Aksi Terorisme di Surabaya, Ini Pernyataan Romo Benny Susetyo

Aksi Terorisme di Surabaya, Ini Pernyataan Romo Benny Susetyo

Semua pihak secara khusus umat Kristiani sebaiknya berbaur dengan masyarakat lainnya dan mendukung aparat keamanan untuk mengatasi persoalan ini. (Foto: Romo Benny Susetyo Pr - Liputan Islam).

JAKARTA, dawainusa.com – Rohaniwan Katolik sekaligus Dewan Pengarah Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila (UKP-PIP) Romo Benny Susetyo Pr meminta kepada seluruh umat Kristiani agar tetap tenang dan tidak terpancing dengan aksi terorisme seperti yang terjadi di beberapa Gereja di Surabaya, Jawa Timur, Minggu (13/5) pagi.

Ia mengatakan, semua pihak secara khusus umat Kristiani sebaiknya berbaur dengan masyarakat lainnya dan mendukung aparat keamanan untuk mengatasi persoalan ini.

“Untuk umat kristiani tidak perlu cemas dan takut karena tujuan dari aksi teror itu memang menimbulkan rasa takut. Oleh karena itu, umat Kristiani harus membaur dengan masyarakat lain dan mendukung aparat polisi, TNI, dan BIN untuk menyelesaikan persoalan ini,” kata Romo Benny di Jakarta, Minggu (13/5).

Baca juga: Cerita Saksi Mata Soal Ledakan Bom di Gereja Surabaya

Menurut Romo Benny, aksi teror yang dilakukan para teroris melalui ledakan bom tersebut memang patut disayangi bahkan sangat dikutuk. Akan tetapi, semua pihak tidak boleh menjadikan peristiwa ini untuk saling memusuhi sesama yang lain. Masyarakat Indonesia, kata Romo Benny, mesti tetap bersatu untuk melawan segala bentuk teror yang merusak integrasi bangsa ini.

“Tindakan ini mau menjatuhkan eksistensi pemerintahan yang sah. Masyarakat harus bersatu memberikan dukungan kepada Presiden Joko Widodo untuk bersama-sama menghadapi ancaman terhadap negara dan masyarakat saat ini,” tegas Romo Benny.

Untuk diketahui, beberapa Gereja yang terkena ledakan bom tersebut ialah Gereja Pentekosta Jalan Athena, Gereja GKI di Jalan Diponegoro, dan Gereja Santa Maria Tak Bercela. Dari informasi terkini, sudah ada 9 orang meninggal dunia dan 40 orang luka-luka dalam ledakan tersebut. Semua korban sudah dilarikan ke RSUD Dr Soetomo.

Tidak Boleh Takut terhadap Aksi Terorisme

Terkait aksi terorisme di Surabaya ini, Gubernur Jawa Timur Soekarwo meminta agar semua warga Jawa Timur untuk tidak boleh takut dan tetap tenang. Ia juga menegaskan agar semua pihak mesti bersatu melawan aksi terorisme ini. “Harus kita lakukan, kita tidak takut, kita harus lawan, kita harus lawan dan kita tidak takut,” kata Soekarwo.

Selain mengatakan demikian, Soekarwo melanjutkan, untuk antisipasi dan keamanan, pihak kepolisian telah melakukan penjagaan dan pengawasan yang ketat. Ia juga meminta kepada semua masyarakat agar secara bersama-sama membantu aparat keamanan dalam hal keamanan ini.

“Kami gerakkan tiga pilar lurah, babinsa, babinkamtibmas, tokoh masyarakat, sekali lagi jangan takut, ini bagian kita melawan terorisme yang merusak dan menghancurkan kehidupan bernegara,” tutur Soekarwo.

Baca juga: PMKRI Jogja: Penyerangan di Gereja Sta. Lidwina adalah Tindakan Teror yang Harus Dilawan

Sementara itu, dari Jakarta, Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal (Pol) Muhammad Iqbal meminta kepada masyarakat untuk tidak menyebarkan gambar atau video korban ledakan bom tersebut.

“Gambar-gambar di media sosial (terkait ledakan, stop (menyebarkannya). Jangan sampai (kita) terperangkap tujuan teroris. Tujuan (para teroris membuat) kita ketakutan semua. Tunjukkan kita tidak takut! Jangan jadi bagian pelaku dengan sebarkan (gambar) teror,” kata Iqbal di Jakarta, Minggu (13/5).

Karena itu, Iqbal meminta kepada semua masyarakat terutama di Surabaya agar tetap tenang. Ia mengatakan, saat ini, seluruh aparat keamanan di Surabaya dan Jawa timur sudah bergerak dalam operasi guna mempersempit ruang gerak para terduga pelaku pengeboman tersebut.

Ia juga mengatakan, pihak kepolisian sendiri telah mencurigai keterlibatan kelompok tertentu dalam aksi pengeboman ini. Saat ini, jelas Iqbal, langkah utama kepolisian ialah mengendepankan faktor pengamanan, lokalisir lokasi, pengalihan lalu lintas, evakuasi korban, dan antisipasi kemungkinan bom lain.

Kominfo akan Tindak Tegas Penyebar Foto dan Video

Himbauan untuk tidak menyebar foto dan video ledakan bom ini juga sudah ditegaskan oleh pihak Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) sendiri. Mereka mengatakan akan menindak tegas para penyebar foto dan video terkait peristiwa ini.

“Kami tidak hanya take-down tapi juga cari pelakunya. Kan sudah jelas di KPI (Komisi Penyiaran Indonesia) bahwa enggak boleh menyiarkan potongan tubuh manusia,” ujar Dirjen APTIKA Semuel Abrijani di Jakarta, Minggu (13/5).

Menurut pihak Kominfo, larangan itu dilakukan untuk menghindari adanya ketakutan di tengah masyarakat. “Kami juga sedang cari intensinya apa? Apakah untuk menyebarkan teror atau apa ini,” jelas Samuel.

Baca juga: Ketua GP Ansor: Pelaku Teror di Gereja Sta. Lidwina ‘Gila’ Agama

Untuk masalah ini, negara Indonesia memang belum memiliki perangkat hukum terkait larangan untuk menyebar konten jenazah baik itu karena kecelakaan, insiden bom, atau korban perang. Akan tetapi, kode etik jurnalistik secara tegas mengatakan bahwa hal itu tidak boleh dilakukan.

“Imbauan saya ya, yang penting itu adalah ini kan kejadian yang tragis. Apakah etis membagikan gambar-gambar seperti itu di sosial media? Teroris itu senang kalau masyarakat merasa takut, jadi tidak perlulah menyebarkan foto-foto seperti itu,” tegas Samuel.

Adapun saat ini, Plt Humas Kominfo Noor Iza sendiri mengatakan bahwa pihak Kominfo sendiri sedang memproses 42 video di YouTube terkait peristiwa pengeboman ini.

“Kami proses. Yang menemukan dari Kominfo dan laporan dari yang lain. Kami kalau proses ada banyak, harus kami cek dan ricek dulu apakah benar memuat konten itu baru minta turunkan,” ungkap Noor Iza.*

COMMENTS