Ahok Tolak Pembebasan Bersyarat, NasDem pun ‘Angkat Topi’

Ahok Tolak Pembebasan Bersyarat, NasDem pun ‘Angkat Topi’

Ahok ingin menjalani hukuman 2 tahun, secara penuh. Ahok menolak keluar lebih cepat dari sel meski mendapatkan hak bebas bersyarat bulan Agustus.(Foto: Ahok - CNNIndonesia)

JAKARTA, dawainusa.com Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok ingin menjalani hukuman 2 tahun, secara penuh. Ahok menolak keluar lebih cepat dari sel meski mendapatkan hak bebas bersyarat bulan Agustus.

“Beliau sebenarnya bisa PB (pembebasan bersyarat) pada bulan Agustus, namun sampai saat ini sepertinya beliau ingin bebas murni,” kata Dirjen PAS Sri Puguh Budi Utami Seperti dilansir detikcom, Rabu (11/7).

Hal senanda ditegaskan Pengacara sekaligus adik kandung Ahok, Fifi Lety Tjahaja Purnama. Fifi menyebut, pihaknya tidak mengajukan pembebasan bersyarat Mantan Bupati Belitung Timur itu karena permintaan dari Ahok sendiri.

Baca juga: Ahok Dipenjara, Tingkat Demokrasi di Indonesia Anjlok

“Beliau putuskan untuk tidak ambil,” kata Fifi seperti dikutip dari akun Instagram pribadinya, Rabu (11/7).

Fifi pun kemudian menjelaskan bahwa Ahok ingin menunggu pembebasan murni setelah masa hukuman dua tahun di Mako Brimob Depok selesai. Dengan perhitungan itu, berarti Ahok baru bebas pada 2019 mendatang.

“Soal hitungan bebas murni, nantilah awal Agustus udah dapat kepastian hitungannya, karena tergantung dapat remisi berapa bulan,” kata Fifi kemudian.

Dia pun menyebut, jika sudah ada hitungan pasti baru pihaknya akan menginformasikan hal tersebut di akun Instagram pribadinya.

“Barulah saya post lagi ya di sini. Silahkan ditunggu aja,” kata dia.

Sebelumnya, Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen Pas) Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) menyatakan hingga saat ini memang belum ada pengajuan pembebasan bersyarat atas nama terpidana penodaan agama Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

“Memang sudah menjalani dua per tiga masa hukuman, tapi sampai saat ini belum ada penjamin, terutama dari keluarga. Jadi belum ada proses pembebasan bersyarat,” kata Kasubag Publikasi Humas Ditjen Pas Rika Apriani.

Apresiasi Nasdem

Sikap Ahok yang menolak keluar lebih cepat dari sel tahanan mendapat apresiasi dari NasDem, partai yang mendukungnya pada Pilgub DKI 2017 lalu.  Sekretaris DPW NasDem DKI, Wibi Andrino mengatakan, NasDem DKI memberikan penghormatan tersendiri atas sikap Ahok.

“Tentunya ini merupakan sikap yang tidak sembarang orang bisa melakukan. Saya secara pribadi angkat topi kepada beliau,” tuturnya, Rabu (11/7).

Wibi meminta publik menggarisbawahi sikap Ahok yang tak mau masalah pembebasannya dari penjara dijadikan polemik. Dia menilai, Ahok ingin menghindari adanya kontroversi.

Baca juga: Cerita Ahok: Jadi Duda Ceria hingga Persahabatannya dengan Jokowi

“Beliau lebih baik menerima hukuman secara penuh dan menjalani hukumannya dibanding harus mengorbankan masyarakat yang terpolarisasi dalam kasus beliau,” sebut Wibi.

Ahok seharusnya dijadwalkan memperoleh pembebasan bersyarat pada Agustus 2018. Pada 9 Mei 2017 Ahok divonis hukuman dua tahun penjara oleh Pengadilan Negeri Jakarta Utara karena terbukti bersalah melakukan penodaan agama karena pernyataannya soal Surat Al-Maidah 51 saat berkunjung ke Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu, September 2016.

COMMENTS