan program studi, Indeks Prestasi Kumulatif (IPK), kecakapan berbahasa Inggris dibuktikan dengan TOEFL atau IELTS, dan lainnya.

5. Beasiswa Afirmasi Pendidikan Tinggi Islam (ADIKTIS)

Beasiswa Afirmasi Pendidikan Tinggi Islam (ADIKTIS) ini diperuntukkan bagi pelajar berprestasi dari daerah 3T, tergolong dalam status ekonomi kurang mampu, berusia maksimal 24 tahun.

Selain itu, mereka juga harus bersedia tinggal di asrama atau pondok pesantren kampus yang dikelola oleh delapan Perguruan Tinggi Agama Islam yang menjalin kerjasama dengan Ditjen Pendidikan Islam dibawah naungan Kementerian Agama.

6. Beasiswa dari Pemerintah Daerah

Selain beasiswa yang disediakan oleh beberapa kementerian tersebut, nyatanya juga ada bantuan pendidikan yang dianggarkan oleh beberapa pemerintah daerah.

Salah satunya melalui kerjasama atau penandatanganan MoU (Memorandum of Understanding) dengan institusi pendidikan tinggi terkait.

Misalnya, pemerintah daerah Kabupaten Nias Barat yang menganggarkan dana untuk memberi bantuan pendidikan bagi putra-putri berprestasi dari daerahnya yang lulus seleksi untuk menempuh studi di Fakultas Kedokteran Universitas HKBP Nommensen dalam rangka memenuhi kebutuhan dokter di kabupaten tersebut.*

COMMENTS