AMPIBI Undana Kupang Adakan Gerakan Pembelajaran Gratis

AMPIBI Undana Kupang Adakan Gerakan Pembelajaran Gratis

Kegiatan GPG ini dilakukan sebagai salah satu cara untuk melatih diri berpartisipasi dalam mengatasi persoalan sosial. (Foto: Peserta GPG & Anak Panti Asuhan - ist).

KUPANG, dawainusa.com – Dalam rangka memeringati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2 Mei 2018 lalu, Asosiasi Mahasiswa Pendidikan Biologi (AMPIBI) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang menggelar kegiatan Gerakan Pembelajaran Gratis (GPG) di Panti Asuhan Rosli, Jalan Matani, Penfui Timur, Kupang, Sabtu (05/05).

Berdasarkan keterangan koordinator kegiatan Felanda Nabila A. Ratu, kegiatan GPG ini dilakukan sebagai salah satu cara untuk melatih diri agar mereka dapat berpartisipasi dalam mengatasi berbagai persoalan sosial. Apalagi, jelas Ratu, semua peserta kegiatan itu ialah calon guru.

Baca juga: Membenahi Sistem Pendidikan Kita

Dengan kegiatan seperti ini, jelas Ratu, para peserta akan memiliki rasa peka terhadap kondisi sosial serta memiliki keberanian untuk dapat mengatasi berbagai masalah di tengah masyarakat.

“Kegiatan Pembelajaran Gratis menurut saya sangat baik adanya, karena kita sebagai mahasiswa FKIP (calon guru) dapat ditumbuhkan rasa kepekaan sosial yang lebih lagi dalam hal edukasi. Sebab belajar tidak selamanya di dalam ruangan dan adanya kursi serta bangku,” jelas Ratu sebagaimana diterima Dawai Nusa, Sabtu (2/5).

“Hakikat belajar pada dasarnya adalah interaksi antara pendidik dan orang yang dididik dengan tujuan membagi ilmu dan mencerdaskannya” lanjut Ratu.

Senang dengan Gerakan Pembelajaran Gratis

Adapun kegiatan Gerakan Pembelajaran Gratis ini ditanggapi dengan baik oleh setiap peserta. Salah satu peserta kegiatan Rikardus Olden Tampani mengatakan, kegiatan ini sangat berkualitas dan sangat membantu proses belajar dirinya. Karena itu, ia mengaku senang dan bersemangat mengikuti kegitan tersebut.

“Dari awal kegiatan, saya antusias sekali mengikutinya. Karena Saya tahu ini merupakan pengalaman yang akan sangat Saya butuhkan di masa depan, sehingga menjadi guru yang profesional pun akan bisa Saya praktekkan,” tutur pria kelahiran Soe itu.

Baca juga: Klaim Frans Lebu Raya Soal Kualitas Pendidikan di NTT

Sementara itu, Ketua Umum AMPIBI Yosef Fredinardus menuturkan, kegiatan GPG ini merupakan bagian dari kewajiban dan tanggung jawab mereka sebagai mahasiswa untuk mengatasi persoalan terkait kualitas pendidikan di NTT. Dengan aski GPG ini, demikian Fredinardus, mereka turut berkontribusi untuk memajukan pendidikan di daerah berbasis kepulauan itu.

“Awalnya GPG ini direncanakan untuk dieksekusi tanggal 2 Mei lalu, bersamaan dengan Hari Pendidikan Nasional. Namun karena dihalangi oleh berbagai aktivitas perkuliahan, terpaksa GPG diundur ke hari ini. Sehingga selain sebagai persiapan calon guru di masa depan, kegiatan ini pun merupakan bentuk aksi konkret kita dalam menangani kondisi kualitas NTT yang buruk. Jadi marilah kita bersama membangun tanah tercinta kita ini,” jelas Fredinandus.*(Yosef Fredinandus).

COMMENTS